PENEN PADI DENGAN PUPUK ORGANIK OLEH BAPAK BUPATI SRAGEN SRAGEN - Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, SH, MH Sabtu (11/06) melakukan panen padi di demplot pupuk organik Desa Tangkil Kecamatan Sragen. Hadir dalam kegiatan tersebut Forum Pimpinan Daerah Kabupaten Sragen, Kepala SKPD lingkungan Pemkab Sragen, PPL serta kelompok tani. Tak ketinggalan pula perwakilan dari tiga produsen pupuk organik yang dijadikan percontohan yaitu PT. Petrokimia Gresik, PT. Kujang serta CV. Amadea. "Lokasi demplot padi organik pada masa tanam dua tahun 2011 ini dilaksanakan di 20 kecamatan dengan masing unit seluas satu patok", ujar Kepala Bappeluh Ir. Budiharjo. Di Desa Tangkil dilaksanakan uji coba pertanian padi organik pada kelompok tani Sidomukti. Dengan hasil perhektare berdasar ubinan, pengguna pupuk kujang menghasilkan 66 kuintal, petrokimia sebanyak 72,96 kuintal serta Mineral T2 sebanyak 64 kuintal. Hingga hari ini, jumlah demplot yang telah di panen berjumlah 13 unit di 13 Kecamatan, dengan hasil yang bervariatif. Hasil yang terbaik terdapat di Kecamatan Sukodono demplot dengan pupuk Petrokimia menghasilkan 98,4 kuintal, dengan pupuk Kujang menghasilkan 97,8 kuintal, dengan pupuk MT2 99,2 kuintal serta kontrol 94,4 kuintal. Demplot terburuk berada di Kecamatan Gesi karena terserang wereng hingga kontrol mengalami puso. Namun dengan pupuk organik petrokimia masih menghasilkan 19,6 kuintal, Kujang menghasilkan 19,2 kuintal serta MT2 menghasilkan 21 kuintal. Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan pupuk organik dapat membuat tanaman lebih tahan terhadap hama serta wereng. Selain tahan terhadap wereng, penggunaan pupuk organik juga dapat memperbaiki struktur tanah, menambah unsur mikro serta populasi musuh alami hama, meningkatkan kualitas produksi serta menurunkan penggunaan pupuk kimia. Dengan berbagai manfaat tersebut mulai tahun 2001 Sragen telah memulai ke arah pertanian organik atau semi organik. Tahun 2001 dimulai dengan lahan seluas 675 hektare dan pada tahun 2010 telah menjadi 9.123 hektare. Bupati dalam sambutannya mengapresiasi positif demplot ini serta mengucapkan terimakasihnya pada pabrikan pupuk serta petani yang merelakan lahannya sebagai demplot. Dengan ketahanannnya terhadap wereng diharapkan banyak petani yang kembali ke organik. Sehingga Sragen terus bertahan sebagai salah satu lumbung beras Jawa Tengah. Pada tahun 2010 lalu Sragen menjadi lumbung beras Jateng nomor dua setelah Cilacap dengan surplus beras sejumlah 315.851 ton. Lebih lanjut Bupati mengatakan pada tahun 2011 Sragen diharapkan mampu meningkatkan produksi sebesar 5 % dari tahun lalu. Adapun upaya yang dilakukan antara lain dengan pelaksanaan Sekolah Lapangan Program Pertanaman Terpadu (SL-PTT) dan perbaikan kualitas lahan pertanian dengan pemberian pupuk organik. Terkait dengan banyaknya kasus lahan pertanian yang terserang wereng dan mengalami puso. Bupati mengatakan pihaknya akan segera membuat himbauan untuk mengistirahatkan lahan sementara dengan pola tanam Padi - Padi - Palawija. Dengan penanaman palawija tersebut diharapkan dapat menghentikan siklus wereng. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pula penandatanganan kerjasama (MoU) antara pemkab Sragen dengan ketiga produsen pupuk tersebut. perjanjian tersebut yang akan berjalan selama lima tahun. (dyn) Sumber : Supriyanto,SST ( Badan Pelaksana Penyuluhan Kab. Sragen)