Loading...

Panen Gambas, Pare dan Mentimun Poktan Sejahtera

Panen Gambas, Pare dan Mentimun Poktan Sejahtera

Saat ini bulan kesepuluh, Oktober yang penuh hujan. Langit hanya sebentar saja tenang dan terang, selebihnya rinai air dari langit tumpah ruah seantero Bukit Batu. Seorang petani menekurkan kepala, sesekali memandang ke barat daya. Di kejauhan tampak angin berhembus mengarak gumpalan awan hitam.

“Mungkin hujan akan turun deras sekali, mari kita berteduh di saung tani tepi kebun itu.” Kata Pak Akiong, sambil menunjuk ke sebuah pondok kayu.

Saya setuju dengan usul itu, pembicaraan kami hentikan sementara. Perlahan kami tinggalkan area tanam sayur tersebut, mengikuti jalan tanah samping bedengan, menuju pondok.

“Petani yang baik, bukan hanya selalu bekerja keras di kebun, tetapi juga jeli membaca peluang ekonomi. Sigap beralih ke sayuran lain bila harga sedang bagus disetiap kesempatan.” Ujarnya kala kami sudah sampai di Saung Tani.

“Saya menanam tiga jenis sayuran utama, yaitu pare, gambas dan mentimun. Pilihan bijak dengan tidak hanya menggantungkan satu jenis tanaman. Hal itu merupakan salah satu solusi agar pendapatan petani bisa stabil dan punya kesempatan meningkat.” Imbuh Ketua Kelompok Tani Sejahtera tersebut.

“Kalah mata, kalah uang. Kami sebagai petani mesti pandai melihat peluang.” Ucapnya serasa pantun petuah bijak, sambil menuang air putih ke gelas kaca, lalu meminumnya.             

“Saya senantiasa berfikir dan mencari berita, menanam apa kira-kira yang bisa memberikan keuntungan lebih banyak dengan pemasaran yang mudah.” Imbuhnya lagi. 

Akiong akhirnya memilih menanam ketiga komoditi sayur andalannya. Alasannya gambas, pare dan timun merupakan sayuran yang banyak dibutuhkan untuk menu makan sehari-hari. Apalagi permintaan ketiganya di pasar lokal maupun luar daerah sangat tinggi.

“Permintaan sayuran tersebut sangat tinggi, kami terkadang bahkan sampai kekurangan stok. Kami selalu kirim ke Pulau Bengkalis, Dumai dan Pekanbaru.” Urainya.

Hortikultura sejenis sayuran mentimun, pare dan gambas dikatakan tidak membutuhkan perawatan terlalu sulit. Umur tanaman tersebut sekitar 35 hari setelah tanam (HST) sudah bisa petik pertama. Masa panen sayuran itu sendiri bisa hingga tiga bulan. Artinya dengan sekali tanam, masa panen bisa lama, hasilnya kemungkinan melimpah.

 

“Kami memanen sayur gambas saat berumur 35 Hari, sedangkan sayur pare dan mentimun dipanen saat berumur 30 Hari.” Jelasnya.

Akiong menambahkan yang membuatnya cukup beruntung adalah harga sayuran di pasar saat ini cukup bagus. Harga gambas saat ini berada pada kisaran 8.000 Rupiah. Harga pare dan timun ditingkat petani usai petik kebun adalah 7.000 Rupiah per-Kilogram, sedangkan dipasaran bisa mencapai 8.000 per-Kilogram.

Dalam setahun, Poktan Sejahtera melakukan empat kali tanam sayuran. Hasilnya dinilai lebih menguntungkan karena dari sisi pendapatan tanaman ini lebih cepat dipanen. Sudah dua kali memanen, hasilnya yaitu 650 Kg Gambas, 700 Kg Pare dan 600 Kg Mentimun.

“Ada kegembiraan saat kami menanam sayuran, menyiram, merawat dan panen. Saya suka warnanya yang hijau. Sangat menyenangkan bisa membantu memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat, sekaligus memperoleh keuntungan.” Pungkasnya.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari UPT BPP Kecamatan Bukit Batu membentuk kelompok tani (Poktan) Sejahtera. Kelompok Tani Sejahtera menanam sayuran di lahan Pertanian seluas 2 Ha. Kebun tersebut terletak di Jalan Lingkar, Dusun Kampung Baru, Desa Sungai Selari. Penyuluh pertanian mengadakan rapat petani, membuat berita acara pembentukan kelompok, lalu mendampingi budidaya hortikultura Poktan Sejahtera.