Pendahuluan
Panen dan pascapanen merupakan tahapan akhir dalam budidaya padi yang sangat menentukan keberhasilan usaha tani. Hasil panen yang tinggi tidak akan memberikan nilai maksimal apabila penanganan panen dan pascapanen dilakukan secara tidak tepat. Oleh karena itu, penerapan teknik panen dan pascapanen yang baik menjadi kunci dalam menjaga mutu gabah, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan pendapatan petani.
Waktu Panen yang Tepat
Panen padi harus dilakukan pada saat tanaman mencapai matang fisiologis. Ciri-ciri padi siap panen antara lain sebagian besar gabah telah menguning, malai menunduk, dan kadar air gabah berkisar antara 20–24 persen. Panen yang dilakukan terlalu dini akan menghasilkan gabah hampa dan mutu beras rendah, sedangkan panen terlambat dapat menyebabkan kehilangan hasil akibat rontok dan serangan hama.
Teknik Panen Padi
Panen padi dapat dilakukan secara manual maupun mekanis. Panen manual menggunakan sabit masih banyak diterapkan pada lahan sempit, namun membutuhkan tenaga kerja yang besar. Sementara itu, penggunaan alat dan mesin pertanian seperti reaper atau combine harvester mampu mempercepat proses panen, menekan biaya, serta mengurangi kehilangan hasil.
Penanganan Pascapanen
Penanganan pascapanen meliputi perontokan, pengeringan, pembersihan, dan penyimpanan gabah. Perontokan harus dilakukan secara hati-hati agar gabah tidak pecah. Pengeringan bertujuan menurunkan kadar air gabah hingga mencapai standar aman simpan, yaitu sekitar 14 persen untuk gabah konsumsi. Gabah yang telah kering dan bersih kemudian disimpan di tempat yang kering dan berventilasi baik untuk mencegah serangan hama gudang.
Pentingnya Pengelolaan Pascapanen yang Baik
Pengelolaan pascapanen yang tepat dapat mengurangi kehilangan hasil yang umumnya terjadi pada tahap panen hingga penyimpanan. Selain itu, mutu gabah yang baik akan meningkatkan harga jual dan daya saing produk di pasar. Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh hasil panen yang optimal, tetapi juga keuntungan ekonomi yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Panen dan pascapanen padi merupakan bagian penting dalam sistem produksi padi. Penerapan waktu panen yang tepat serta penanganan pascapanen yang baik akan menjaga mutu gabah, mengurangi kehilangan hasil, dan meningkatkan nilai jual. Oleh karena itu, petani perlu terus didorong untuk menerapkan teknologi panen dan pascapanen yang tepat guna mendukung pertanian padi yang berkelanjutan.
Sumber: Kementan RI, BSIP, BB Padi, BBP Mektan, IRRI, FAO.