Keberagaman kondisi geografis dan sosial ekonomi di Indonesia menuntut adanya pendekatan yang berbeda-beda dalam mewujudkan ketahanan pangan. Artikel ini akan mengulas bagaimana optimalisasi ketahanan pangan dapat dilakukan melalui diferensiasi tata kelola di tingkat desa. Dengan menggali potensi lokal dan mengatasi tantangan yang spesifik, diharapkan dapat tercipta kemandirian pangan yang berkelanjutan di seluruh pelosok negeri. Upaya mencapai ketahanan pangan yang optimal mulai dari tingkat desa merupakan langkah krusial dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Berikut beberapa upaya yang dapat dilakukan: Penguatan Produksi Lokal, berupa Diversifikasi tanaman, Peningkatan produktivitas, Pemberdayaan petani dan Pengembangan pertanian organik. Pengolahan Pasca Panen, berupa Pembangunan infrastruktur, Peningkatan nilai tambah dan Pengembangan kemasan. Distribusi dan Pemasaran, berupa Pendirian pasar local, Kerjasama dengan koperasi dan Pemanfaatan teknologi informasi. Konsumsi Pangan Lokal, berupa Promosi pangan local, Pengembangan kuliner local dan Kerjasama dengan sekolah dan institusi. Pengelolaan Sumber Daya Alam, berupa Konservasi lahan, Pengelolaan air secara berkelanjutan dan Pengembangan pertanian berkelanjutan. Keterlibatan Masyarakat, berupa Pembentukan kelompok tani, Sosialisasi program pemerintah dan Peningkatan kesadaran masyarakat. Peran Pemerintah, berupa Penyediaan infrastruktur, Penyediaan bantuan teknis dan Penyediaan kebijakan yang mendukung. Dengan menerapkan upaya-upaya di atas secara terpadu, diharapkan ketahanan pangan di tingkat desa dapat ditingkatkan secara signifikan, sehingga dapat berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Penulis : ISKANDAR S, SP. (PP Madya Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis Propinsi Riau)