Loading...

PACU PERCEPATAN TANAM DAN KEJAR TARGET LTT

PACU PERCEPATAN TANAM DAN KEJAR TARGET LTT
Berbagai upaya dilakukan untuk mempercepat proses penanaman di lapangan, seperti penyediaan bibit dan pupuk, serta penyuluhan kepada petani. Kegiatan budidaya padi pada periode pertama tahun 2025 ini, telah mendapatkan dukungan pemerintah secara langsung dan telah dibuktikan dengan adanya bantuan sarana produksi berupa benih, pupuk organik dan dolomit sebagai stimulus percepatan tanam yang sangat membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya produksi petani. Setalah mendapatkan benih unggul varietas Inpari 32 yang didistribusikan langsung ke petani pada 24 maret 2025 lalu, sebagian petani langsung memulai kegiatan penyemaian sedangkan sebagian lagi akan menyusul menyesuaikan waktu hari raya Idul Fitri. Penyemaian padi biasanya dilakukan selama 2 atau 3 minggu, namun apabila lahan tanam terserang hama keong makan penyemaian akan dilakukan selama 1 bulan sebelum bibit siap dipindah tanam ke sawah. Setelah bibit telah berkecambah dan memiliki daun tiga hingga empat helai, maka bibit siap untuk ditanam. Penyuluh pertanian terus mendorong petani agar segera melakukan tanam padi sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta akan terus memberikan pendampingan teknis terkait budidaya padi, pengelolaan lahan, dan penggunaan sarana produksi. Setiap kegiatan tanam padi diwilayah binaan penyuluh ini akan dilaporkan oleh penyuluh pertanian setiap hari sebagai salah satu bagian pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT) melalui aplikasi khusus seperti ePusluh. LTT adalah luas lahan yang ditanami baru atau tambahan dari lahan yang sudah ada dalam periode tertentu. Tujuan LTT adalah meningkatkan produksi komoditas pertanian, khususnya padi, untuk mencapai swasembada pangan dan meningkatkan efisiensi penggunaan lahan pertanian. LTT bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian, terutama padi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada impor. Kemudian dapat memaksimalkan potensi lahan yang ada untuk menghasilkan komoditas pertanian yang lebih banyak. Pencapaian target LTT memerlukan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani. Target LTT Padi di Kecamatan Mandau pada musim tanam pertama atau periode april dan mei 2025 adalah seluas 162 hektar pada lahan reguler atau lahan non oplah. Hasil akumulasi data yang diperoleh pada 30 April 2025, menunjukkan bahwa pencapaian LTT di Kecamatan Mandau periode April adalah seluas 12 hektar dengan total target tambah tanam seluas 12 hektar untuk kelurahan Talang Mandi dan pencapaian LTT seluas 51,5 hektar untuk total target tambah tanam 150 hektar lahan tanam di Desa Harapan Baru. Sehingga pencapaian target yang perlu dikejar pada periode Mei adalah seluas 98,5 hektar di Desa Harapan Baru. Upaya percepatan tanam dan pemenuhan target LTT ini akan terus digesa sehingga angka produktivitas padi di daerah dapat terus meningkat sehingga dapat berkontribusi dalam upaya swasembada pangan. Penulis : Rizki Aprelia, S.P (Penyuluh Pertanian Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau)April 2025