Loading...

PANEN BERSAMA ASBENINDO WUJUD KERJASAMA STAKEHOLDER PERTANIAN

PANEN BERSAMA ASBENINDO WUJUD KERJASAMA STAKEHOLDER PERTANIAN
Asbenindo (Asosiasi Perbenihan Indonesia) yang salah satu anggotanya adalah PT Bisi Int, Tbk sebagai perusahaan penghasil benih unggul, telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kota Denpasar sejak Bulan Juli 2012 untuk mengembangkan area di Pantai Matahari Terbit yang November tahun lalu menjadi lokasi PF2N (Pekan Flori Flora Nasional). Berbagai komoditas hortikultura ditanam di sini, di antaranya cabe, melon, semangka, kangkung, bayam, labu, pare, dan gambas. Bahkan, selama bulan Oktober 2012 petani se-Kota Denpasar yang tertarik mengembangkan komoditas hortikultura telah mengikuti SL “ Horti, dibimbing oleh para Petugas Lapangan (PPL dan POPT). Dalam rangka Konferensi Perbenihan tingkat ASEAN dan menjelang Festival Hortikultura, para Pejabat SKPD Kota Denpasar bersama Asbenindo dan Ketua YPS (Yayasan Pembangunan Sanur) meninjau lokasi demplot untuk panen bersama, Minggu (4/10). Acara dibuka oleh Ketua Asbenindo Bali, dilanjutkan dengan pesan kesan dari Ketua Asbenindo Indonesia, Elda Adiningrat, yang datang dari Jakarta bersama beberapa orang anggota. Melalui kerjasama yang telah terjalin, Elda menyatakan bahwa kita bertanggungjawab terhadap generasi berikutnya untuk melestarikan plasma nutfah yang ada. How nature teach us to live, bagaimana alam mengajarkan kita untuk hidup. Bagaimana kita mengajarkan kepada anak “ anak tentang tanaman dan alam. Itu adalah tanggungjawab kita semua kepada generasi berikutnya, pesan Elda. Area Pantai Matahari Terbit ini akan terus dikembangkan oleh DPTPH sebagai area percontohan bagi petani untuk belajar berbagai teknologi budidaya. Petani dapat memilih teknologi mana yang tepat baginya sesuai kondisi lahan. Diharapkan petani semakin kreatif setelah memiliki contoh sebagai pembanding, apalagi dengan alih fungsi lahan di Kota Denpasar yang meningkat dari tahun ke tahun. Petani dituntut untuk mempunyai pendapatan layaknya memiliki 2 ha padi sawah pada lahan seluas rata “ rata antara 20 “ 30 are. Tentunya diperlukan pemilihan komoditas yang tepat sesuai dengan permintaan pasar disertai pengetahuan arah pemasaran hasilnya. Ditulis oleh : Marcella Wayan K.R.,SP (PP Pertama)