Kamis, 5 Januari 2023 telah dilaksanakan panen bawang merah di kelompok Tani Sepakat Kecamatan Sungai Sembilan. Acara tersebut dihadiri oleh Kabid TPH DKPP Kota Dumai, Kabid Penyuluhan DKPP, Kabid Hortikultura Dinas pangan tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Riau, Anggota DPRD Kota Dumai, Seluruh penyuluh pertanian Kota Dumai, Petani, dan PT Agrosid sebagai produsen benih. Dalam kesempatan ini Kabid Hortikultura Dinas pangan tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Riau menyampaikan bahwa pengembangan bawang merah di Provinsi Riau sebagai salah satu upaya menurunkan laju inflasi. Hasil produksi bawang merah di Provinsi Riau saat ini hanya mampu memenuhi 2% kebutuhan Provinsi Riau. Oleh karena itu, maka pengembangan tanaman bawang merah ini terus dilaksanakan seiring dengan road map dinas tersebut. Pak Dedy juga menyampaikan, Tahun 2022, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, dan Indragiri Hilir tercatat sebagai penyumbang inflasi terbesar di Provinsi Riau. Oleh karena itu, di ketiga daerah pemantauan ini digalakkan pengembangan penanaman tanaman yang menyumbang inflasi, diantaranya cabai dan bawang merah. Di Tahun 2023, ditargetkan akan dilaksanakan pengembangan penanaman bawang merah seluas 60 ha se-Provinsi Riau. Daerah sasaran salah satu diantaranya adalah kota Dumai. Petani Riau awalnya takut untuk menanam bawang merah. Maka dinas pangan tanaman pangan dan hortikultura Provinsi Riau terus mendorong pengembangan bawang merah. Di Tahun 2022, dinas tersebut bekerja sama dengan PT Agrosid dalam mendampingan kelompok tani dalam penanaman bawang merah melalui biji. Dengan adanya pendampingan tingkat keberhasilan menjadi 90%. Pak Dedy juga mengharapkan dukungan dari anggota dewan yang hadir, agar bisa ikut mensupport pelaksanaan kegiatan ini. Kota Dumai adalah salah satu daerah yang memperoleh pendampingan. Mulai dari pengolahan lahan, penyemaian, pemeliharaan tanaman hingga panen. Hasil tidak mengecewakan. Terlihat dari hasil ubinan bawang merah di Kelompok Tani Sepakat. Ubinan dengan luas 1x1 meter persegi memperoleh hasil 4,2 kg. "Ini adalah hasil ubinan tertinggi di Provinsi Riau, " kata Pak Tabir dari PT Agrosid. "Jika dikonversikan dalam ha, maka produktivitas sekitar, 29,4 ton/ha," Imbuhnya. "Sebuah potensi yang luar biasa, untuk dikembangkan," demikian disampaikan oleh Pak Ponimin dari Komisi II DPRD Kota Dumai. Pak Pon, ingin agar dalam pengembangan ini dilakukan pemetaan wilayah sentra bawang merah, sehingga tidak semua wilayah menanam bawang merah. Daerah yang sesuai dapat ditanami bawang merah dan daerah lainnya dapat dikembangkan produk pertanian yang lain. Petani diharapkan juga dapat membaca potensi pasar, sehingga hasil panen dapat terserap pasar. Apresiasi yang luar biasa juga diberikan kepada Anggota kelompok tani, Penyuluh Pertanian, BPP Sungai Sembilan, dan Dinas terkait yang telah mensupport pelaksanaan kegiatan ini," tutur Pak Pon yang juga sebagai perwakilan KTNA Provinsi Riau mengakhiri sambutannya. Hal senada juga disampaikan oleh wakil ketua DPRD Kota Dumai yang hadir. "Support sudah kita laksanakan secara maksimal, namun saat ini masih ada pembatas yaitu pagu anggaran. Oleh karena itu kami juga telah menyampaikan agar ada revisi mengenai hal tersebut," Kata Pak Bahari. Dalam acara ini juga diserahkan hadiah kepada Kelompok Tani yang berhasil memperoleh prestasi dalam menanam bawang merah. Kriteria penilaian meliputi, hasil ubinan, luas penanaman, dan perawatan. Kelompok yang beruntung tersebut yaitu Terbaik satu Kelompok Tani Sepakat Kecamatan Sungai Sembilan dan terbaik kedua Kelompok Tani Jaya Kecamatan Makmur Medang Kampai. Acara diakhiri dengan panen bawang merah Maserati dan foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir. (nsh) Ditulis oleh: Novika Sari Harahap/Penyuluh Pertanian Ahli Madya/Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai Provinsi Riau.