Kelinci merupakan ternak multiguna yang semuanya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan beragam produk seperti daging, kulit, kulit bulu, kotoran .Oleh karena itu perlu penanganan yang baik sehingga menghasilkan kualitas daging dan kulit bulu yang baik. Kemudian produk ini dapat dimanfaatkan untuk diolah menjadi berbagai produk olahan seperti olahan daging (bakso, sosis, nugget, abon dan dendeng), olahan kulit dan bulu (pengawetan dan penyamakan kulit menjadi tas, mantel, jas, boneka dll), olahan limbah kotoran (pupuk organik). Pemotongan Kelinci Sebelum dilakukan pemotongan pada kelinci perlu dilakukan pemuasaan selama 6-10 jam. Tetapi air minum tetap diberikan. Maksud dipuasakan untuk mengosongkan isi usus, sehingga otot menjadi lemas, warna daging menjadi cerah sehingga daging dan kulit yang dihasilkan baik. Teknik pemotongan Kelinci dengan melepas persendian leher yaitu dipegang keempat kakinya dengan posisi rebah ke samping, pemotongan dilakukan pada bagian leher supaya urat nadi cepat putus hingga darah cepat keluar. Ada 3 cara pemotongan yaitu : 1). Pemukulan pendahuluan, kelinci dipukul dengan benda tumpul pada kepala dan saat koma disembelih, 2) Pematahan tulang leher,yaitu dengan cara melepaskan bagian tulang leher, caranya dengan menarik bagian kepala dan tubuh pada arah yang berlawanan. Tangan kiri memegang kaki kelinci bagian belakang, sedangkan tangan kanan memegang kepala pada pangkal telinga. Kepala Kelinci dihadapkan keatas, kemudian secara serentak tangan kanan memotong, sehingga kepala kelinci akan terlepas dari pertautan tulang leher. 3) cara penyembelihan langsung sama dengan pemotongan ternak lain.Daging kelinci harus dihindarkan supaya tidak tekena air kencing, karena kalau kena, dagingnya akan bau air kencing dan tidak bisa dimakan. Bila darah telah keluar semua, keluarkan air kencing dengan menekan kantong air kencing kebelakang supaya tidak mengenai bulu badannya. Sesudah itu kelinci dapat dikuliti. Pengulitan Setelah kelinci disembelih, segera dikuliti agar daging tidak berbau. Pertama-tama gantunglah kelinci yang telah dipotong dengan kepala dibawah, kaki diatas. Selanjutnya bukalah kulit dari pergelangan kaki kanan melalui anus sampai pergelangan kaki kiri atau sebaliknya sehingga kita mudah melepas kulit dari badannya. Pengeluaran Jeroan Kulit perut disayat dari pusar ke ekor kemudian jeroan seperti usus, jantung dan paru-paru dikeluarkan. Yang perlu diperhatikan kandung kemih jangan sampai pecah karena dapat mempengaruhi kualitas karkas. Pemotongan karkas Presentase karkas yang baik 49 - 52 %. Kelinci dipotong jadi 8 bagian, 2 potong kaki depan, 2 potong kaki belakang, 2 potong bagian dada dan 2 potong bagian belakang. Pengolahan daging Daging kelinci dapat diolah menjadi berbagai produk olahan seperti bakso, sosis, sate, nugget, abon dan dendeng. Pengolahan/ Pengeringan kulit Kulit yang telah dilepaskan sebaiknya segera dijemur, yaitu bagian dalam yang dihadapkan keatas.Penjemuran tidak boleh langsung kena sinar matahari langsung agar tidak kaku. Kemudian kulit dipaku pada selembar papan pada sisi-sisinya. Bila bagian dalam telah kering selanjutnya dibalik, dengan bagian yang berbulu menghadap keatas. Pengawetan dan Penyamakan kulit bulu Seperti kulit ternak lainnya, kulit bulu kelinci mentah rentan terhadap pembusukan. Untuk mendapatkan hasil penyamakan yang baik, kulit bulu segar sebaiknya langsung disamak. Namun cara ini tidak efisien bila kelinci yang dipotong sedikit. Oleh karena itu kulit bulu perlu diawetkan sampai kulit bulu terkumpul dalam jumlah yang memadai untuk diolah.Sebelum dilakukan pengawetan , kulit harus berada dalam keadaan bersih dari kotoran faeses, urine, darah, tanah dan sebagainya yang dapat mempercepat proses pembusukan. Proses ini harus dilakukan paling lama lima jam setelah proses pengulitan. Ada tiga macam cara pengawetan yang dilakukan yaitu pengeringan dan penambahan kimia pengawet. Untuk mengurangi kerontokan bulu, kulit kelinci yang akan disamak sebaiknya diawetkan dengan garam. Cara pengawetan yang baik adalah mengkombinasikan antara peracunan, penggaraman kering dan penyimpanan dalam ruang dingin. Teknologi penyamakan kulit beragam tergantung pada bahan jenis kimia yang digunakan. Yang umum dikenal penyamakan khrom, alum, aldehida, nabati , sintetis, dan/ atau kombinasinya. Masing-masing teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung pada tujuan produk akhir. Khrom menghasilkan kulit samak yang kompak dan lemas, namun menimbulkan warna biru kehijauan pada bulu dan kulit. Limbahnya juga sulit didegradasi di alam sehingga membutuhkan fasillitas pengolahan limbah. Alum dan aldehida menghasilkan kulit bulu yang cerah dan menarik, namun kulit kurang kompak dan agak keras serta tingkat kematangan samak lebih rendah dari khrom. Demikian pula dengan penyamak sintetis. Bahan penyamak nabati cukup murah, namun prosesnya cukup lama, kulit agak kasar dan warna kulit bulu agak kecoklatan karena pengaruh oksidasi tanin. Oleh karena itu proses penyamakan diperlukan kombinasi dari berbagai teknologi tersebut. Pengolahan pupuk organik Kotoran dan urine kelinci dapat diolah menjadi pupuk organik bermutu tinggi (nilai kalium yang tinggi) digunakan untuk memupuk tanaman sayuran dan buah-buahan. Penulis : Asia (penyuluh BPSDMP) Sumber informasi : - Teknologi Budidaya Kelinci . 2010. Direktorat Jenderal Peternakan. Direktorat Budidaya Ternak Non Ruminansia. - Pemeliharaan Kelinci 1980. Penerbitan Yayasan Kanisius - Beternak Kelinci.Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang. - Pedoman Beternak Kelinci.1980. Direktorat Bina Produksi. Direktorat Jenderal Peternakan. - Kulit- Bulu Kelinci Eksotis, sebuah peluang bisnis yang menarik. Yono C.Rahardjo dan Ridwan Thahir. Balai Penelitian Pasca Panen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.