Padi varietas Mendawak merupakan salah satu padi pasang surut varietas unggul nasional. Varietas ini di hasilkan pada tahun 2001, berumur 115 hari dan dapat menghasilkan padi rata-rata 3,98 ton per hektar dengan rasa nasi enak pulen. Padi ini cocok ditanam pada lahan rawa potensial, bergambut dan sulfat asam, karena toleran terhadap keracunan Fe, agak toleran keracunan Al, tetapi agak rentan kegaraman. Benih Bermutu Benih adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak atau mengembangbiakkan tanaman. Penggunaan benih bersertifikat, dan benih dengan kemurnian dan daya kecambah yang tinggi sangat dianjurkan, karena dapat menghasilkan bibit yang sehat , anakan yang banyak dan akar yang kuat. Selain itu juga akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan yang seragam, sehingga pada saat bibit dipindah pada lahan pertanaman akan menjadi tanaman yang tumbuh lebih cepat dan tegar, serta akan memberikan hasil yang tinggi. Benih bermutu tinggi dapat dilihat dari beberapa hal, antara lain: Daya kecambah lebih dari 90 persen. Hal ini dapat ditentukan dengan cara: 1) Siapkan kain ukuran 20 cm x 30 cm; 2) Siapkan benih sebanyak 100 butir kemudian direndam dalam air selama ± 2 jam; 3) Benih yang sudah direndam diletakkan di atas kain yang sudah dibasahi/lembab; 4) Setelah 3-5 hari kemudian hitung benih yang berkecambah. Jika benih yang berkecambah lebih dari 90 butir, berarti benih tersebut bermutu tinggi. Tidak tercampur dengan jenis padi atau biji tanaman lain. Hal ini dapat dilihat dari bentuk benih varietas Mendawak yang sedang dan berwarna kuning bersih. Bersertifikat. Penggunaan benih bersertifikat atau berlabel dapat menjamin identitas dan tingkat kemurnian varietas, sehingga standar mutu benih terpenuhi. Bibit Dalam perkembangbiakkan secara generatif, bibit biasanya diperoleh dari benih yang disemaikan. Untuk menjadi bibit, benih varietas Mendawak disemai terlebih dahulu. Bibit yang dianjurkan ditanam di lahan pasang rawa sebaiknya menggunakan bibit yang lebih tua atau yang berumur 21- 30 hari. Persemaian dapat dilakukan dengan cara persemaian basah atau persemaian kering. Persemaian basah disiapkan dengan cara benih direndam selama 12-24 jam, kemudian diangkat dan dibiarkan berkecambah selama 1-2 hari. Kecambah ini lalu disebar pada lahan yang berair (macak-macak) tapi tidak terluapi air pada saat pasang. Persemaian kering pada dasamya sama dengan persemaian basah. Namun benih langsung disemai tanpa direndam. Tempat persemaian dibuat di guludan. Setelah benih disebar di taburi dengan tanah halus atau abu sekam. PENANAMAN Penanaman dapat menggunakan beberapa cara antara lain: - Tanam Pindah (Tapin) dengan sistem Tegel. Gunakan 2-3 bibit/rumpun, jarak tanam (20 x 20 cm atau 25 x 25 cm). - Tapin - Jajar Legowo 2 : 1 dan 4 : 1. Contoh: Legowo 2 : 1 (40 x 20 x 10 cm) cara tanamnya berselang-seling 2 baris dan 1 baris kosong. - Tabela (Tanam Benih Langsung), Benih direndam 24 jam, kemudian diperam atau dianginkan 12 jam, lalu ditanam di sawah lahan rawa pasang surut.(Shalimar Andaya Nia) Sumber: 1. Deskripsi Padi Varietas Martapura, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2008 2. I Wayan Suastika, dkk., 1997.Budidaya Padi Sawahdi lahan pasang surut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 3. PTT Padi Rawa Pasang Surut, BPTP Kalsel, 2007 Deskripsi Padi Varietas Margasari: Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} Nama Varietas Kategori SK Tahun Tetua Rataan Hasil Pemulia Nomor seleksi Golongan Umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanaman Anakan produktif Warna kaki Warna batang Warna telinga daun Warna lidah daun Warna helai daun Muka daun Posisi daun Daun bendera Bentuk gabah Warna gabah Kerontokan Kerebahan Tekstur nasi Bobot 1000 butir Kadar amilosa Hasil Ketahanan terhadap hama Penyakit Keterangan : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Mendawak Varietas unggul nasional (released variety) 638/Kpts/TP.240/12/2001 tanggal 13 Desember 2001 2001 Mahsuri/Kelara 3.98 ton/ha Bambang K. Suwarno, T. Soewito dan Rini H., Teknisi : Sularjo,Supartopo, Sudarno, Ade Santika, Basaruddin Nasution dan Pantja HS B8055F-KN-6-2 Cere 115 hari Tegak 89 cm 13 batang Hijau Hijau Hijau Tidak berwarna Hijau Kasar Tegak Tegak sampai miring Sedang Kuning bersih Sedang Tahan Pulen 27 gram 22,90 % 3,98 t/ha Rentan terhadap wereng batang coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3 Agak tahan blas, agak tahan bercak daun coklat Toleran keracunan Fe, agak toleran keracunan Al, tetapi agak rentan kegaraman, baik untuk lahan rawa potensial, bergambut dan sulfat asam