Syarat Tumbuh Ubikayu tumbuh optimal pada ketinggian 10 - 700 m di atas permukaan laut dengan tanah berstruktur remah, gembur dan tidak liat. Untuk pH tanah antara 4,5 - 8,0. Curah hujan yang diperlukan 1.500 - 2.500 mm/tahun. Kelembaban udara optimal 60% - 65%. Kebutuhan akan sinar matahari sekitar 10 jam setiap hari dan hidup tanpa adanya naungan (terbuka). Persiapan Bibit Bibit berupa setek diambil dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun kurang dari 14 bulan. Setek yang digunakan adalan bagian tengah batang yang bagus. Pucuk yang masih muda (sekitar 50 cm) dan pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak digunakan untuk setek. Batang dipotong-potong, untuk setek normal panjang setek sekitar 15 - 25 cm. Apabila menggunakan batang yang terserang hama dan penyakit, maka setek perlu direndam atau disemprot dalam pestisida sebelum ditanam. Pemilihan varietas disesuaikan dengan keperluan. Saat ini banyak varietas unggul ubikayu. Untuk konsumsi langsung pilih yang kualitas rebusnya baik dan rasanya enak (tidak pahit), seperti : 1. Malang 1, umur panen 270 hari, produksi mencapai 37 ton/ha. 2. Adira 1, umur panen 215 hari, produksi mencapai 22 ton/ha. Untuk produk tepung dipilih varietas ubikayu yang kadar patinya tinggi, namun biasanya memiliki rasa yang pahit seperti : 1. UJ 3, umur panen 8 - 10 bulan, produksi 20 - 35 ton/ha. 2. UJ 5, umur panen 9 - 10 bulan, produksi 20 - 38 ton/ha. Persiapan Lahan dan Penanaman Tanah diolah sedalam 25 - 50 cm dengan menggunakan cangkul ataupun traktor. Pada awal pertumbuhan, ubikayu memerlukan air yang cukup. Oleh karena itu apabila tidak menggunakan irigasi waktu tanam sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Setek ditanam dengan ditancapkan ke dalam tanah sekitar 3 - 5 cm. Posisi setek jangan sampai terbalik, yaitu dengan melihat mata tunas berada di atas ketiak tangkai daun. Jarak tanam yang umum digunakan adalah 80 cm x 70 cm, 100 cm x 70 cm atau 100 cm x 100 cm tergantung pada varietas yang digunakan. Dengan jarak tanam ini populasi mencapai 10.000 - 17.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang lebih rapat biasanya menghasilkan umbi-umbi yang lebih kecil-kecil walaupun produksi per hektarnya tidak berkurang. Pemeliharaan Pemupukan Takaran pupuk yang dibutuhkan adalah 300 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap yaitu : umur 7 -10 hari dipupuk dengan takaran 200 kg Urea, 100 kg SP-36 dan 50 kg KCl per hektar. Umur 2-3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 KCl per ha. Bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa ditambahkan pupuk Urea. Pupuk diberikan secara tugal sekitar 15 cm dari tanaman. Wiwil (Membatasi Jumlah Tunas) Pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebih dibuang / dirempes, menyisakan 2 tunas yang paling baik. Penyiangan dan Pembumbunan Penyiangan dilakukan sedikitnya 1 - 2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan. Pada umur 2 - 3 bulan perlu dilakukan pembumbunan. Panen Kriteria panen ubikayu yang optimal adalah pada saat kadar pati optimal yakni ketika tanaman berumur 6 - 9 bulan apabila untuk dikonsumsi. Untuk pembuatan produk seperti tepung sebaiknya ubikayu dipanen pada umur 10 - 12 bulan tergantung varietas yang ditanam. Ciri pada saat panen adalah warna daun menguning dan banyak yang rontok. Cara pemanenan dilakukan dengan memangkas batang ubikayu terlebih dahulu dengan tetap meninggalkan batang sekitar 15 cm untuk mempermudah pencabutan. Batang dicabut dengan tangan atau memakai alat epngungkit dari batang kayu atau linggis. Umbi yang baik setelah panen hanya berumur 1 - 3 hari tergantung penyimpanan. Setelah lebih dari 3 hari maka umbi sudah melakukan banyak perombakan kalori. Bahkan terkadang umbi berubah warna menjadi kebiruan atau ungu apabila kandungan HCN pada umbi tinggi. Munculnya warna ini sangat mempengaruhi kualitas tepung.(M. Iwan K., SP - Penyuluh Pertanian Kab. Sijunjung).