Loading...

Nilai Dakwah Dalam Penyuluhan Pertanian

Nilai Dakwah Dalam Penyuluhan Pertanian

NILAI DAKWAH DALAM PENYULUHAN

 

Alhamdulillâh, segala puji bagi Alloh Rabbul alamin, penguasa  jagat raya, yang telah memberikan nikmat kepada kita semua yang takterhitung jumlahnya dan memerintahkan kita untuk mengikuti Rasul-Nya dan berdakwah di jalan-Nya. Shalawat dan salam kepada jungjungan alam sayyidina Muhammad SAW, kepada keluarga, dan para shahabat beliau, serta kepada kaum muslimin hingga akhir zaman, semoga kita semua diaui oleh beliau sebagai umatnya, dan mendapatkan syafaat dari beliau diHari Pembalasan kelak.

Sesungguh dakwah kepada (agama) Allah merupakan jalan Rasulullah r dan para pengikut beliau, sebagaimana firman Allah : “Katakanlah (wahai Muhammad) inilah jalanku, (yaitu) saya berdakwah ke jalan Allah di atas Bashîrah, (ini adalah jalan)ku dan orang-orang yang mengikutiku. Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk kaum musyrikin.” [Yûsuf : 108]

              a. Definisi

Penyuluhan”berasal dari kata Suluh  artinya “Pemberi terang dalam Kegelapan”

Penyuluhan Pertanian  secara umum dapat di katakan sebagai  proses pendidikan non formal yang diberikan kepada petani dan keluarganya dengan tujuan agar petani dapat memecahkan masalahnya dan meningkatkan pendapatannya.

Penyuluhan Pertanian adalah suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku petani dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri dalam usaha atau kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat kehidupannya.

Dakwah (Arab: دعوة‎, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Alloh SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Kata dakwah merupakan masdar (kata benda) dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan atau ajakan.

b. Persamaan prinsip berdakwah dan menyuluh

Berdasarkan definisi diatas terlihat bahwa ada kesamaan antara kegiatan penyuluhan pertanian dengan kegiatan berdakwah baik dalam metoda penyampaianya maupun dari prisip dasarnya

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, seorang penyuluh berupaya memberiakaninformasi,  mengajak, dan meyakinkan petani agar mau melaksanakan ajakan penyuluh pertanian dalam melaksanakan anjuran penyuluh dengan tujuan meninkatkan pedapatan dan kesejahteraan Petani dan keluarganya.

Penyuluhan pertanian adalah proses pendidikan (tarbiyyah), bukan proses pengajaran(ta’lim).Proses pendidikan berbeda dengan proses pengajaran,
Sehingga dalam proses pendidikan diperlukan perpaduan berbagai disiplin ilmu dan perpaduan cara/metoda dalam proses pendidikannya.

Penyuluhan merupakan proses pendidikan orang dewasa (andragogi), sehingga didalamnya terdapat beberapa prinsip, diantaranya:

}  Penyuluhan adalah pendidikan

}  Pendidikan termasuk proses Pembangunan manusia

}  Pembangunan manusia memerlukan proses dan waktu yang berkesinambungan.

}  Pembangunan manusia bersifat kualitatif bukan kuantitatif

}  Sehingga mengukur keberhasilannya diindikasikan berupa perilaku.

Seperti penyuluhan dakwahpun mempunyai Pokok-pokok dan prinsip-prinsip yang harus ditegakkan sebagaimana ditunjukkan Al-Qur`ân dan As-Sunnah, yaitu secara ringkas sebagai berikut :

1.    Ilmu.(yaitu) ilmu tentang apa yang akan didakwahkan dalam penyuluhan disebut penguasaan materi penyuluhan, sehingga seorang penyuluh mampu menguasasi medan dan ilmu penyuluhan.

2.    Amal,(yaitu) mengamalkan apa yang ia dakwahkan. Sehingga ia menjadi uswatunhasanah (teladan yang baik), perbuatannya selaras dengan ucapannya, dalam penyuluhan pertanian disebut metoda pembuktian untuk meyakinkan diantaranya demonstrasi plot , demonstrasi cara.

3.    Al-Ikhlâsh, yaitu dakwah dilakukan karena mengharap Ridlo Alloh SWT, tidak dimaksudkan karena riya`, tidak karena sum’ah, tidak karena mencari kedudukan yang tinggi, tidak karena kepemimpinan, tidak pula karena ambisi-ambisi duniawi, dalam penyuluhan pertanian merupakan bentuk semangat dan tanggungjawab terhadap profesi.

4.    Memulai dari permasalahan terpenting kemudian yang penting. Yaitu dakwah pertama kali adalah untuk memperbaiki aqidah dan akhlak ( iman, ilmu dan amal) maka dalam penyuluhan pertanian adalah merubah perilaku, sikap, dan keterampilan petani,

5.    Sabar atas segala resiko yang didapat di jalan dakwah kepada (agama) Allah. Baik berupa kesulitan maupun gangguan manusia. Karena jalan dakwah bukan jalan yang terbentang penuh bunga, namun jalan tersebut diliputi dengan kesulitan dan penuh resiko, demikianpun sama halnya dengan penyuluhan pertanian seorang penyuluh diharapkan pantang menyerah menghadapi berbagai tantangan dan kendala

6.    Menjadi tauladan/uswatun hasana, seorang penyuluh pun harus menjadi panutan bagi petani, sehingga petani yakin dengan apa yang dianjurkan penyuluh.

c. Persamaan metoda

Metoda  adalah Cara penyampaian materi ,informasi atau pesan.

Baik dakwah maupun penyuluhan pertanian memiliki persamaan dalam metodanya.

Metoda penyuluhan adalah Cara penyampaian materi ,informasi atau pesan  penyuluhan oleh penyuluh pertanian kepada petani dan keluarganya secara langsung maupun tidak langsung agar mau dan mampu melaksanakan inovasi/teknologi. Sedangkan Metoda dakwah  adalah cara mengajakan, menyeru untuk beriman dan taat kepada Alloh SWT sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam.

Metoda Penyuluhan

1. berdasarkan teknik komunikasi

           a, langsung

b, tidak langsung

2. Berdasarkan jumlah sasaran

a, Perorangan

b, kelompok

c, massal

3. Berdasarkan indera penerima

a, Audio
b, Visual
c,  audio Visul/gabungan beberapa indera, contoh; demonstari cara, hasil, pameran

Metode Dakwah

Dalam beberapa ayat  Al-Quran menunjukkan pengertian dakwah sebagai ajakan ke jalan Allah SWT (syariat Islam), ajakan kepada kebaikan, serta mencegah kemunkaran atau kebatihan.

"Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik". [QS. An-Nahl:125].

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". [QS. Fushshilat:33].

"Dan hendaklah ada dari kamu satu umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung". [QS. Ali Imran:104].

"Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka ke (jalan) Rabb-mu, dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb". [QS. Al Qashshash:87].

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah". [QS. Ali Imran:110].  

Metode atau cara dakwah juga tergambar dalam ayat di atas, yakni dalam QS. An-Nahl:125, yaitu dengan (1) hikmah, (2) pelajaran yang baik, dan (3) bantahlah (argumentasi) yang lebih baik.

Dari ayat ini kemudian para ulama memberikan tafsiran dan pengembangan tentang metode dakwah sebagai berikut:

1. Dakwah Fardiah

Dakwah Fardiyah adalah dakwah yang dilaksanakan oleh pribadi-pribadi kaum Muslim dengan cara komunikasi antarpribadi, one to one, seseorang kepada orang lain (satu orang), atau seseoreang kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.

2. Dakwah Ammah

Dakwah Ammah adalah metode dakwah yang umum dilakukan oleh seorang juru dakwah, ustadz, atau ulama. Biasanya berupa komunikasi lisan (pidato, ceramah, tausiyah, khotbah) yang ditujukan kepada orang banyak.

3. Dakwah Bil Lisan

Dakwah Bil Lisan yaitu metode dakwah melalui perkataan atau komunikasi lisan (speaking), seperti ceramah, khotbah, atau dialog.

4. Dakwah Bil Hal

Dakwah Bil Hal disebut juga Dakwah Bil Qudwah, yaitu metode dakwah melalui sikap, perbuatan, contoh, atau keteladanan, misalnya segera mendirikan sholat begitu terdengar adzan, membantu kaum dhuafa atau fakir-miskin, mendanai pembangunan masjid atau membantu kegiatan dakwah, mendamaikan orang yang bermusuhan, bersikap Islami, dll.

5. Dakwah Bit Tadwin

Dakwah Bit Tadwin disebut juga dakwah bil qolam dan dakwah bil kitabah, yaitu metode dakwah melalui tulisan, seperti menulis artikel, buku, menulis di blog, status di media sosial, dll.

6. Dakwah bil Hikmah

Dakwah bil hikmah artinya dakwah dengan bijak, persuasif, dan sesuai dengan kondisi atau keadaan objek dakwah (mad'u). Dakwah bil Hikmah merangkum semua metode dakwah sebelumnya. Dakwah Bil Hikmah bisa dipahami sebagai dakwah yang sesuai dengan tuntutan zaman, tuntutan kebutuhan, atau sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga efektif

   

                                                                                                 KESIMPULAN

 

Penyuluhan dan dakwah mengandung nilai dan semangat yang sama, yaitu mengajak, menyeru, memberitakan pesan, agar yang diajak, diseru dan penerima pesan  dalam perilakunya (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) atau dalam (ilmu, Iman dan amal) berubah kearah yang lebih baik .

Semoga tulisan ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semuan wallohul muwafiq ila aqwamith thoriq wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

 

DAFTAR PUSTAKA 

https://www. alamindahsemesta.wordpress.com/2015/01/29/metoda-penyuluhan-pertanian/