Panen dan Temu Lapang Petani Dalam Rangka Penerapan Teknologi Tumpangsari Kacang Tanah “ Ubikayu di Lahan Kering Di Sukadana
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Pada tanggal 5 Juli 2011 di lahan Kelompoktani Harapan Jaya Desa Sukadana Ilir kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur dilaksanakan Temu Lapang dalam rangka Penerapan Teknologi Tumpangsari Kacang Tanah - Ubikayu di Lahan Kering Desa Sukadana Ilir Kecamatan Sukadana Lampung Timur. Temu lapang dihadiri petani, penyuluh, petugas pertanian dan Bupati Lampung Timur dengan narasumber peneliti dari Balitkabi Malang, BPTP Lampung dan Dinas Pertanian Lampung. Hal-hal yang dapat disimpulkan dari Temu Lapang tersebut adalah : 1. Pemanfaatan lahan kering saat ini belum optimal 2. Pola tumpangsari kacangtanah - ubikayu memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, karena memiliki keunggulan komparatif dibanding pola monokultur. Dengan tumpangsari selain diperoleh keuntungan secara finansiil juga menguntungkan dalam membenah kesuburan tanah terutama sumbangan nitrogen bintil akar kacang tanah dan sumbangan bahan organik . 3. Pola tumpangsari yang diterapkan yaitu kacang tanah dengan populasi 80% + ubikayu dengan populasi 50%, yang ditanam pada umur 35 hari setelah tanam kacang tanah. 4. Varietas kacang tanah yang ditanam yaitu Macan dan ubikayu UJ-5 merupakan kombinasi yang paling baik ( produksi dan pendapatan )paling tinggi dibanding dengan kombinasi yang lain. 5. Kombinasi kacang tanah (Macan) + Ubikayu (UJ-5) diperoleh produksi kacangtanah sebesar 4,2 t/ha polong basah dan 23 t/ha ubi basah. 6. Nilai ekonomis kombinasi kacang tanah + ubikayu tersebut sebagai berikut : - kacang tanah 4,2 ton x Rp 5.000/kg = Rp 21.000.000,- - ubikayu 23 ton x Rp 750,-/kg = Rp 17.250.000,- = Rp 38.250.000,-/ha Dengan input usahatani sebesar Rp 12.500.000,- maka diperoleh pendapatan usahatani tumpangsari kacangtanah + ubikayu sebesar Rp 38.250.000,- - Rp 12.500.000,- = Rp.25.250.000/ ha/th atau pendapatan petani kurang lebih Rp. 2.100.000,-/ha/bln. (Tati Purnamawati, PP Madya BP4K Lampung Timur)