PANEN DAN PASCA PANEN
Pemanenan Padi
1. Umur panen padi berdasarkan :
2. Alat Panen :
3. Cara Panen :
B. Perontokkan Padi
Tujuan :
Melepaskan butir gabah dari malainya.
Cara/alat :
C. Pengeringan
§ Proses pengurangan kandungan air gabah melalui proses penguapan air dengan cara melewatkan udara panas dan kering ke dalam tumpukan gabah atau dapat pula pemanasan dengan sinar matahari.
§ Pengeringan ada dua cara :
C. Pengeringan
¢ Proses pengurangan kandungan air gabah melalui proses penguapan air dengan cara melewatkan udara panas dan kering ke dalam tumpukan gabah atau dapat pula pemanasan dengan sinar matahari.
¢ Pengeringan ada dua cara :
D. Peyimpanan
¢ Gabah yang disimpan harus kering, kadar air 14%.
¢ Dikemas dalam karung atau secara curah dalam jumlah besar tanpa kemasan dalam kotak kayu atau silo.
¢ Ruang penyimpanan harus bersih dan tidak lembab, tidak berlubang, mempunyai pentilasi baik, dan penerangan cukup baik.
E. Penggilingan padi
¢ Kadar air gabah harus 14%
¢ Proses pengupasan kulit
¢ Proses penyosohan
¢ Pengemasan
Masalah Pasca Panen Padi
¢ Kehilangan, pemanenan-perontokan 14,5-18,9%
¢ Mutu gabah dan beras rendah
¢ Kehilangan hasil tinggi (± 20%)
Kehilangan Hasil Padi
|
Tahapan |
BPS 1995 (%) |
|
Pemanenan |
9,52 |
|
Perontokan |
4,87 |
|
Pengangkutan |
0,19 |
|
Penjemuran |
2,13 |
|
Penggilingan |
2,19 |
|
Penyimpanan |
1,61 |
|
Jumlah |
20,51 |