Beberapa waktu yang lalu pada tanggal 12 Februari 2011 di Kalampangan di adakan panen cabai dibuka secara resmi oleh Walikota Palangka Raya yang diwakili oleh kepala Dinas Pertanian Kota Palangka Raya, yang dihadiri pula oleh kepala Bank Indonesia Palangka Raya, Badan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, Koordinator Penyuluh, Pengelola se WKBBP Kalampangan dan Pengurus Kelompok Tani/KTNA. Budidaya cabai di lahan gambut seperti yang dilakukan di Kelurahan Kalampangan tersebut tidaklah mudah karena seperti kita ketahui tingkat kesuburan tanah gambut sangat rendah karena diperngaruhi derajat keasaman yang tinggi dan kandungan unsur hara rendah, akan tetapi bagi Kelompok Tani di Kelurahan Kalampangan keadaan tersebut tidak menjadi permaslahan yang berarti, justru menjadi peluang dan tantangan bagi mereka sehingga dengan kerja keras dan keuletan petani kalampangan denga di bantu dan dibina oleh penyuluh dari Badan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya, maka mereka dapat memproduksi buah cabai segar yang telah siap dipanen, dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di kota Palangka Raya. Adapun cabai yang sudah dipanen adalah cabai varietas Arimbi, cabai ini tergolong toleran terhadap lahan gambut dan dapat ditanami di dataran rendah maupun dataran tinggi, yang mencapai ketinggian sekitar 1.000 s/d 1.500 meter dari permukaan laut, disamping itu varietas ini tahan ditanam di daerah yang bercurah hujan tinggi, kendati tergolong tidak memilih tempat untuk ditanam akan tetapi hal yang perlu diperhatikan oleh tanaman cabai ini adalah soal kelembaban tanah dan unsur haranya, oleh karena itu dianjurkan kepada para petani untuk melakukan pemeliharaan yang intensif sehingga produksi cabai yang dihasilkan berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi. Penanaman cabai ini dianjurkan secara umum dapat dilakukan pada akhir musim penghujan memasuki musim kemarau, hal ini dilakukan berkaitan dengan upaya menghindari dari serangan penyakit, seperti penyakit Antrak alias antraknose, atau penyakit kering buah, penyakit buah busuk, penyakit tepung, penyakit layu dan juga penyakit akibat virus yang ditularkan oleh sejenis hama serangga, penyakit Antrak biasanya terjadi kapan saja, terutama pada saat curah hujan mulai meninggi. Berikut ini beberapa tips pengendalian tanaman cabai varietas arimbi sebagai berikut : 1. Selain pengendalian dengan bahan-bahan kimia (fungisida), pengaturan waktu bertanam harus diperhatikan, dalam hal ini menanam cabai pada saat musim hujan dihindarkan. 2. Menggunakan benih yang bermutu dan berkualitas baik dan berlabel. 3. Drainase harus tertata dengan baik 4. Segera musnahkan tanaman cabai yang terkena penyakit yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi agar tidak menggangu tanaman yang cabai lainnya. 5. Jangan menanam tananam cabai pada lahan yang pernah ditumbuhi tanaman sejenis, termasuk keluarga terong-terongan atau solanaceae yang pernah sakit. 6. Dan kalau serangan penyakit sudah begitu meluas sampai menjalar pada lahan lain disarankan untuk melakukan sterilisasi pada lahan tersebut dengan mengunakan bahan kimia fungisida 7. Perlu konsultasi dan koordinasi yang intensif dengan para Penyuluh Pertanian dan Petugas pengamat hama dan penyakit setempat untuk upaya pengendaliannya. Demikian tips yang bisa dilakukan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. (KJF BKP. Kota Palangka Raya//Almansyah, SP//Flederick, S.Pi)