Kota Cilegon merupakan kota otonomi, secara keseluruhan Luas wilayah kota Cilegon 175,50 Km², terbagi dalam 8 wilayah Kecamatan dan 43 wilayah Kelurahan. Kota Cilegon memiliki iklim tropis dengan temperatur berkisar antara 21,3 ºC - 31,9 ºC dan curah hujan rata-rata 127 mm per bulan. Sebagian besar lahan di kota Cilegon tergolong dalam lahan tegal luasnya mencapai 6.365 ha. Lahan Sawah nilainya 2.192 ha. Lahan sawah cukup Potensi untuk tanaman pangan dan hortikultura. Berdasarkan tata guna lahan 12,39% merupakan lahan sawah, 24,57% adalah pekarangan/bangunan dan halaman, 36,32% adalah tegalan dan kebun, 19,74% digunakan untuk lainya. Sementara itu lahan yang pada saat ini belum dimanfaatkan luasnya 6,98%. Tanaman pangan meliputi tanaman padi, palawija,sayuran dan buah-buahan. Tanaman pangan terpenting di kota Cilegon adalah padi dengan luas tanaman 2.457 ha dengan produksi total 13.499 ton. Pola Konsumsi pangan mayarakat belum menyadari tentang pemeliharaan gizi optimal dan konsumsi pangan bergizi, beragam, berimbang, aman dan halal. Untuk mencapai dan memelihara kesehatan maupun status gizi secara optimal maka seseorang perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi secara seimbang. Hal ini dapat diperoleh dari anekaragam pangan (makanan) secara proporsional. Jika masyarakat mengkonsumsi beranekaragam pangan secara seimbang maka akan tercapai derajat kesehatan yang optimal, sekaligus melestarikan sumberdaya alam dan lingkungan sehingga keberlanjutan ketahanan pangan dan kualitas lingkungan yang baik-pun akan terjaga. Oleh karena itu, konsumsi pangan beragam bergizi seimbang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan lingkungan hidup (PLH) Maksud dan Tujuan dari kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan (P2KP) adalah : ¢ Usaha penganekaragaman konsumsi pangan adalah usaha untuk menyediakan berbagai ragam produk pangan baik dalam jenis maupun bentuk, sehingga tersedia banyak pilihan bagi konsumen untuk menu pangan harian. ¢ Mengembangkan proses pengolahan pangan lokal yang dapat meningkatkan mutu (keamanan pangan, nilai gizi, cita rasa dan penampilan, daya simpan) dan keragaman produk olahan pangan lokal yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi. ¢ Mengembangkan teknologi tepat guna untuk peralatan pengolahan produk olahan pangan lokal. Teknologi ini diperlukan karena sasaran penggunaannya sebagian besar adalah petani/masyarakat yang pendidikannya rendah. ¢ Mengembangkan kegiatan kemitraan antara petani penghasil bahan baku dengan pengrajin/industri pengolahan pangan. Kegiatan ini diperlukan untuk menjamin pemasaran produk bagi petani serta kontinyuitas suplai bahan baku bagi industri. ¢ Meningkatkan keahlian/keterampilan pelaku dan tenaga lapang sektor pertanian, perindustrian dan kesehatan dalam pengembangan produk olahan pangan lokal. ¢ Mengembangkan pangan lokal melibatkan berbagai instansi terkait seperti pertanian, kesehatan, perdagangan, koperasi, tenaga kerja dan lembaga keuangan. Tanpa adanya mekanisme kelembagaan antar sektor terkait dalam pembinaan pengembangan pangan lokal ini tak mungkin tujuan pengembangan pangan lokal akan terwujud. Kegiatan P2KP Tahun 2010 Di Kota Cilegon mendapatkan alokasi 10 Kelompok Wanita Tani Optimalisasi Lahan Pekarangan dan 10 kelompok bisnis pangan lokal berbasis tepung-tepungan, pada pelaksanaanya sudah berjalan dengan baik dalam hal ini bansos sudah dialokasikan sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Anggaran (RKKA) yang dibuat oleh masing-masing kelompok dengan arahan dan pembinaan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Pembinaan yang dilakukan oleh PPL dengan metode sekolah lapangan dilakukan setiap minggu kepada masing-masing kelompok, ini diharapkan masing-masing kelompok dapat memahami dan melaksanakan kegiatan dengan baik dan benar yang pada akhirnnya tujuan untuk menyediakan berbagai ragam produk pangan baik dalam jenis maupun bentuk dapat terwujud, sehingga tersedia banyak pilihan bagi konsumen untuk menu pangan harian dan ketergantungan terhadap konsumsi beras dan terigu dapat berkurang secara bertahap sesuai dengan tujuan akhir dari program Diversifikasi Pangan. Beberapa Produk Bahan Pangan berbasis tepung-tepungan yang dikembangkan oleh kelompok ini diantaranya : tepung singkong, sukun, pisang dll. Kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) yang dilaksanakan di Kota Cilegon Tahun 2010 telah dialokasikan Bantuan Sosial kepada 10 Kelompok Wanita Tani optimalisasi lahan pekarangan dan 10 Kelompok Tani Bisnis Pangan berbasis tepung-tepungan dengan membuat demplot sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Kebutuhan Anggaran masing-masing Kelompok, telah berjalan dengan baik, sehingga tujuan untuk menyediakan berbagai ragam produk pangan pangan baik jenis maupun bentuk dapat terwujud. Sumber : BPMKP Kota Cilegon