Padi varietas Margasari merupakan salah satu padi pasang surut varietas unggul nasional. Varietas ini di hasilkan pada tahun 2000, berumur 120 - 125 hari dan dapat menghasilkan padi 3 - 4 ton per hektar dengan nasi pera. Padi ini cocok ditanam pada lahan pasang surut dengan keasaman (pH) 4, tahan dan toleran terhadap keracunan besi. Benih Bermutu Benih adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan tanaman. Penggunaan benih bersertifikat, dan benih dengan kemurnian dan daya kecambah yang tinggi sangat dianjurkan, karena dapat menghasilkan bibit yang sehat , anakan yang banyak dan akar yang kuat. Selain itu juga akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam, sehingga pada saat bibit dipindah pada lahan pertanaman akan menjadi tanaman yang tumbuh lebih cepat dan tegar, serta akan memberikan hasil yang tinggi. Benih bermutu tinggi dapat dilihat dari beberapa ha, antara lain: ? Daya kecambah lebih dari 90 persen. Hal ini dapat ditentukan dengan cara: 1) Siapkan kain ukuran 20 cm x 30 cm; 2) Siapkan benih sebanyak 100 butir kemudian direndam dalam air selama ± 2 jam; 3) Benih yang sudah direndam diletakkan di atas kain yang sudah dibasahi/lembab; 4) Setelah 3-5 hari kemudian hitung benih yang berkecambah. Jika benih yang berkecambah lebih dari 90 butir, berarti benih tersebut bermutu tinggi. ? Tidak tercampur dengan jenis padi atau biji tanaman lain. Hal ini dapat dilihat dari bentuk benih varietas Margasari yang ramping dan berwarna kuning bersih. ? Bersertifikat. Penggunaan benih bersertifikat atau berlabel dapat menjamin identitas dan tingkat kemurnian varietas, sehingga standar mutu benih terpenuhi. Bibit Dalam perkembangbiakkan secara generatif, bibit biasanya diperoleh dari benih yang disemaikan. Untuk menjadi bibit, benih varietas margasari disemai terlebih dahulu. Bibit yang dianjurkan ditanam di lahan pasang surut sebaiknya menggunakan bibit yang lebih tua atau yang berumur 21- 30 hari. Persemaian dapat dilakukan dengan cara persemaian basah atau persemaian kering. Persemaian basah disiapkan dengan cara benih direndam selama 12-24 jam, kemudian diangkat dan dibiarkan berkecambah selama 1-2 hari. Kecambah ini lalu disebar pada lahan yang berair (macak-macak) tapi tidak terluapi air pada saat pasang. Persemaian kering pada dasamya sama dengan persemaian basah. Namun benih langsung disemai tanpa direndam. Tempat persemaian dibuat di guludan. Setelah benih disebar di taburi dengan tanah halus atau abu sekam. PENANAMAN Penanaman dapat menggunakan beberapa cara antara lain: - Tanam Pindah (Tapin) dengan sistem Tegel. Gunakan 2-3 bibit/rumpun, jarak tanam (20 x 20 cm atau 25 x 25 cm). - Tapin - Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Contoh: Legowo 2 : 1 (40 x 20 x 10 cm) cara tanamnya berselang-seling 2 baris dan 1 baris kosong. - Tabela (Tanam Benih Langsung), Benih direndam 24 jam, kemudian diperam atau dianginkan 12 jam, lalu ditanam di sawah lahan pasang surut.(Shalimar Andaya Nia) Sumber: 1. Deskripsi Padi Varietas Martapura, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008 2. I Wayan Suastika, dkk., 1997.Budidaya Padi Sawahdi lahan pasang surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 3. PTT Padi Rawa Pasang Surut, BPTP Kalsel, 2007 Deskripsi Padi Varietas Margasari: Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} Nama Varietas Kategori Tahun Tetua Rataan Hasil Pemulia Nomor seleksi Golongan Umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanaman Anakan pruduktif Warna kaki Warna batang Warna telinga daun Warna lidah daun Muka daun Warna daun Posisi daun Daun bendera Bentuk gabah Warna gabah Kerontokan Tangkai malai Kerebahan Tekstur nasi Berat 1000 butir Kadar amilosa Hasil Ketahanan terhadap hama Penyakit Keterangan : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Margasari Varietas lokal (landrace) 2000 Siam unus/Cisokan 3-4 t/ha S. Sulaiman, M. Imberan, Sutami, Izhar Muhammad KAL 9414d-Bj-63-1 Cere 120-125 hari Intermidiet 120-130 cm Sedang (10-19 batang) Hijau Hijau Hijau pucat Hijau Agak kasar Hijau Agak terkulai Sebagian datar- miring Ramping Kuning bersih Mudah rontok Keluar penuh Agak rentan Sedang 21 gram 27 % 3-4 t/ha Agak rentan wereng coklat (Bph 2) Agak rentan hawar pelepah daun, tahan blas leher Cocok untuk padi pasang surut (pH 4), toleran keracunan besi