Loading...

Panen dan Pasca Panen Tanaman Padi Sawah

Panen dan Pasca Panen Tanaman Padi Sawah

PANEN DAN PASCA PANEN PADI

Disusun oleh :

Ainul Azhar

Pengaruh Panen dan Pasca panen Padi berpengaruh dalam pendapatan Petani. Penentuan saat panen merupakan tahap awal dari kegiatan penanganan pascapanen padi. Ketidaktepatan dalam penentuan saat panen dapat mengakibatkan kehilangan hasil yang tinggi dan mutu gabah/beras yang rendah. Kurangngnya akses petani terhadap informasi inovasi dan pengetahuan terbaru dalam bidang pertanian terutama dalam menentukan panen padi yang tepat, Rendahnya pemahaman petani tentang faktor penyuluhan pertanian sehingga  pengetahuan pasca panen padi  relatif rendah. Peran Penyuluh Pertanian berdasarkan pada 10 indikator pelaksanaan penyuluhan pertanian yaitu :pertemuan, merancang rencana defenitif kebutuhan kelompok, diskusi,informasi, bermitra, bimbingan penerapan teknologi, partisipasi penyuluh dalam mengikuti gotong royong, alat dan mesin pertanian, sarana produksi dan hasil produksi  setelah adanya penyuluhan. Penerapan teknologi pascapanen merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Selain itu, aplikasi teknologi pascapanen juga dapat menekan kehilangan hasil panen.Penerapan teknologi diawali dengan diseminasi teknologi, selanjutnya terjadi adopsi teknologi.

Panen dan pasca panen padi adalah serangkaian kegiatan yang dimulai dari pemanenan hingga pengolahan gabah menjadi beras yang siap dikonsumsi atau dipasarkan. Tahapan ini mencakup pemungutan (pemanenan), perontokan, pengeringan, pembersihan, pengemasan, penyimpanan, dan penggilingan. 

Berikut adalah tahapan lebih detail dari panen dan pasca panen padi:

1. PEMANENAN:

·         Pilih waktu panen yang tepat:

Umur panen padi yang tepat biasanya antara 30-35 hari setelah berbunga merata atau 135-145 hari setelah tanam. 

·         Kadar air gabah:

Kadar air gabah yang ideal saat panen adalah 22-23% pada musim kemarau dan 24-26% pada musim hujan. 

·         Pemanenan manual atau menggunakan alat:

Pemanenan bisa dilakukan secara manual dengan sabit atau menggunakan alat seperti mesin panen padi. 

 

 

 

 

2. PERONTOKAN:

·         Perontokan manual atau mekanis: Perontokan dapat dilakukan secara manual dengan menginjak-injak atau menggunakan mesin perontok. 

·         Pembersihan: Gabah yang telah diroton akan dibersihkan dari jerami dan kotoran lainnya. 

 

3. PENGERINGAN:

·         Pengeringan alami atau menggunakan mesin pengering:

Gabah dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering untuk mengurangi kadar air hingga 12-14%. 

·         Pengontrolan kadar air:

Kadar air gabah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan gabah dan mudah diserang hama. 

 

4. PENYIMPANAN:

·         Pengemasan: Gabah dikemas dalam karung atau wadah yang sesuai untuk penyimpanan. 

·         Penyimpanan di gudang: Gabah disimpan di gudang yang bersih, kering, dan memiliki ventilasi yang baik untuk mencegah serangan hama dan kerusakan. 

 

5. PENGGILINGAN: 

·         Gabah menjadi beras: Gabah digiling menjadi beras yang siap dikonsumsi atau dipasarkan.

Tujuan pasca panen padi:

·         Mencegah kehilangan hasil panen:

Penanganan pasca panen yang baik dapat mengurangi kehilangan hasil panen akibat kerusakan, hama, dan kelembapan. 

·         Memperbaiki mutu beras:

Penanganan pasca panen yang tepat dapat meningkatkan mutu beras seperti warna, aroma, dan tekstur. 

·         Menekan tingkat kerusakan:

Penyimpanan yang baik dapat menekan tingkat kerusakan gabah akibat hama dan kelembapan. 

·         Memperpanjang umur simpan:

Penyimpanan yang tepat dapat memperpanjang umur simpan beras hingga beberapa bulan. 

Perbaikan pasca panen:

·         Pemanenan tepat waktu:

Pemanenan padi yang tepat waktu dapat mencegah kehilangan hasil panen dan meningkatkan mutu gabah. 

·         Penyimpanan yang baik:

Penyimpanan gabah di gudang yang bersih dan kering dapat mencegah kerusakan dan hama. 

·         Penggunaan alat dan teknologi yang tepat:

Penggunaan alat dan teknologi yang tepat dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi kehilangan hasil panen.