PENDAHULUAN Diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan diversifikasi konsumsi dan produksi secara bersamaan. Diversifikasi pangan tidak hanya sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras dan terigu tetapi juga upaya peningkatan perbaikan gizi menuju Pola Pangan Harapan (PPH) guna mendapatkan manusia berkualitas dan memiliki daya saing, serta penyediaan lapangan kerja untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Guna sosialisasi diversifikasi pangan di masyarakat dapat dimulai dari pekarangan rumah sebagai pilot project yang dapat langsung terlihat hasilnya jika dikelola dengan maksimal. Asupan pangan yang cukup dan berkuaalitas sangat menentukan pemenuhan gizi bagi masyarakat. Dengan gizi yang seimbang maka kesehatan akan lebih terjamin sehingga meningkat pula kwalitas hidup. Berbagai sumber pangan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara langsung atau tidak langsung hal tersebut erat kaitannya dengan tingkatan ketahanan pangan suatu negara. Ketahanan pangan dapat diwujudkan dengan menciptakan kondisi yang kondusif dalam mengembangkan penanganan permasalahan pangan, baik di tingkat nasional (makro) maupun daerah (mikro). Dalam jangka panjang, ketahanan pangan harus bertumpu pada sumber daya lokal untuk mampu menghindarkan ketergantungan pada impor. Seiring dengan otonomi daerah, maka setiap level daerah diberi kewenangan untuk menyusun strategi dan kebijakan ketahanan pangan yang paling sesuai dengan karakter wilayah dan ekologinya. Untuk mewujudkan ketahanan pangan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melaksanakan kembali diversifikasi pangan menuju produksi dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman, serta yang terpenting adalah berbasiskan sumberdaya lokal. Lahan pekarangan mempunyai beragam fungsi. Fungsi pekarangan dapat ditinjau dari fungsinya secara ekonomi, sosial budaya, dan biofisik. Dalam konteks budaya Jawa misalnya, pekarangan cenderung tidak eksklusif dan tidak berpagar dan kalaupun berpagar selalu ada bagian terbuka atau mudah dibuka sehingga siapapun leluasa untuk keluar masuk. Hal ini menunjukkan bagi masyarakat desa, pekarangan mempunyai fungsi publik yang dapat dipergunakan sebagai tempat bemain anak-anak dan pertemuan antar warga sebagai sarana komunikasi masa. Fungsi biofisik ditunjukkan oleh pola pengusahaan pekarangan yang multi komoditas, di mana tanaman dan ternak diusahakan bersama di pekarangan sehingga secara alami berlangsung proses daur ulang (recycling) dan tidak ada yang terbuang. Limbah dari suatu proses menjadi sumberdaya dalam proses berikutnya. Kementerian Pertanian, kemudian, terdorong untuk mengembangkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (M-KRPL). MKRPL merupakan salah satu konsep pemanfaatan lahan pekarangan, baik di pedesaan maupun perkotaan dengan memberdayakan potensi pangan lokal. MKRPL dapat dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya tanaman pangan, buah-buahan, sayuran, tanaman obat keluarga (toga), ternak/ikan serta pengolahan limbah rumah tangga menjadi kompos. MKRPL ini harus dimaknai sebagai upaya membangun kemandirian pangan rumah tangga, pengembangan diversifikasi pangan, konservasi tanaman lokal, pengembangan kearifan lokal dan manajemen kebun bibit desa. FUNGSI PEKARANGAN Pekarangan adalah sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas batas-batasnya, karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan merupakan lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan waktu luang yang tersedia. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain: Sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi, Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa, Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk kenyamanan, Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen, Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke dalam tanah, Melindungi tanah dari kerusakan erosi Tempat pendidikan bagi anggota keluarga BUDIDAYA IKAN NILA DI HALAMAN RUMAH Cara budidaya atau ternak ikan nila dengan memanfaatkan lahan sekitar rumah yang sempit membutuhkan kreatifitas anda dalam menerapkannya sehingga jika dapat dilakukan dengan baik, maka bisa menjadi peluang usaha yang cukup menguntungkan. Potensi dan Kelebihan Budidaya Ikan Nila : Memiki daya tahan cukup tinggi terhadap perubahan lingkungan Cukup mudah beradaptasi Bersifat Omnivora dan pertumbuhan terbilang cepat Tahan dan kebal dari serangan penyakit dan virus Berkembang biak dengan cepat Metode Budidaya Ikan Nila di Halaman Rumah Untuk dapat memulai budidaya ikan nila di area sekitar rumah yang sempit maka salah satu pilihannya adalah dengan menerapkan kolam terpal. Menghemat biaya dan tenaga. Fleksibel, kolam terpal dapat dibentuk menyesuaikan dengan luas halaman rumah tang kita miliki. Tidak perlu menggali tanah terlalu dalam. Hemat air karena tidak perlu terlalu sering memasok air ke kolam tersebut selama tidak ada indikasi bocor. Mudah dalam pengawasan dan pemeliharaan. Mudah didapat dengan harga terjangkau. Saat ini kolam terpal yang sudah jadi tersedia dengan banyak bentuk dan varian bahan yang menyesuaikan dengan kualitas yang diinginkan. Pembuatan Kolam Terpal Pertama-tama yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan kolam. Kolam harus dibuat dengan kedalaman kurang lebih 50-75 cm agar memberikan ruang yang cukup untuk ikan nila berkembang biak dengan sempurna. Konstruksi kolam terpal Jika kedalam kolam sudah mencapai 50 cm, maka anda harus memadatkan dasar kolam dan dipinggir kolam dibuat tanggul dan diperkuat dengan batu bata atau batako. Dasar kolam juga bisa diberi batu bata agar dasar menjadi rata dan keras. Setelah itu diberi sekam yang merata dan barulah terpal bisa dipasang. Cara ini mirip pembuatan tambak didaerah pantai untuk mencegah kehilangan air. Setelah terpal terpasang, pastikan terpal terkunci dengan baik dipinggi pinggir kolam. Untuk memastikan agar ujung ujung terpal terkunci, beri batako atau batubata diatas pinggiran terpal agar terpal tidak mudah berubah kedudukannya bentuk yang bisa menyebabkan kebocoran air. Setelah semua terpasang dengan baik, isi kolam dengan air. Hal ini juga sekalian untuk memeriksa apakah ada yang bocor atau tidak setelah di isi air, lalu kolam dikeringkan lagi untuk tahap persiapan berikutnya. Penebaran Bibit Ikan Nila dan Pemeliharaan Berikutnya adalah mempersiapkan bibit atau pembenihan sesuai dengan kapasitas kolam yang telah dibuat. Benih ikan nila bisa dibeli dari toko benih ikan atau dari dinas perikanan Benih yang bagus berukuran 5-10 cm dan pilih benih yang sehat dengan cara melihat keaktifan mereka bergerak Setelah kolam dikeringkan kembali jangan lupa untuk memeriksa sistem pengisian serta sistem pembuangan air dan perkuat pinggiran kolam. Taburkan lapisan dasar kolam dengan kapur sebanyak 25 gram – 1kg/m2 dan juga diberikan pupuk kandang dengan ukuran ½ KG/m2 barulah kolam kembali di isi dengan air. Biarkan atau endapkan air tergenang selama 5-7 hari sampa tumbuh plankton sebelum bibit ikan nila disebar. Sesuai petunjuk cara ternak ikan nila adalah sebaiknya menentukan bibit yang dipilih tampak sehat dan aktif serta tidak terserang virus maupun bakteri. Setelah memasuki 5-7 hari air kolam yang diendapkan maka anakan nila sudah bisa disebar dengan kapasitas 5-10 ekor/m2. Agar bibit ikan nila dapat tumbuh dengan cepat dan sehat maka dibutuhkan suplai pakan yang baik. Pakan nila yang baik biasanya adalah pelet ikan dengan komposisi protein 20% – 30%, Lemak 70% dan karbohidrat 70% serta daun-daunan. Cukup mudah dan yang paling penting anda rajin memberi makan setiap hari jangan sampai terlewatkan dan ikan nila bisa dipanen setelah masa 6 bulan. Pada saat umur 6 bulan dengan suplai pakan yang cukup, ukuran ikan nila sudah layak konsumsi dengan berat antara 400gram – 600 gram. Apabila anda ingin mencari atau membuat indukan sendiri, maka pilihlah dari beberapa ikan nila jantan dan betina yang sehat kemudian pisahkan kedalam kolam khusus pembiakan. Pemeliharaan Ikan Nila Untuk keberlangsungan usaha budidaya ikan nila anda maka sebaiknya juga mampu mengatasi atau mengantisipasi segala ancaman yang bisa datang kapan saja diantaranya ialah: Ikan nila stress – Hal ini seringkali di akibatkan oleh air kolam yang tidak pernah di ganti sehingga mengakibatkan stress dan cara menanganinya ialah dengan menganti air secara berkala atau membuat sirkulasi yang baik. Kurang nafasu makan – Cenderung disebabkan karena kurangnya pemberian vitamin pada ikan yang menyebab kan ikan kurang nafsu makan cara penanganannya yaitu dengan pemberian vitamin dan suplemen tambahan. Terserang parasit – Hal ini karena zat asam yang terlalau berlebihan pada air sehingga menyebabkan ikan rentan terserang penyakit, kemudian cara penagganannya ialah dengan memisahkan ikan yang terserang penyakit pada kolam lain. Penyakit pada ikan nila terjadi jika ikan (inang), hidup dalam lingkungan perairan yang kurang sesuai untuk kehidupan ikan, tetapi mendukung patogen untuk memperbanyak diri atau berkembang biak. Ini akan menyebabkan perubahan secara patofisiologi pada organ-organ tubuh ikan. Timbulnya serangan penyakit ikan di kolam merupakan hasil interaksi yang tidak serasi antara ikan, kondisi lingkungan dan organisme penyakit. Interaksi yang tidak serasi ini telah menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah diserang oleh penyakit. Melakukan tindakan pencegahan terjadinya serangan penyakit pada ikan nila jauh lebih baik daripada mengobati. Dengan melakukan pencegahan setidaknya serangan penyakit ikan nila dapat ditekan seminim mungkin. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya serangan berbagai jenis penyakit pada ikan nila : Pembersihan dan pengeringan dasar kolam setiap selesai panen Penggunaan bibit ikan yang sehat dan bebas penyakit Menghindari penebaran bibit ikan terlalu padat (melebihi kapasitas kolam) Menggunakan sistem pengairan secara paralel untuk mencegah penularan dan penyebaran penyakit Memelihara ikan nila dengan baik dan benar Pakan diberikan dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan, sisa-sisa pakan akan mengendap didasar kolam dan menimbulkan pencemaran bau busuk pada air kolam. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan organisme parasit penyebab penyakit pada ikan nila Mengganti air kolam secara teratur. Selain dari beberapa organisme yang menjadi penyabab penyakit pada ikan nila diatas, timbulnya beragam penyakit juga dapat disebabkan oleh kualitas air yang kurang terjaga dengan baik. Kotoran dan limbah yang mengendap pada didasar kolam juga dapat memicu keracunan pada ikan. Kemudian sisa sisa pakan serta pembusukan material organik di dasar kolam secara kimia akan menimbulkan H2S yaitu gas yang sering meracuni ikan. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Halaman 62. 2013. Laporan Tengah Tahun Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari Kabupaten Belitung Timur. http://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/penyuluhan/info-krpl/632-pemanfaatan-pekarangan. (Diakses hari Rabu, 22 Juli 2020). https://centrausaha.com/budidaya-ikan-nila-kolam-terpal/ (Diakses hari Rabu, 22 Juli 2020).