Bunga Mawar (Rosa, sp)) merupakan salah satu bunga "Ratu dari segala jenis bunga" begitu kata Sappho, penyair dari bangsa Yunani selain itu bunga mawar sudah banyak dikenal luas di masyarakat karena keindahan, keanggunan, dan keharumannya. Bunga Mawar diperkirakan bunga berasal dari Meksiko dan telah diintroduksi ke Indonesia sejak masuknya bangsa Eropa dan China ke Indonesia. Dalam perkembangannya, menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Manfaat tanaman mawar antara lain dapat sebagai bunga potong, penghasil minyak parfum mawar, mawar taman, bahan kosmetik. tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor, dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual dan diekstraksi minyaknya sebagai bahan obat-obatan. Bunganya dapat menghasilkan buah agregat yang disebut rose hips. Masing-masing putik berkembang menjadi satu buah tunggal (achene), sedangkan kumpulan buah tunggal dibungkus daging buah pada bagian luar. Pada buah rose hips seperti Rosa canina dan Rosa rugosa yang sangat kaya menghasilkan akan vitamin C. Minyak mawar adalah salah satu minyak atsiri hasil penyulingan dan penguapan daun-daun mahkota sehingga dapat dibuat menjadi parfum. Mawar juga dapat dimanfaatkan untuk teh, jelly, dan selai. Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.000-280.000 kuntum/hektar/tahun. Tanaman mawar berbunga dan siap dipetik (dipanen) sebagai bunga potong kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Untuk tujuan bunga tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. Waktu panen yang ideal adalah sore hari jam 16.00 (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Cara Pemetikan Bunga Mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam, bersih dan steril. Pengumpulan bunga potong mawar dilakukan segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur. Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik, tampah/ember berisi air bersih). Penyortiran dan Penggolongan bunga yang rusak, layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis, ukuran bunga, panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm, grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm. Penyimpanan bunga potong mawar, simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %. Untuk bunga mawar tabur, simpan di tempat/ruangan teduh, dingin, lembab, dan sirkulasi udara baik. Pengemasan dan Pengangkutan, ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatan-ikatan. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga. Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik. Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar. Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air, terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh. Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab. ditulis oleh Dalmadi sumber : Ditjen Horti http://www.kanisiusmedia.com/uploads/cover/2/024678-2.jpg