Loading...

PAKAN KAMBING DAN CARA PEMBERIANNYA

PAKAN KAMBING DAN CARA PEMBERIANNYA
Pakan merupakan salah satu komponen penting yang sangat menentukan berhasil tidaknya sebuah usaha peternakan termasuk peternakan kambing. Pakan yang baik harus terjaga kualitas, kuantitas maupun kontinuitasnya. Selain itu, pemberian pakan kambing juga harus disesuaikan dengan umur, bobot tubuh serta fase hidup yang sedang dialami. Setiap fase hidupnya kambing selalu membutuhkan asupan nutrisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, peternak harus menyesuaikan kebutuhan pakan kambing yang mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Pakan yang diberikan untuk kambing terdiri atas tiga macam, yaitu pakan hijauan, dedaunan, dan pakan penguat. Pada dasarnya ada banyak jenis pakan hijauan kambing yang tersedia secara alami. Namun, beberapa yang bagus untuk kambing, diantaranya: daun singkong, rumput taiwan, turi dan gamal. Daun Singkong. Mengandung protein yang cukup tinggi sekitar 16,7-39,9 % bahan kering dan hampir 85 % dari fraksi protein kasarnya merupakan protein murni. Kandungan pati tertinggi terdapat di dalam kulit dan onggok sehingga bagian tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi. Selain berfungsi sebagai sumber protein, daun singkong juga dapat berperan sebagai anticacing. Hal ini karena adanya kandungan tanin yang dapat meningkatkan daya tahan saluran pencernaan ternak terhadap mikroorganisme. Namun, perlu berhati-hati dengan daun singkong karena hijauan ini mengandung sianida. Racun tersebut dapat menghilang setelah dijemur setelah satu malam. Rumput Taiwan. Berukuran cukup besar, yaitu sekitar 4-5 m. Rumput ini berbatang lunak, daunnya lebar berbulu lembut, mengandung nutrisi yang cukup baik, dan batang bawah tanaman bewarna kemerahan. Turi. Kaya akan protein kasar. Kandungannya dapat mencapai 27,3 %. Selain itu, daun turi juga mengandung energi kasar 4.825 kkal/kg, SDN 24,4 %, lignin 2,7 %, abu 7,5 %, Ca 1,5 %, dan P 0,4 %. Tanaman turi dapat tumbuh subur meski sedang musim kemarau. Daun turi sangat baik diberikan ketika ternak membutuhkan zat makan lebih banyak dari biasanya, terutama pada akhir masa kebuntingan, awal laktasi, dan cempe. Gamal. Mengandung protein sebesar 23 % dan kalsium sekitar 1,2 %. Kandungan serat di dalam gamal terbilang tinggi mencapai 45 persen. Itu sebabnya tanaman ini sangat berpotensi menjadi pakan hijauan yang baik untuk kambing. Namun, sayangnya kambing kurang menyukai daun gamal karena aromanya menyengat. Permasalahan aroma yang menyengat tersebut bisa diatasi dengan penjemuran dan pelayuan daun. Selain itu, daun juga bisa diberikan ketika ternak kambing sedang dalam kondisi lapar. Pemberian pakan untuk kambing tidaklah sama tetapi berdasarkan fase umur, bobot tubuh dan jenisnya. Semakin besar ternak kambing akan membutuhkan pakan yang lebih banyak juga. Berikut ini fase umur dan jenis kambing yaitu : cempe dan remaja, induk betina, pejantan, indukan bunting, dan indukan masa menyusui. Pakan cempe dan remaja. Cempe merupakan anakan kambing perah yang baru lahir. Cempe harus mendapatkan kolostrum dari indukannya agar mendapatkan imunitas tubuh yang baik sehingga tidak mudah sakit. Cempe mendapatkan kolostrum dengan cara menyusu langsung pada indukan atau kolostrum bisa diperah dan diberikan pada cempe melalui botol susu. Kolostrum tersebut akan dikeluarkan oleh indukan selama 3-5 hari pasca melahirkan. Di peternakan susu kambing, kolostrum biasanya diperah dan diberikan pada cempe melalui botol susu. Sebab, susu selanjutnya dari induk akan dijual dan cempe akan diberikan susu sapi yang lebih murah. Pemberian susu sebanyak 200-300 cc per ekor setiap harinya. Cempe yang sudah berumur 1-2 bulan sudah bisa belajar makan rumput dan pada umur 4-5 bulan cempe sudah bisa belajar makan daun muda. Pakan hijauan untuk kambing remaja berupa rumput dan daun kacang-kacangan dengan perbandingan 60 % : 40 %. Pakan yang diberikan setiap harinya sebanyak 10 % dari bobot. Kambing remaja sudah bisa diberikan konsentrat sebanyak 1 kg pada pagi dan sore hari, masing-masing dengan dosis 0,5 kg. Pakan induk betina. Induk betina yang sedang dalam masa kawin membutuhkan lebih banyak hijauan dari rerumputan dan daun kacang-kacangan. Sementara, konsentrat hanya diberikan pada waktu tertentu seperti saat kawin, akhir bunting (8 minggu sebelum beranak), dan saat masa laktasi. Indukan berbobot 20-25 kg membutuhkan hijauan sebanyak 4-5 kg segar ditambah konsentrat sebanyak 500 gram/hari. Air minum yang diberikan berupa mineral blok yang harus tersedia setiap saat. Pakan pejantan. Pemberian pakan kambing pejantan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pagi dan sore hari. Porsinya sebesar 10 % dari bobot tubuhnya. Pakan hijauan yang diberikan berupa rumput sebanyak 75 %, dan daun-daunan 25 %. Misalnya, kambing jantan berbobot 50 kg, maka pakan yang bisa diberikan selama sehari sebesar 5 kg dengan komposisi rumput sebanyak 3,75 kg dan dedaunan 1,25 kg. Pakan indukan masa bunting. Diberikan berupa hijauan sebanyak 4-5 kg per hari dan konsentrat 600-1.000 gram per hari. Pakan hijauan harus selalu tersedia setiap saat dan berkualitas karena pakan berfungsi untuk menunjang pertumbuhan janin. Pakan indukan masa menyusui. Pakan hijauan yang dibutuhkan sebesar 10 % dari bobot tubuhnya. Selain itu, konsentrat yang diberikan sebanyak ½ dari jumlah produksi susunya. Demikian sekilas informasi tentang Pakan Kambing dan Cara Pemberiannya, semoga bermanfaat (Inang Sariati). Sumber informasi: https://www.disnakkan.grobogan.go.id/info/berita/687-pemberian-pakan-kambing-yang-sesuai-dengan-umurnya https://fpp.umko.ac.id/2021/06/23/jenis-pakan-hijauan-yang-bagus-untuk-kambing/ https://sumbarprov.go.id/home/news/11250-pakan-dari-hijauan-yang-disukai-domba-kambing