Loading...

Padi Sawah (oryza Sativa) Varietas Bujang Marantau Adaptif Di Wilayah Junjung Sirih

Padi Sawah (oryza Sativa) Varietas Bujang Marantau Adaptif  Di Wilayah Junjung Sirih
Varietas padi sawah (Oryza sativa) var. Bujang Marantau merupakan padi lokal Kabupaten Tanah Datar yang telah didaftarkan sebagai padi unggulan oleh BPTP Sumatera Barat pada tahun 2015 dengan No. pendaftaran 163/PVL/2014. Adapun deskripsi varietasnya sebagai berikut: Tanaman: golongan cere, umur 135 – 140 HSS, bentuk serak, tinggi 100 – 110 cm, anak produktif 25 – 32 batang;Batang: warna kaki/pelepah hijau, warna internodia hijau muda, warna nodia hijau muda, kekuatan batang: kuat; Daun: bulu daun kasar,permukaan daun kasar, posisi daun miring, warna helai daun hijau, warna lidah: tidak berwarna, warna tepi: hijau, warna telinga:tidak berwarna, warna leher: tidak berwarna, lebar daun/panjang daun 1.2 – 1.5 cm / 25 – 30 cm, sudut daun bendera miring, lajuketuaan daun: sama; Bunga: leher malai: berleher, tipe malai: serak, panjang malai 21 – 26 cm, umur berbunga 105 – 110 HSS;Gabah/Bulir: kerontokan: mudah rontok, warna ujung gabah: sewarna dengan gabah, warna gabah: kuning jerami, bentuk gabahramping, agak pendek, ujung gabah (apiculus) : tidak berekor, jumlah gabah per malai 180 – 200 butir, tipe endosperm: tidakberperut, hasil 7.7 ton/Ha, bobot 1000 butir 20.51 gram, tekstur nasi pera; Beras: rendemen beras pecah kulit 73.75%, rendemenberas giling 64.75%, beras kepala 91.67%, butir patah 5.11%, butir mengapur 3.00%, butir kuning 0.00%, menir 0.22%. Kecamatan: Lima Kaum, Rambatan, Sungai Tarab,Salimpaung dan Batipuh Selatan, Padang Ganting (www.pvtpp.stjen.pertanian.go.id) Hasil pengambilan sampel ubinan di sawah Ibu Indrawati anggota kelompok tani Batu Tonggok Nagari Paninggahan, didapatkan hasil 5.0 kg gabah kering panen (GKP) setara dengan dengan 8.0 Ton/Ha GKP, jumlah biji per malai 186 buah, jumlah batang per rumpun 22 batang, dan jumlah rumpun per ubinan (2.5x2.5 m2). Hasil ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan padi varietas lainnya. Berdasarkan informasi dari para petani yang membudidayakan padi Bujang Marantau nasinya cukup baik diminati dan harga bersaing ( 12.000 ribu/kg). Produktivitas padi Bujang Marantau yang tinggi sebelumnya sudah dilaporkan oleh masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat dengan hasil per hektar 10.4 Ton/Ha GKP(www.metroandalas.co.id/2014). Budidaya padi sawah varietas Bujang Marantau hamper mirip dengan padi variaetas anak daro dimana kondisi pengairan harus optimal dan pertumbuhan anakannya cukup banyak. Kebutuhan pupuk dan gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT) tidak jauh berbeda dengan varietas anak daro. Kelemahan dari varietas padi Bujang Marantau yaitu gabahnya mudah rontok, sehingga waktu pemanenan dan cara pemanenan harus lebih optimal, artinya waktu pemanenan tidak dianjurkan terlalu masak (80-90%) bulir padi menguning. Anjuran mengurangi tingkat kerontokan gabah dengan penambahan pupuk KCl dan panen menggunakan sabit bergerigi atau combine harvester.Referensi:www.pvtpp.setjen.pertanian.go.iddwww.metroandalas.co.idPenulis:Suyitno,S.Pt,M.Pt ( PPL Nagari Paninggahan/THL TB PP)