Loading...

Panen dan Pasca Penen Padi Varietas Memberamo

Panen dan Pasca Penen Padi Varietas Memberamo
Untuk mendapatkan hasil produksi padi varietas Memberamo yang optimal, harus memperhatikan ketepatan waktu memotong padi. Dalam hal ini, ketepatan waktu memotong padi selain menentukan produksi yang optimal juga sangat menentukan kualitas butir padi dan kualitas beras. Panen terlalu cepat dapat menimbulkan persentase butir hijau tinggi yang berakibat sebagian biji padi tidak terisi atau rusak saat digiling. Panen terlambat menyebabkan hasil berkurang karena butir padi mudah lepas dari malai dan tercecer di sawah atau beras pecah saat digiling. Penanganan Panen dan Pasca Panen Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalam kegiatan panen dan pasca panen, sebagai berikut : 1. Potong padi dengan sabit gerigi, 30 - 40 cm di atas permukaan tanah. Sabit rupanya masih merupakan satu-satunya alat potong yang digunakan pemanen. Potong bagian tanaman padi 30 - 40 cm dari permukaan tanah, pemotongan terlalu atas dekat malai sedikit mengurangi kehilangan hasil, tapi padi sulit dirontok. Pemotongan tanaman padi terlalu rendah saat panen dapat menyebabkan kerontokan gabah tinggi; 2. Panen padi dilakukan oleh kelompok pemanen. Bila sudah ada kelompok pemanen, panen yang dilakukan secara berkelompok akan lebih baik dari pada panen yang dilakukan perorangan (keroyokan). Panen oleh perorangan menggunakan alat perontok tradisional beresiko kehilangan hasil tinggi (18%). Panen sebaiknya oleh kelompok pemanen profesional menggunakan sabit gerigi dan perontokan menggunakan power thresher atau pedal thresher. 3. Perontokan padi dilakukan segera setelah padi dipotong agar kualitas gabah dan beras giling tinggi. Perontokan lebih dari 2 hari menyebabkan kerusakan beras. Disamping itu gabah yang terlalu lama disimpan di sawah berwarna kusam, tidak sebersih dan sekuning gabah yang tidak terlambat dirontok; 4. Untuk mengurangi kehilangan hasil harus diusahakan agar tersedia plastik atau terpal yang dapat digunakan sebagai alas tanaman padi yang baru dipotong dan ditumpuk sebelum rontok. Pada musim hujan, biasanya padi yang sudah dipotong tidak dapat segera dirontok, dan kalau tertunda berbeda hari kehilangan hasil akan tinggi, kualitas gabah dan beras yang dihasilkan akan turun; 5. Pengeringan Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada pengeringan gabah : - Jemur gabah di atas lanatai jemur; - Ketebalan gabah 5 - 7 cm; - Lakukan pembalikan setiap 2 jam sekali; - Pada musim hujan, gunakan pengering buatan; - Pertahankan suhu pengering 50 derajat celsius untuk gabah konsumsi atau 42 derajat celsius untuk dijadikan benih. 6. Penggilingan dan Penyimpanan Untuk memperoleh beras dengan kualitas tinggi, perhatikan waktu panen, sanitasi (kebersihan), dan kadar air gabah (12 - 14 %); Simpan gabah/beras dalam wadah yang bersih dalam lumbung/gudang, bebas hama, dan memiliki sirkulasi udara yang baik; Penyimpanan benih/gabah dapat juga dilakukan dengan Sistem Tutup Kedap Udara (Hermetik) dan penyimpanan dengan Karung Super IRRI, seperti berikut ini : 1) Sistem Tutup Kedap Udara (Hermetik) Sistem ini dapat menggunakan kontainer plastik khusus atau kontainer yang lebih kecil terbuat dari plastik atau baja atau bahkan pot dari tanah. Ukuran penyimpanan dapat berkisar antara 25 liter sampai 300 ton dan sistem ini dapat digunakan untuk gabah, beras, dan serealia lainnya seperti jagung. Cara penyimpanan tertutup : Gabah dan benih harus dibersihkan dan dikeringkan sampai kandungan airnya cukup rendah (misalnya 13 % untuk masa penyimpanan 8 - 12 bulan) sebelum disimpan; Tempatkan benih/gabah dalam kontainer kedap udara yang bersih dan dapat ditutup rapat; Gunakan pelumas atau penutup kedap udara seperti silikon waktu menutup kontainer. Pada pot yang terbuat dari tanah liat, cat bagian dalam dan luar pot dengan cat akrilik; Tempatkan kontainer di tempat terlindung atau terbungkus; Batasi kegiatan membuka dan menutup kontainer. 2) Karung Super IRRI Karung Super IRRI adalah karung yang cocok untuk petani yang ingin menyimpan gabah dan biji-bijian lain seperti kopi serta dirancang untuk menyimpan gabah/benih sampai 50 kg. Karung Super cocok untuk digunakan sebagai pelapis dalam karung penyimpan seperti karung goni atau plastik anyaman. Cara menggunakan Karung Super : Tempatkan Karung Super dalam karung penyimpan yang sudah ada (misalnya karung goni atau plastik); Isi karung super dengan gabah atau benih kering ; Hilangkan sebanyak mungkin udara di atas gabah/benih dengan cara menguatkan ikatan; Tutup karung dengan cara memelintir bagian atas plastik lalu lipat menjadi dua. Ikat ujungnya dengan karet atau selotip yang kuat. Simpan gabah pada kadar air kurang dari 14 % untuk konsumsi dan kurang dari 13 % untuk benih; Gabah yang sudah disimpan dalam penyimpanan, jika akan digiling, dikeringkan terlebih dahulu sampai kadar air mencapai 12 - 14 %; Sebelum digiling, gabah yang baru dikeringkan tersebut diangin-anginkan terlebih dahulu untuk memperkecil persen butir pecah. Penulis : Sri Hartati Sumber : 1) Informasi Ringkas Teknologi Padi, Kerjasama Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dengan International Rice Research Institute 2007; 2) Deskripsi Varietas Tanaman Pangan Th. 2008, Direktorat Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2008; 3)