Loading...

PAHIT DI HATI, MANIS DI BUAH NAGA

PAHIT DI HATI, MANIS DI BUAH NAGA
[ JAKARTA ] Pandemi virus corona atau COVID-19 yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia berdampak pada berbagai hal salahsatunya dibidang perekonomian. Pertanian merupakan sektor yang terus berkembang walau ditengah pandemi covid-19, salahsatunya melalui semangat petani muda atau milenial binaan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang mampu mengekspor buah naga yang dihasilkan dari lahanya. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), berkeyakinan bahwa anak muda generasi milenial dibidang pertanian terus meningkat. Dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia dalam genggaman. Generasi milenial bidang pertanian saat ini tak hanya sekadar bertani, tetapi juga cerdas berwirausahatani dengan memanfaatkan teknologi kata SYL. SYL senantiasa menegaskan betapa pentingnya peran sektor pertanian di Indonesia hingga saat ini. Sementara itu, pada agenda kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) penyuluhan pertanian volume 34 bertemakan Pahit di Hati, Manis di Buah Naga (23/08/2022) dilaksanakan di AOR BPPSDMP. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa tugas pokok dan fungsi penyuluh dan petani yaitu menggenjot produktivitas pertanian, meningkatkan kualitas produk dan menjaga kontinuitas. Saat ini harga pangan lokal sedang bagus. Ini adalah kabar baik bagi para petani. Ayo genjot produktivitas pangan lokal dan ekspor produk pertanian kita” ungkap Dedi. Hadir pada agenda Ngobras sebagai narasumber Ardiansyah yang merupakan Duta Petani Milenial asal Kabupaten Sambas yang merupakan pemenang lomba video blog kementan tahun 2022. Pada videonya, Ardiansyah menceritakan bagaimana suka duka dalam menjalani budidaya buah naga, ada cerita pahit pada saat Ardiansyah mengawali budidaya Buah Naga ini. Banyak kesulitan yang dihadapinya, namun tetap semangat melanjutkan usaha budidaya Buah Naga ini. Dengan lahan seluas 2 ha serta populasi tanaman buah naga sekitar 2000 pohon yang digarap sejak 2 tahun lalu, mengasilkan omzet Rp240 juta per bulan.Buah naga yang ditanam dapat menghasilkan 3-4 kg/pohon dengan asumsi harga jual Rp8.000-10.000/kg, Lebih lanjut Ardiansyah menjelaskan bahwa pada buah naga terdapat kandungan likopen, yaitu senyawa dari kelompok karotenoid yang memberikan warna merah pada buah. Likopen memiliki sifat antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, sebagai penyebab munculnya berbagai penyakit. Selain likopen, buah ini juga mengandung senyawa antioksidan lainnya yang penting bagi tubuh, yaitu betalain dan hydroxycinnamates”. jelas Ardiansyah. Pada agenda Ngobras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi memberikan apresiasi terhadap succes story yang disampaikan oleh Ardiansyah dengan mengungkapkan beberapa pantun. Berterik terik ke penghulu Bergerimis gerimis ke pemandian Berpahit pahit terlebih dahulu Bermanis manis kemudian Burung pipit dadanya kusam Laris manis di pasar senen Sungguh pahit di saat tanam Naga manis di saat panen Narasumber lainnya yang merupakan penyuluh pertanian yang mendampingi Ardiansyah dalam berbudidaya buah naga, Darma Irawan menjelaskan proses budidaya buah naga yang ada di Kabupaten Sambas. Budidaya buah naga perlu diperhatikan mulai dari bibit, persiapan lahan, pemasangan tiang panjat, pengendalian hama dan penyakit, pemupukan dan pemangkasan untuk menghasilkan buah naga yang sangat manis. Budidaya buah naga di Kabupaten Sambas memanfaatkan bahan organik/sampah pertanian, selain itu juga menggunakan cocopeat dan sabut kelapa”.pungkas Darma Irawan.hvy