Loading...

Panen Kangkung Uswatun Hasanah Hasil Kerja Keras

Panen Kangkung Uswatun Hasanah Hasil Kerja Keras

Panen kangkung adalah momen yang sangat dinantikan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Sejangat. Mereka telah melalui proses penanaman, perawatan, dan pemeliharaan yang intensif, akhirnya tiba saatnya untuk memanen hasil kerja keras tersebut. Panen kangkung tidak hanya menjadi ajang untuk menikmati hasil kerja keras, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menilai keberhasilan teknik pertanian yang telah diterapkan.

KWT Uswatun Hasanah melakukan panen kangkung pada sore hari Pukul 16:30 WIB. Kegiatan tersebut diadakan di Kebun Sayur RT 9 RW 2 Dusun Sukaramai. Terlihat tanaman kangkung masih segar walau terpapar sinar matahari petang. Anggota mencabut kangkung langsung sampai bagian akarnya. Ibu-ibu meraih batang kangkung dengan lembut lalu mencabut akar dari tanah dengan hati-hati. Mereka tampak memastikan agar proses pencabutan tidak merusak akar atau batang kangkung. 

“Panen kangkung adalah momen yang sangat penting bagi KWT Uswatun Hasanah. Petani dan Penyuluh melakukan panen kangkung agar dapat menikmati hasil kerja keras dan perawatan yang selama ini kami lakukan.” Ujar Penyuluh di sela proses panen sayur.

Ibu-Ibu Uswatun Hasanah lalu membersihkan hasil panen kangkung dengan air mengalir, tampak begitu telaten dan mahir sebab sudah menjadi kebiasaan.

“Panen kangkung memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Panglong, ibu-ibu KWT menyediakan sayuran yang segar dan kaya akan nutrisi.” Imbuh PPL.

Panen kangkung tidak hanya memberikan hasil yang baik untuk petani, tetapi juga memberikan manfaat bagi konsumen. Kangkung adalah sayuran yang kaya akan nutrisi, seperti vitamin A dan C, serta mineral seperti kalsium dan zat besi. Dengan demikian, panen kangkung dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat.

Sayur kangkung hasil panen yang berjumlah 70 ikat telah dibersihkan, diikat lalu dikemas untuk dipasarkan. KWT melakukan pengemasan kangkung dengan baik, memastikan sayur tetap segar dan tidak rusak selama transportasi. Ibu-ibu KWT Uswatun Hasanah adalah pekerja keras. Mereka memasarkan sendiri hasil panen kangkung ke rumah-rumah penduduk satu persatu. 

“Ini bukanlah tentang sekedar menghasilkan materi, tapi sebuah upaya nyata menyediakan makanan, bagi sebuah keluarga kecil agar bisa tetap bahagia.” Tutupnya.