Loading...

PANEN KEDELAI DI KECAMATAN SIKUR

PANEN KEDELAI DI KECAMATAN SIKUR
Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan yang memiliki peran dalam ketahanan pangan, dan sebagai bahan pokok dalam industri pakan dan pangan. Kebutuhan kedele terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan industri olahan pangan seperti kecap, susu kedelai, tahu, tempe, dan taucho. Pengembangan kedele kedepan diarahkan untuk mencapai tujuan terciptanya Indonesia menjadi produsen kedele yang tangguh dan mandiri pada tahun 2025 dengan ciri-ciri produksi yang cukup dan efisien, kualitas dan nilai tambah yang berdaya saing, penguasaan pasar yang luas, meluasnya peran stakeholder, serta adanya dukungan pemerintah yang kondusif. Untuk mensukseskan dan menjamin keberhasilan produksi, system produksi perlu didukung dengan strategi kemampuan pelaku utama/petani dalam melaksanakan budidaya tanaman kedelai dilapangan. Para petani dibeberapa desa di Kecamatan Sikur kini telah mulai melaksanakan panen kedelai. Dari kegiatan panen di beberapa desa tersebut memberikan hasil panen yang cukup memuaskan. Dari hasil rata-rata sample ubinan yang diambil oleh penyuluh beserta KSK BPS Kecamatan Sikur memperoleh hasil rata-rata 1,2 ton/Ha biji kering (hasil konversi), dengan sistim ubinan 2,5 x 2,5. Hasil tersebut memang lebih rendah bila dibandingkan capaian hasil produksi kedelai tahun 2015. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas kedelai tersebut antara lain; kwalitas bibit yang kurang bagus misalnya tidak seragam, iklim yang tidak menentu sehingga mengakibatkan ketersediaan air pada saat pengisian polong sangat kurang, dan sebagainya. Namun kondisi tersebut ditegaskan oleh para pengurus kelompok tani yang ada di Kecamatan Sikur tidak akan menyurutkan minat para petani untuk terus menanam kedelai hingga target pemerintah dapat tercapai.