Loading...

Panen Dan Pasca Panen kedelai

Panen Dan Pasca Panen kedelai
Penanganan panen dan pasca panen akan memberikan hasil yang optimal jika panen dilakukan pada umur dan cara yang tepat yaitu tanaman dipanen pada masak fisiologis berdasarkan umur tanaman, kadar air dan penampakan visual hasil sesuai dengan diskripsi varietas. Pemanenan dilakukan dengan sistem kelompok yang dilengkapi dengan peralatan dan mesin yang cocok sehingga menekan kehilangan hasil. Hasil panen dikemas dalam wadah dan disimpan ditempat penyimpanan yang aman dari OPT dan perusak hasil lainnya sehingga mutu hasil tetap terjaga dan tidak tercecer. Cara melakukan pemanenan Lakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning, tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit, lalu gugur, buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak, atau polong sudah kelihatan tua, batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Perlu diperhatikan, kedelai sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75 - 100 hari, sedangkan untuk benih umur 100 - 110 hari, agar kemasakan biji betul-betul sempurna dan merata. Pengumpulan Hasil panen dikumpulkan secara teratur dan dipisahkan bila ada perbedaan tingkat kematangan. Pengaturan tempat pengumpulan sangat penting pada lahan yang luas. Hasil panen diangkut secepatnya ke tempat penjemuran dengan menggunakan wadah karung, bakul agar dapat mengurangi kehilangan hasil. Setelah pemungutan selesai, seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Pengeringan - Pengeringan brangkasan kedelai dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: - secara alami: brangkasan kedelai dijemur langsung dibawah sinar matahari, dapat menggunakan alas lantai jemur maupun alas plastik. - Pengeringan dengan menggunakan para-para, cara ini dilakukan terutama bila panen dilaksanakan pada musim hujan. - Prinsip cara ini sebagai berikut: - Para-para dibuat bertingkat - Brangkasan kedelai ditebar merata diatas para-para terseut - Dari bawah alirkan panas yang bersumber dari sekam bakar untuk menurunkan kadar air - Brangkasan sudah dianggap kering bila kadar airnya telah mencapai kurang lebih 18%. Pengupasan dan Pembijian - pemecahanpolong segera dilakukan setelah pengeringan selesai. Penundaan pemecahan polong menyebabkan polong menjadi basah kembali menyulitkan pembijian. - Pembijian pada umumnya dilakukan dengan digebuk/dipukul. - Letakkan brangkasan yang sudah kering diatas lantai jemur/alas lain. - Pukul brangkasan dengan pemukul yang telah dilapisi ban dalam sepeda untuk menghindari terjadinya biji pecah. - Tampi biji-biji yang sudah terlepas dari polong untuk memisahkan dari kotoran - Jemur biji tersebut sampai kadar air mencapai 14%. Penyimpanan Penyimpanan udara bebas (biji konsumsi) - Udara dapat berhubungan langsung dengan ruang simpan - Penyimpanan kedap udara (biji untuk benih) - Simpan dalam karung/wadah yang bebas hama dan penyakit, letakkan di tempat yang teduh tetapi tidak lembab. Menggunakan wadah kedap udara seperti kantong plastik tebal yang rapat-rapat dapat mempertahankan daya kecambah sampai 6 bulan. Yulia TS (PP Madya) Sumber: - Dr.Adisarwanto,Budidaya kedelai dengan pemupukan yang efektif dan pengotimalan - pe ran bintil akar. Cetakan Ke I Jakarta 2005. - Teknik Produksi Dan Pengembanga Kedelai, Pusat Penelitian Dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian 2007 - Teknologi Budidaya Kedelai, Balai Besar Pengkajian dan pengembangan Teknologi Pertanian , Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian,2008