Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun merupakan salah satu Kecamatan yang jumlah alih fungsi lahannya dari lahan sawah menjadi non sawah paling tinggi. M. Es merupakan salah satu petani yang masih tetap melakukan budidaya padi sawah diantara dentuman suara mesin PETI. Sistem tanam yang digunakan adalah sistem jajar legowo 2:1.Menurut Pak M. Es, ada beberapa alasan menggunakan sistem tanam jajar legowo 2:1, yaitu:1. Dengan Tip2 2:1 dapat memperbanyak jumlah rumpun 33,31% sehingga produksi bisa meningkat dengan luas lahan yang sama.2. Fotosintesis dan aliran udara untuk tanaman lebih bagus karena adanya ruang terbuka 40cm-50cm.3. Perawatan tanaman lebih mudah dibandingkan sistem larikan dan acak, baik dalam hal pemupukan, penyiangan dan pengendalian hama dan penyakit.4. Tanaman menjadi tanaman tepi semua (border efek), sehingga gabah lebih mentes/ terisi penuh.5. Meminimalkan serangan hama tikus.Teknik Budidaya Jajar Legowo 2:1 yang dilakukan oleh Pak M. Es yaitu sebagai berikut:a. Pembuatan baris tanamLahan sawah yang sudah siap ditanami, 1 – 2 hari sebelum tanam air dibuang sehingga lahan dalam keadaan macak-macak. Tujuan air dihilangkan adalah untuk dapat membentuk garis-garis tanam secara jelas. Dengan menggunakan alat pembuat garis jajar legowo 2 : 1 (Atajale 2 : 1), dibuat garis tanam 40 cm x ( 20 cm x 10 cm) dengan cara menarik atajale pada lahan yang akan ditanami. Arah baris tanam sebaiknya sesuai dengan arah aliran air pegairan.b. Tanam.Bibit padi umur kurang dari 21 hari sebanyak 1-2 bibit ditanam pada perpotongan garis-garis yang terbentuk, dengan cara maju atau mundur sesuai kebiasaan regu tanam.Teknik Pemeliharaan Tanamana. Pemupukan Pemupukan dilakukan secara alur pada tempat yang berjarak 20 cm dan posisi yang memupuk pada tempat yang berjarak 40 cm. Dengan cara ini hanya 40 % dari lahan yang diberi pupuk dan pupuk terkosentrasi sepanjang tempat yang berjarak 20 cm, serta pupuk lebih dekat denga perakaran sehingga dapat dimamfaatkan oleh tanaman secara maksimal.b. PenyianganPada cara tanam ini penyiangan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam barisan dan tidak perlu dipotong sepertimpada cara tanam bujur sangkar (2 arah). Jarak tanam dalam barisan 10 cm tidak perlu dilakukan penyiangan karena gulma akan kalah berkompetisi dengan pertumbuhaan tanaman padi. Dengan cara tanam ini, biaya penyiangan dapat di tekan sampai 50 %.c. Pengendalian Hama dan PenyakitAdanya lorong-lorong yang berjarak 40 cm sinar matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan optimal dan kelembaban dapat ditekan sehingga perkembangan hama/penyakit dapat diminimalisir. Disamping itu, kegiatan pemamtauan dan pelaksanaan pengendalian penyakit dapat lebih mudah dilaksanakan. (Penulis ISRIYANTO, SP / PP Madya)