Loading...

Panen Dan Pascapanen Kacang Tanah

Panen Dan Pascapanen Kacang Tanah
Tahapan awal penanganan pasca panen yaitu menentuan saat panen kacang tanah Penentuan saat panen kacang tanah dapat dilakukan berdasarkan: deskripsi varietas kacang tanah, umur tanaman kacang tanah dan kenampakan fisik. Penanganan pasca panen kacang tanah meliputi pengumpulan yang diikuti pengering an, penyortiran dan penggolongan, penyimpanan, Pengemasan dan Pengangkutan. Umur Panen dan Ciri kacang tanah yang siap panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ??3- 4 bulan dan umur panjang ??5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, polong sudah berisi penuh dan keras. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. Cara Panen Cara panen biasanya dengan mencabut tanaman kacang tanah kemudian polong (buahnya) dicabut untuk selanjutnya dibersihkan dan terus dijemur dalam terik matahari sampai kering. Jika akan memerlukan benih , bisa memilih yang bagus fisiknya dan tidak cacat, untuk selanjutnya dilakukan penyimpanan. Kalau akan dikonsumsi, kacang tersebut bisa langsung dipasarkan atau bisa juga biji yang sudah dikupas dapat dibuat berbagai jenis produk makanan. Produksi dalam satuan luas Besarnya produksi dalam satu hektar kacang tanah bermacan-macam tergantung kesuburan tanahnya dan varietasnya serta pemeliharaannya. Jumlah produksi saat panen, biasanya sekitar 2 ton/ha polong kering. Pascapanen kacang tanah meliputi: Pengumpulan dan Pengeringan polong Brangkasan yang belum dipipil jangan ditumpuk. Brangkasan tanaman bisa dipotong di lapangan sehingga tinggal cabang dan polongnya saja dapat dijemur, sedang brangkasannya dapat dikumpulkan. Kegiatan pemipilan ini dapat pula dilakukan setelah polong kering. Setelah panen, pengeringan harus dilakukan sesegera mungkin setelah panen. Jika ditimbun lama menyebabkan tumpukan benih menjadi panas, respirasi benih berlangsung cepat, sehingga vigor awal benih menjadi rendah. Pengeringan harus dilakukan dalam keadaan cuaca sangat baik. (panas terik). Caranya: polong dihamparkan di atas lantai jemur/terpal dengan ketebalan 2-3 cm. lakukan pembalikan setiap 1-2 jam. Lama penjemuran 4-5 hari dengan kadar air biji sekitar 12% upayakan kadar air biji mencapai sekitar 10% Penyortiran dan Penggolongan Polong kacang tanah bisa dipilah-pilahkan menurut polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya, lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang. Caranya: ditampi atau diayak untuk memisahkan polong dari kotoran. Pisahkan polong bernas. Kumpulkan polong yang baik, bernas dan seragam ukurannya. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering, masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jemur biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah. Pengemasan dan Pengangkutan produk mentah/polong mentah dapat dilakukan pengemasan dengan menggunakan plastic per 10 kg.Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus, kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan Bersih, kemudian dijahit, berat setiap karung disesuaikan dengan besarnya karung. Namun diperhitungkan agar tahan pada saat diangkat-angkat atau saat dilakukan pembongkaran. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. b) Daerah asal produksi. c) Nama dan mutu barang. d) Nama perusahaan/pengekspor. e) Berat bruto. f) Berat netto. g) Nomor karung. h) Tujuan. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang penting kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan. Penulis : Yulia Tri S Email: yuliatrusedyowati@.yahoo.co.id Sumber: http://www.ristek.go.id http://migroplus.com/brosur/Budidaya%20kacang%20tanah.pdf J. Rachman Hidayat Sunnendar Kartaatmadja, Sri Astuti Rais, 1999.Teknik Produksi Benih Kacang Tanah, Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Bogor