Penyediaan pakan domba sesuai kebutuhan baik jenis maupun fase pertumbuhan serta kondisi. Domba merupakan ternak yang memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap bermacam-macam pakan hijauan serta mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai lingkungan. Pengembangan domba mempunyai prospek yang baik karena untuk memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri. Untuk itu, dalam budidaya domba secara intensif harus betul - betul memperhatikan mengenai penyediaan pakannya. Pakan memiliki peranan penting bagi perkembangan ternak ruminansia baik untuk memenuhi kebutuhan pokok (maintenance), pertumbuhan, maupun untuk produksi (susu, anak dan daging) ataupun sebagai sumber tenaga. Oleh karena itu pemberian pakan harus memenuhi standar kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan baik secara kualitas maupun kuantitas. Setiap usaha peternakan harus menyediakan pakan yang cukup bagi ternaknya, baik yang berasal dari hijauan /rumput, maupun pakan konsentrat yang dibuat sendiri atau yang berasal dari pabrik. Tersedianya pakan yang memenuhi standar kebutuhan, dapat mendukung percepatan peningkatan produksi dan produktivitas serta populasi ternak ruminansia. Pada umumnya budidaya/pemeliharaan domba saat ini masih berbasis pada peternakan rakyat yang berciri skala usaha kecil, manajemen sederhana, pemanfaatan teknologi seadanya, lokasi tidak terkonsentrasi dan belum menerapkan sistem dan usaha agribisnis. Oleh karena itu , agar budidaya domba dapat berhasil baik dan menguntungkan yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan khususnya bagi peternak domba, maka harus betul-betul memperhatikan penyediaan pakan yang sesuai kebutuhannya. Adapun pakan untuk kambing yang baik, yaitu : 1. Pakan ternak domba terdiri dari pakan dasar yang berasal dari hijauan (rumput, legum/kacang-kacangan dan hasil sampingan) serta pakan konsentrat; 2. Pakan yang digunakan harus terjamin jumlah dan mutunya sesuai standar/kebutuhan minimum yang berlaku; 3. Setiap usaha peternakan domba harus menyediakan pakan hijaun yang cukup dan kontinu baik sebagian maupun seluruhnya berasal dari kebun sendiri. Penanaman pakan hijauan tersebut dapat dilaksanakan di dalam dan atau di luar lokasi usaha peternakan; 4. Sediaan biologis, sediaan parmacetik, sediaan premix yang telah terdaftar (beli di toko obat ternak atau poltry) dan sediaan obat alami dapat digunakan pada usaha budidaya domba; 5. Dalam pemberian pakan domba yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan zat-zat makanan berupa protein, energi, serat kasar dan vitamin; Kebutuhan pakan domba, sebagai berikut: 1. Induk domba bunting : rumput +dedaunan (3:3)+ dedak padi sebanyak 2 -3 gelas air minum/ekor/hari atau dengan pemberian daun kacang-kacangan segar sebanyak 1 - 2 kg/ekor/hari; 2. ) Induk dengan anak kembar : rumput 3 bagian dan dedaunan 3 bagian ditambah dedak padi 2-3 gelas air minum/ekor/hari; 3) Induk dengan anak tunggal : : rumput 3 bagian dan dedaunan 3 bagian ditambah dedak padi 1 gelas air minum/ekor/hari; 4. Anak sebelum disapih : hijauan segar yang berkualitas dan mudah dicerna ditambah konsentrat secukupnya. Dengan penyediaan pakan domba sesuai kebutuhan, diharapkan usaha budidaya ternak domba dapat berkembang dengan baik sehingga dapat menguntungkan dan dapat memenuhi kebutuhan daging dalam negeri serta dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak domba. Penulis : Sri Hartati (Pusat Penyuluhan Pertanian) email : tatik3454@yahoo.com