Pendahuluan Pandemi Covid-19 dan bencana kekeringan pada tahun 2020 ini disinyalir akan menyebabkan terjadinya krisis Pangan dunia, dan untuk mengatasinya adalah saat ini kita harus memprioritaskan kebutuhan pangan dalam negeri. Sektor pertanian merupakan andalan untuk dapat bertahan dimasa krisis ini, dan Kementerian Pertanian pun telah melaksanakan upaya strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan tersebut, salah satunya adalah melalui Diversifikasi pangan lokal dengan pemanfaatan pangan alternatif yang dikembangkan di pekarangan. Melalui upaya ini masyarakat diharapkan mampu menyediakan pangan secara mandiri dan dapat menghemat pengeluaran keluarga. Bertanam berbagai jenis tanaman dengan memanfaatan pekarangan mempunyai potensi yang tinggi untuk dapat diterapkan, dikarenakan pekarangan mempunyai 5 fungsi hidup yaitu (1) warung hidup, (2) apotik hidup, (3) lumbung hidup, (4) bank hidup dan (5) estetika. Sebagai warung hidup pekarangan diharapkan dapat menyediakan kebutuhan hijauan sehari hari yang biasanya di beli di pasar/warung. Sebagai apotik hidup pekarangan berfungsi sebagai penyedia tanaman obat keluarga, sebagai lumbung hidup pekarangan diharapkan dapat menyediankan tanaman sumber karbohidrat untuk keluarga. Sebagai bank hidup pekarangan dapat menyediakan sumber pendapatan dari tanaman tahunan yang menghasilkan uang. Dan sebagai fungsi estetika tanaman yang dinikmati adalah keindahannya. Semua fungsi hidup pekarangan dan optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan dapat diimplementasikan melalui kegiatan Taman Agroinovasi (Tagrinov). Tagrinov Taman Agro Inovasi adalah miniatur dari muara Balitbangtan dimana ditampilkan berbagai komoditas strategis yang bisa direplikasi secara ekonomi dan dilengkapi dengan Tagrimart yang menyatukan antara on farm dan off farm. Taman Agro Inovasi (Tagrinov) meruapakan display teknologi inovatif pemanfaatan lahan pekarangan yang terkonsep dalam bentuk taman dan mencerminkan penataan area lahan pekarangan secara optimal. Display inovatif tersebut diantaranya inovasi media tanam, teknologi persemaian dan perbanyakan tanaman, teknologi pola tanam, teknologi budidaya, teknologi ramah lingkungan dengan insektisida organik, dan teknologi pemupukan organik serta hidroponik. Warung Hidup Warung hidup adalah upaya agar pekarangan menghasilkan sesuatu yang sehari-hari biasa di beli dari warung. Kriteria tanaman sebagai warung hidup adalah lahan yang dimanfaatkan dengan menanami tanaman (sayuran, bumbu/rempah), pemeliharaan ternak maupun ikan yang dapat dipanen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kategori bentuk dalam warung hidup adalah pertamanan di lahan pekarangan, pertamanan di media tanam (pot, polybag, plastik bekas, ember, karung dan bambu), pemeliharaan ternak penghasil daging dan telur (ayam, itik dan lainnya), pemeliharaan ikan konsumsi (lele, nila dan lainnya). Jenis tanaman dalam warung hidup adalah sayuran (bayam, kangkung, daun bawang, sawi, terung, cabe dan sebagainya) dan bumbu/rempah (jahe, kencur, kunyit, sereh dan sebagainya). Pemanfaatan pekarangan sebagai warung hidup tentu saja mempunyai beberapa keuntungan diantaranya (1) mengurangi pengeluaran pembelian sayuran, daging, telur, maupun ikan, (2) kebutuhan asupan gizi keluarga terpenuhi melalui konsumsi sayuran dan protein hewani, (3) kesegaran lingkungan sekitar, (4) pemanfaatan daun yang berguguran sebagai bahan pupuk organik, (5) hobi yang mendatangkan nilai tambah. Apotek Hidup Pekarangan sebagai apotik hidup berfungsi untuk menyediakan tanaman berkhasiat obat untuk keperluan sehari-hari keluarga, selain itu juga bermanfaat membuat lingkungan lebih asri, tenang dan hijau. Tanaman yang ditanam sebagai apotik hidup adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat dan khasiat obat bagi kesehatan keluarga diantaranya adalah lidah buaya, sirih, kumis kucing. Selain berkhasiat obat juga yang tanaman sebagai bahan pangan contohnya adalah kunyit, lengkuas, kencur, jahe. Juga tanaman berkhasiat obat dan memiliki nilai keindahan diantaranya lavender, lada perdu, tapak dara dan sebagainya. Tanaman lidah buaya berkhasiat sebagai pelembab kulit, kecantikan, mempercepat proses penyembuhan luka, anti inflamasi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan sebagainya. Tanaman sirih berkhasiat antara lain menghentikan mimisan, obat gusi berdarah, mengobati sakit perut, obat gatal alergi dan lainnya. Kumis kucing khasiat diantarnya adalah anti bakteri, mengobati ginjal, mengatasi gula darah dan diabetes dan masih banyak khasiat lainnya. Sedangkan jenis temu-temuan antara lain jahe, kencur, kunyit dan lengkuas bisa dijadikan sebagai bahan pokok membuat jamu dan minuman kesehatan. Lumbung Hidup Pekarangan sebagai lumbung hidup artinya pekarangan mampu menyediakan sumber karbohidrat bagi keluarga, dan bermanfaat sebagai cadangan pangan ditingkat rumah tangga. Jenis tanaman yang dapat ditanam adalah tanaman yang menghasilkan sumber karbohidrat antara lain jagung, talas, garut, singkong, ubi jalar. Sebagai cadangan pangan keluarga tanaman penghasil karbohidrat ini memiliki masa panen yang lebih lama dibanding jenis tanaman sayuran daun seperti jagung panen pada umur 3 bulan, ubi kayu panen umur 7-12 bulan, ubi jalar panen umur 4-5 bulan. Bank Hidup Bank hidup merupakan tanaman di lahan pekarangan yang memiliki nilai investasi jangka panjang yang bisa menambah penghasilan pendapatan rumah tangga, biasanya termasuk kedalam komoditas tanaman tanhunan atau tanaman keras. Namun tanaman sebagai bank hidup dalam budidayanya memerlukan halaman yang cukup luas. Beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam sebagai bank hidup diantaranya adalah tanaman buah-buahan dan tanaman penghasil kayu. Tanaman buah-buahan seperti rambutan, durian, sukun, mangga, belimbing, salak, lengkeng, jambu, alpukat dan sebagainya. Tanaman penghasil kayu antara lain albasia, mahoni, jati dan lainnya. Estetika Tanaman Pemanfaatan pekarangan sebagai estetika adalah menikmati keindahannya yang bisa dikemas dalam bentuk taman yang cantik. Taman rumah yang indah dan estetik dapat digunakan sebagai sarana relaksasi bagi keluarga, penyaluran hobi dan penghilang stress. Untuk menata taman yang indah harus dipilih jenis tanaman yang sesuai dengan iklim sekitar dengan tujuan agar tanaman dapar tumbuh optimal dan terlihat menarik. Untuk taman yang sempit, maka tanaman yang dipilihpun adalah tanaman yang berukuran kecil namun jika taman cukup luas bisa ditambahkan dengan pohon besar yang berfungsi sebagai pelindung. Tata letak tanaman juga akan mempengaruhi fungsi estetik taman, ketinggian dan kerimbunan tanaman seta kebutuhan akan cahaya merupakan hal yang harus diperhatikan. Taman yang sempit bisa menggunakan vertikal garden sebagai nilai estetiknya atau yang terbatas lahannya juga bisa disiasati dengan hidroponik atau tabulampot.