Loading...

PANEN DAN PASCA PANEN PADI SAWAH

PANEN DAN PASCA PANEN PADI SAWAH
Penulis: Jhonny BM Silitonga, Elisabet C Sinaga dan Nurlinca Hutagalung Umur optimal padi untuk dipanen berdasarkan pengamatan visual dengan cara melihat kenampakan padi pada hamparan sawah, yaitu 90 - 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga), bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau, kadar air gabah 21-26 %, butir hijau rendah CARA PANEN Adapun cara panen yang dilakukan di wilayah binaan BPP Pahae Julu 1. Memotong Padi Sebelum padi di panen sawah dikeringkan selama 7-10 hari, agar padi tidak banyak yang rontok saat pemotongan gunakan sabit tajam atau sabit bergeri untuk memotong pangkal batang, siapkan alas atau wadah untuk menyimpan atau menampung hasil panen supaya gabah tidak tercecer. Untuk menghemat waktu panen dapat dilakukan dengan alat mesin pemanen, Reaper binder, panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar 2. Perontokan gabah Perontokan dapat dilakukan dengan cara diinjak-injak, dihempas/dibanting, dan menggunakan mesin perontok, waktu dapat dihemat. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7,8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen2 3. Penjemuran gabah Gabah dijemur selama 3-4 hari dan setiap ½ jam gabah dibalik dengan ketebalan jemuran 3 – 5 cm sampai kadar air mencapai 14 %. Biasanya petani menjemurnya di halaman. Kebersihan gabah akan lebih baik apabila menggunakan mesin pengering. 4. Penjyimpanan Gabah Masukan gabah ke dalam karung bersih dan tidak sobek atau bocor, penyimapanan dipisahkan dari tempat penyimpanan beras agar tidak tertular hama beras, di gudang penyimpanan gabah diber alas dari kayu untuk sirkulasi udara. Dengan cara penyimpanan yang baik gabah dapat disimpan selama tiga bulan, dan siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller) atau di pasarkan melalui sistem resi gudang tergantung minat dan kebutuhan petani 5. Penggilingan Penggilingan bertujuan untuk memisahkan beras dari kulit pembungkusnya, yang biasa dikenal sebagai sekam padi, dan bertujuan untuk memperoleh beras bersih yang siap untuk dikonsumsi menjadi nasi.