Loading...

Panen, Serap Gabah, Harga Stabil Mentan Minta Satu Penyuluh Serap 1.000 Ton Gabah

Panen, Serap Gabah, Harga Stabil Mentan Minta Satu Penyuluh Serap 1.000 Ton Gabah
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi menghadiri Panen Raya di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Senin, 14 Maret 2016. Kehadiran Mentan ini sekaligus mencanangkan percepatan penyerapan gabah dan beras di wilayah sentra produksi padi Kabupaten Sragen dengan tema Panen, Serap Gabah, Harga Stabil”. Dari 41.164 hektar lahan di Sragen, sebanyak 36.481 hektar lahan telah dipanen. Berdasarkan angka tersebut, Badan Urusan Logistik (Bulog) diperkirakan dapat menyerap 32 hingga 33 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) dari 4.683 hektar sisa lahan yang belum dipanen.Memasuki area persawahan tersebut Menteri pertanian beserta rombongan melanjutkan agenda kegiatannya dengan Panen raya didampingi oleh operator dengan menggunakan mesin Combine Harvester. Selain itu beliau sekaligus menyaksikan negosiasi harga antara Bulog dengan Petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani dengan pembayaran secara tunai oleh pihak Bulog. Dalam acara yang sama Menteri Pertanian juga menyerahkan bantuan berupa Alsintan yaitu mesin traktor roda dua sejumlah 24 buah yang diserahkan secara simbolis kepada Gabungan Kelompok Tani desa Sidodadi Masaran.Rangkaian kegiatan lain dalam agenda Panen raya ini adalah penandatanganan kesepakatan (Mou ) penyerapan gabah oleh seluruh Kepala Sub Drive Bulog se Jawa Tengah, Seluruh Kepala Bapelluh kabupaten se jawa tengah, seluruh Kepala Dinas Pertanian kabupaten SeJawa Tengah serta seluruh Dandim se Jawa Tengah dengan diketahui oleh Ketua Tim UPSUS PAJALE propinsi Jawa Tengah, Asisten teritorial kodam IV/Diponegoro, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Propinsi Jawa Tengah, Kepala Bakorluh Propinsi Jawa Tengah, dan Direktur pengadaan pangan Bulog, acara penandatangan Mou tersebut disaksikan Menteri Pertanian bersama sama dengan Gubernur Jawa tengah, Bupati Sragen, Dirut log, Pangdam IV /Diponegoro serta anggota Komisi 4 DPR RIBerdasarkan kondisi saat ini, harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp3.200 hingga Rp3.300 per kilogram. Padahal pemerintah menetapkan target harga penyerapan GKP di tingkat petani Rp3.700 dan harga Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog Rp4.650. Keadaan harga gabah yang tidak sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tersebut tentu saja menyulitkan para petani.Dalam rangka memastikan harga gabah serapan, maka Bulog bersama tim turun ke lapangan. Pemerintah harus hadir di tengah petani dengan cara memastikan harga serapan gabah wajar. Mentan mengungkapkan pemerintah menyiapkan Rp20 triliun anggaran dengan target empat hingga lima juta ton beras terserap bulog.Kami minta satu penyuluh menyerap seribu ton gabah kemudian diantar ke bulog. Karena selama ini penyuluh yang mengetahui kondisi petani, bagaimana panen, tanam dan dimana ada penggiling,” papar Amran. Pemerintah menerjunkan 404 penyuluh pertanian PNS, penyuluh pertanian dan penyuluh swadaya di Kabupaten Sragen serta menggandeng 208 babinsa untuk mendampingi tata niaga penyerapan gabah.Diharapkan melalui penyerapan gabah langsung dapat memotong mata rantai dagang sehingga harga pokok di masyarakat stabil, jaminan harga beli untuk petani mendorong kegairahan mereka dan pada akhirnya kita bisa mencapai kedaulatan pangan nasional. (Nurlaily).