Loading...

Packaging Sederhana Tanaman Untuk Menaikan Nilai Tambah Krisan

Packaging Sederhana Tanaman Untuk Menaikan Nilai Tambah Krisan
Kemasan atau packaging adalah ilmu, seni dan teknologi yang bertujuan untuk membantu membawa, melindungi sebuah produk saat akan dikirim, disimpan atau dijajakan menjadi tempat menata barang dengan penataan menarik. Serta diharapkan mempermudah penghobi tanaman hias untuk membawa tanaman hias dan tempat display menjadi satu. Krisan merupakan salah satu bunga potong maupun tanaman pot yang paling populer pada perdagangan internasional. Bunga krisan memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mempunyai karakter tidak mudah layu serta variasi warna dan bentuk bunga sangat beragam dibandingkan dengan bunga lain. Dari segi keunggulan usahatani, tanaman krisan mudah dibudidayakan, umur panen relatif pendek, bunga dapat dipanen serentak, waktu pembungaan, dan waktu panen dapat diatur sesuai kebutuhan pasar, misalnya ketika permintaan tinggi pada hari-hari besar nasional keagamaan, hari kemerdekaan, musim pernikahan, dan perayaan lainnya. Hal tersebut yang menyebabkan krisan menjadi salah satu komoditas andalan dalam pengembangan tanaman hias. Upaya peningkatan produksi dan mutu bunga krisan untuk memenuhi kebutuhan nasional, masih terhambat oleh rendahnya tingkat kemampuan teknologi yang dikuasai oleh petani, sedangkan untuk pasar ekspor masih menemui kendala, yaitu kualitas bunga yang dihasilkan kalah bersaing dengan produk dari luar negeri, rendahnya tingkat efisiensi produksi, kebijakan pemerintah yang belum banyak mendukung, kemampuan akses pasar internasional kurang, dan belum memiliki lisensi untuk pengembangan bunga krisan dari negeri asal bunga krisan. Untuk itu, perlu disusun program penelitian yang akan menghasilkan inovasi teknologi krisan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. permasalahan dalam pengelolaan usahatani krisan yang sering ditemui petani adalah penerapan teknologi baru. Hal tersebut berkaitan dengan permodalan yang dimiliki petani, tingkat pengetahuan dan keterampilan, struktur sosial, skala usaha, serta harga jual pada saat panen yang rendah. Dengan demikian, usaha petani tersebut menjadi kurang kompetitif di pasar dalam dan luar negeri serta tidak memberikan keuntungan yang optimal bagi pelaku agribisnis yang terlibat di dalamnya. Untuk hal itu maka bagi pelaku usaha perlu adanya inovasi teknologi krisan terbaru dimana teknologi baru akan memberikan keuntungan yang relatif lebih besar dari nilai yang dihasilkan teknologi lama maka kecepatan adopsi inovasi akan berjalan lebih cepat. Makin mudah teknologi baru untuk dipraktekkan maka makin cepat pula proses adopsi inovasi yang dilakukan petani. Oleh karena itu, agar proses adopsi dapat berjalan cepat maka penyajian inovasi harus lebih sederhana. Salah satu inovasi yang mudah dan sederhahan dalam pasca panen bnga krisan yang dapat menaikan nilai tambah adalah pacaging bunga krisan untuk mempertahankan tingkat penampilan atau kondisi tertentu sehingga suatu pekerjaan bisa diselesaikan secara aman dan efektif. Maka dibutuhkan SOP untuk panen yang optimal dan bertujuan untuk menjaga keutuhan bunga agar kualitas bunga tetap terjaga dan memberikan nilai ekonomis. Salah satu proses implementasi SOP tersebut antara lain proses pemanenan, pengemasan Panen harus dilakukan pada indeks ketuaan panen yang tepat, karena kualitas bunga sesudah panen tidak dapat diperbaiki, tetapi paling tidak dapat dipertahankan. Teknologi panen mencakup indeks ketuaan panen, waktu panen, alat panen, dan cara panen. Permasalahan utama yang dihadapi dalam kegiatan pascapanen adalah sifat bunga krisan yang mudah rusak (perishable) sehingga perlu penanganan agar tidak terjadi penyusutan hasil yang tinggi dan berdampak pada penurunan pendapatan. Hal paling mendasar yang sangat penting dilakukan adalah menyediakan bunga krisan yang tahan layu di pasaran, dengan risiko kerusakan yang minimal. Salah satunya adalah perlu adanya teknologi pascapanen yang berkaitan dengan upaya mengurangi kerusakan setelah panen. Komponen inovasi teknologi yang terdapat pada sistem pascapanen krisan kali ini adalah pengemasan dimaksudkan menjaga agar bunga terhindar dari kerusakan sehingga kualitas bunga terjaga. Waktu panen yang paling baik adalah pagi hari pada saat belum terik matahari dan aktivitas asimilasi belum maksimal sehingga kesegaran bunga lebih tahan lama dibandingkan jika dipanen pada sore hari. Selanjutnya tujuan Packaging antara lain adalah; Physical Production yakni melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya. Barrier Protection yakni melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu dan Containment or Agglomeration yakni benda-benda kecil biasanya dikelompokkan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan Information transmission yakni informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label. Reducing Theft yakni kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik menunjukkan tanda-tanda pembukaan sangat membantu dalam pencegahan pencurian paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti-pencurian. Conveniece yakni fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali. Marketing yakni kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk. Selanjutnya kita laukan packaging yang bias dilakukan kegiatan jual dan beli secara online yang akan dikirim ke dalam kota hingga luar kota dengan packing tanaman hias yang tepat agar tak rusak selama diperjalanan. Packing tanaman hias (Krisan) dengan benar dan tepat untuk menjaga tetap segar dan aman selama diperjalanan pengiriman langkah-langkah berikut ; 1. Siapkan Tanaman Hias dan Peralatan Packing: Pertama, siapkan tanaman hias yang akan dikirim. Lalu, siapkan peralatan packing yang dibutuhkan untuk mengemas tanaman hias mulai dari plastik, kertas, dan kardus yang kuat. 2. Bungkus Bagian Tanah Tanaman dengan Plastik. Langkah selanjutnya adalah membungkus bagian tanah tanaman dengan kantong plastik terus diikat atau rekatkan dengan kuat sehingga tanaman tidak mudah goyang. 3. Lapisi Bagian Daun dengan Kertas. 4. Masukkan Tanaman ke Dalam Dus yang Kuat dan disesuaikan dengan tanaman hias yang akan dikirim. Kemudian, tutup dus dengan rapat dan tempelkan stiker untuk intruksi pengiriman. Demikian naskah yang saya buat semoga bermanfaat untuk kita semua Ditulis oleh : Dalmadi BBSIP Bogor Sumber : Ditjen Hortikultura, https://paxel.co/id/berita-dan-promo/tips-packing-tanaman-hias-agar-tetap-segar-selama-pengiriman dan Berbagai sumber media elektronik lainnya (Internet) Gambar : Dalmadi sumber lainnya