Guna meningkatkan daya saing berbagai komoditi pertanian pada era globalisasi ini, dituntut pengembangan teknologi pertanian secara terpadu dan terencana dalam mendapatkan nilai tambah setiap produk/komoditi pertanian. Selain itu, pembangunan pertanian difokuskan kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produksi. Untuk mencapai hal tersebut harus dimulai dengan menyusun rancangan inovasi teknologi yang akan diterapkan melalui berbagai percontohan dan akan menjadi suatu model untuk dikembangkan secara lebih luas, salah satunya ialah model sistim integrasi tanaman ternak (SITT) yang dalam hal ini tanaman padi terintegrasi dengan ternak sapi. Adapun sasaran sistim integrasi ini untuk; pengembangan dan efisiensi penggunaan sumberdaya pertanian, meningkatkan daya saing produk pertanian serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat berdasarkan model usaha pertanian terpadu berdasarkan prinsip zero waste dengan pemanfaatan potensi limbah tanaman padi (jerami) sebagai sumber pakan ternak sapi dan pemanfaatan kotoran ternak sapi sebagai bahan pupuk organik kompos. Dengan inovasi teknologi yang tepat, limbah tanaman dapat diubah menjadi bahan pakan sumber serat bagi ternak ruminansia (sapi). Seperti halnya jerami limbah tanaman padi, setelah diolah berupa jerami fermentasi akan memberi kontribusi dalam penyediaan pakan ternak sapi. Pemanfaatan limbah jerami diolah dalam bentuk jerami fermentasi, dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi dan dapat meningkatan kecernaan maupun kandungan protein kasarnya (PK) sampai menjadi 7 – 8%. Selain itu, jerami padi fermentasi ini dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Dilain sisi ternak sapi berperan sebagai pabrik kompos dengan bahan baku limbah kotoran sapi, yang pada akhimya kompos tersebut dipergunakan sebagai bahan pupuk organik bagi tanaman padi. Dan sangat mempunyai peranan penting dalam perbaikan sifat fisik, kimia dan biologis tanah sawah. Dampak dari pelaksanaan percontohan pengolahan kompos dilakukan di lahan usaha oleh peternak, dan penerapan inovasi kompos langsung dicontohkan oleh petani padi. Terhadap pengembangan inovasi pengolahan kompos, telah membuka wawasan petani maupun peternak akan manfaat dan hasil pengolahan kotoran ternak sebagai bahan dasar pembuatan kompos pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan sawah. Sedangkan penerapan inovasi kompos dilahan sawah, berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas dan pengetahuan petani maupun kelompoknya sebagai upaya proses diseminasi inovasi teknologi oleh pengguna. Selain itu penggunaan pupuk kompos ini juga memberikan dampak pada; pengoptimalan pemanfaatan limbah kotoran ternak sapi, dan pengurangan pencemaran lingkungan akibat bau yang ditimbulkan maupun gas methan yang merupakan sumber emisi gas rumah kaca (GRK). Sekaligus juga akan mewujudkan akselerasi pembangunan pertanian ramah lingkungan. Hasil kajian diseminasi inovasi integrasi tanaman padi-ternak sapi yang dilakukan melalui percontohan aplikasi kompos limbah kotoran sapi langsung dilahan petani, dapat meningkatkan produktivitas padi sebesar 48,57% dibanding sebelum menggunakan kompos. Secara keseluruhan terlihat adanya peningkatan pendapatan sebesar 56,89% dibanding sebelum apilkasi sistim intergrasi padi-ternak sapi. Dari hasil survei pada petani peternak anggota kelompoktani yang tergabung di lokasi kegiatan, terhadap pengetahuan tentang inovasi yang berkaitan dengan integrasi padi-ternak sapi. Terlihat adanya peningkatan pengetahuan petani peternak terhadap inovasi yang berkaitan dengan kegiatan usahatani berbasis integrasi padi-ternak sapi sebesar 61,40% dihitung berdasarkan indikator kinerja sebelum dan sesudah diseminasi inovasi teknolgi langsung oleh pengguna (Ruswendi).