Loading...

PANEN DAN PENGOLAHAN BENIH KAKAO

PANEN DAN PENGOLAHAN BENIH KAKAO
Proses pembuatan benih kakao dilaksanakan melalui tahapan pemilihan- pemilihan pohon,buah dan biji serta pembuatan benih. Pemilihan pohon, Pohon yang dipilih sebagai sumber benih yaitu pohon yang memiliki daya hasil yang tinggi, tahan hama penyakit dan mempunyai adapatasi terhadap lingkungan. Sebaiknya pohon yang telah beberapa kali menghasilkan. Pemilihan buah, Pemilihan buah dari batang, cabang dan ranting pohon dapat sebagai sumber benih. Untuk sumber benih yang dipilih adalah buah yang masaknya tepat (warna kulit buah sudah berubah, dari buah yang masih muda berwarna hijau menjadi buah yang berwarna kuning jika sudah masak atau warna merah (buah muda) menjadi oranye /buah yang masak) dan isi buah telah kocak. Buah yang belum masak menghasilkan benih yang daya tumbuhnya rendah dan bibit yang lemah. Sedang buah yang lewat masak menghasilkan biji yang telah berkecambah dan tak dapat digunakan untuk benih. Oleh karena itu untuk menjadi benih, dipilih buah yang betul-sudak masak. Kemudian buah kakao yang telah masak dipilih yang sehat dan bentuknya normal dengan ciri-ciri : tidak mengkerut, tidak berbintik hitam serta masih utuh. Ukuran buah yang baik untuk benih adalah berat buah segar tidak kurang dari 350 gram dan volume buah tidak kurang dari 400 ml. Pemilihan biji, Biji yang digunakan sebagai benih dapat berasal dari bagian ujung, tengah dan pangkal buah serta bernas yaitu berisi dan berukuran sedang. Biji aat, memar dan lunak tidak boleh digunakan sebagai benih. Ukuran biji untuk benih bervariasi tergantung pada jenisnya dengan kisaran berat 100 biji adalah 100 gram. Pembuatan benih, Setelah buah dipetik dari pohon, dikumpulkan dan diangkut ke tempat proses pembuatan benih. Sebelum dilakukan pembelahan buah, dilakukan pemilihan buah-buah yang masak dan sehat. Buah yang baik dibelah melintang menggunakan alat pemukul, dilakukan secara hati-hati jangan sampai melukai biji. Kemudian Biji berdaging buah (pulp) dikeluarkan dari buah dan dicampur dengan air kapur 2,5 % (25 gram per liter air) selama 30 detik. Satu liter larutan air kapur digunakan untuk 1000 benih. Campuran pulp dengan air kapur dimaksudkan untuk menggumpalkan daging buah sehingga lebih mudah dikupas. Setelah pulp dikeluarkan dari air kapur dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kapur yang menempel pada biji. Pencucian biji dilakukan 2-3 kali sampai biji benar-benar bersih dari kapur. Kemudian biji dihilangkan dagingnya dengan ara mengupas kulit. Pengupasan kulit biji dilakukan dengan tangan. Sedapat mungkin dihindari biji terluka pada waktu pengupasan. Kemampuan mengupas kulit biji perorang per jam 350 butir. Benih setelah selesai dikupas, dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan kapur yang mungkin masih tersisa pada benih. Untuk melindungi benih dari serangan jamur digunakan fungisida. Untuk 1 liter larutan fungisida, konsentrasi larutan fungisida yang digunakan adalah 1 % (10 gram fungisida untuk 2000 benih untuk 4 kali merendam (setiap merendam 500 benih). Larutan diaduk merata 5-10 menit, selanjutnya benih ditiris dan diturunkan kadar airnya sampai kering. Penurunan kadar air benih, Kadar air benih sewaktu basah sekitar 50% dan untuk Pengangkutan pengiriman perlu diturunkan sampai mencapai kering 40 % yaitu dengan mengangin-anginkan pada tempat yang teduh. Benih mencapai kering ditandai dengan tidak adanya bintik air pada permukaan benih dan jika dipijit tidak mengeluarkan air. Pengeringan dilakukan dengan menyebar benih secara merata pada kotak pengering atau tampah. Untuk mempercepat benih kering dilakukan pembalikan benih berulang-ulang dengan tangan. Pengepakan benih, Benih yang telah kering dimasukkan dalam kantong plastik. Setiap kantong berisi 500 benih dan ditutup rapat. Kantong-kantong plastik yang berisi benih disusun dalam peti karto yang diberi serbuk gergaji yang kering dan bersih yang fungsinya sebagai penyangga suhu dalam karton agar relatif tetap. Setiap peti karton berisi 10 kantong plastik (5000 butir benih). Selanjutnya peti karton ditutup dengan perekat dan bagian luar kantor diantumkan keterangan (nama dan alamat tujuan dan pengirim, jenis benih, jumlah benih dan tanggal pegiriman). Pengiriman benih, Dalam pengiriman benih perlu diperhatikan kondisi sekitar peti karton agar benih tetap baik sampai ditempat tujuan. Perlu diperhatikan suhu ruangan tidak terlampau panas/ tidak melebihi 35 derajat celius, peti karton tidak boleh ditempatkan pada cahaya matahari langsung dan dijaga agar tidak mengalami kerusakan. Pengangkutan benih dengan menggunakan angkutan darat/ udara/ laut sesuai tujuan. Segera setelah benih diterima ditempat tujuan, dilakukan penyemaian. Oleh karena itu tempat penyemaian perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan metode ini mampu mempertahankan daya tumbuh diatas 80 % setelah 3- 4 minggu. Penulis : Asia. Sumber : Pedoman Teknis Pembangunan Kebun Induk Kakao . Direktorat Jenderal Perkebunan 2006.