Stevia sebagai salah satu tanaman yang dapat menghasilkan pemanis buatan yaitu dari extrak daun. Dalam pemanenan daun stevia, hal yang perlu diperhatikan adalah umur tanaman. Hal ini dikarenakan apabila pemanenan terlambat maka akan menurunkan kadar gula pada daun. Pemanenan stevia agar dapat di peroleh produksi biomassa daun yang tinggi maka sebaiknya dilakukan menjelang tanaman berbunga yaitu sebagai patokan apabila sudah terlihat 5 - 10% dari total populasi tanaman mulai membentuk bunga. Biasanya tanaman ini telah berumur 40 - 60 hari setelah penanaman. Pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 30 - 60 hari sekali. Pemanenan juga dapat dilakukan dengan melihat ketinggian tanaman yaitu tanaman yang telah memiliki ketinggian sekitar 40 - 60 cm dan berdaun rimbun. Pemanenan yang baik dilakukan pada pagi hari, dengan cara memotong batang atau tangkai sepanjang 10 - 14 cm dari permukaan tanah, selanjutnya batang tersebut dirompes dan diambil daunnya saja. Setelah daun didapatkan selanjutnya daun stevia tersebut di keringkan baik itu dengan menjemurnya dibawah sinar matahari ataupun dengan menggunakan alat pengering buatan. Pengeringan dengan sinar matahari dapat dilakukan apabila matahari bersinar cukup terik dengan lama pengeringan 1 atau 2 hari. Akan tetapi pengeringan dengan sinar matahari daun yang dihasilkan berwarna hijau kecokelatan kadang kehitaman sehingga menurunkan mutu daun. Pengeringan dapat dilakukan juga dengan memasukkan daun ke dalam alat pengering dengan aliran udara panas dengan suhu 50 - 70 °C. Alat ini efektif untuk daerah yang sering hujan atau saat musim hujan, tetapi investasi dan biaya operasionalnya cukup tinggi. Pengeringan lainnya dilakukan dengan memasukkan daun ke rumah pengering yang berupa rumah plastik tertutup rapat. Dalam rumah terdapat rak susun yang dapat diletakkan wadah berisi daun. Pada kondisi ini daun tidak terpapar langsung dengan sinar matahari sehingga warna daun tetap kehijauan. Pada saat hujan pengeringan dapat dibantu dengan alat penghembus udara panas untuk mempercepat. Hasil panen setelah dikeringkan akan mendapatkan produksi sebesar 1,5 kg biomassa kering dari 10 kg biomassa segar stevia yang terdiri dari daun 70 - 80% dan ranting 20 - 30% dengan kandungan air dalam biomassa kering stevia kurang dari 10%. Jika sudah kering, daun atau daun plus ranting kering stevia yang diperoleh selanjutnya dikemas untuk dikirim ke tempat pengolahan atau langsung untuk dijual. Pabrik pengolahan untuk gula stevia (dalam bentuk ekstrak tepung putih atau gula cair) memerlukan daun saja, sedangkan pembeli lain misalnya untuk industri jamu memerlukan daun dan juga campuran daun plus ranting. Apabila untuk dijual (ke toko organik atau perorangan), daun kering atau serbuk daun dapat dikemas dalam kantong plastik putih dengan label. Kemasan yang umum adalah dengan berat antara 25 gram sampai dengan 250 gram. Kemasan yang menarik akan meningkatkan nilai jual produk. Mugi Lestari (PP BPPSDMP Kementan) Sumber : Sumaryono & Masna Maya Sinta, 2016. Petunjuk Teknis Budidaya Tanaman Stevia. Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, Bogor.