Loading...

PANEN PADI SAWAH

PANEN PADI SAWAH
KEGIATAN ADAPTASI TEKNOLOGI(Satker 10 Provinsi Sumatera Barat) PANEN PADI SAWAH Lokasi : Kelompok Tani Palakuik, Jorong Sungai kilangan, Nagari Sungai Dareh, Kec. Pulau Punjung, Kabupaten DharmasrayaWaktu Kegiatan : Mei s.d November 2018Luas lahan : 1 HaPenyuluh Pendamping : Nur Afni, S.Pt.Varietas : Cisokan Teknologi Petani (Perlakuan I)- Panen dilakukan Secara manual- Hasil Ubinan 2,8 kg GKP/2,5 x 2,5 m (4,48 ton GKP/ha)Teknologi Jarwo (Perlakuan II)- Panen dilakukan Secara manual- Hasil Ubinan 3,6 kg GKP/2,5 x 2,5 m (5,76 ton GKP/ha)Teknologi Jarwo Super (Perlakuan III)- Panen dilakukan Secara manualHasil Ubinan 4 kg GKP/2,5 x 2,5 m (6,4 ton GKP/ha)Dari table diatas dapat kita lihat bahwa hasil perlakuan III lebih banyak dari perlakuan lainnya hal ini disebabkan oleh penerapan beberapa indicator teknologi jarwo super , yaitu :1. Pemberian Pupuk Organika. Pemberian pupuk kandang sebanyak 1-2 ton/hektar pada pengolahan tanah I. Pupuk kandang tergolong pupuk organik. Keunggulan pupuk organik: 1) Meningkatkan kandungan bahan organik tanah, 2) memperbaiki struktur tanah, 3) meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, 4) meningkatkan aktivitas kehidupan biologi tanah, 5) meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, 6) mengurangi fiksasi fosfat oleh Al dan Fe pada tanah asam, 7) meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah. b. Pemberian Biodekomposer (M-dec) Dosis 2-4 kg/ha untuk mendekomposisi 2-4 ton jerami segar yang dicampur secara merata dengan 200-400 liter air bersih.Biodecomposer mampu mempercepat pengomposan jerami secara insitu dari 2 bulan menjadi 1-2 minggu (Mempercepat perombakan jerami menjadi bahan organik tanah), meningkatkan ketersediaan hara NPK (meningkatkan efisiensi pemupukan) dan menekan perkembangan penyakit tular tanah.Penggunaan dekomposer bahan organik ini selain dimaksudkan untuk mempercepat proses dekomposisi juga untuk melakukan desinfektasi bahan kompos sehingga pupuk organik/ kompos yang dihasilkan bebas dari mikro organisme patogen, ektoparasit, biji gulma dan tidak berbau busuk. Pengomposan yang dibantu dekomposer bahan organik ini hanya berlangsung paling lama empat minggu.2. Penggunaan Pupuk Hayati pada Perlakuan benihpenggunaan pupuk hayati pada perlakuan benih sangat baik dilakukan, benih lebih cepat tumbuhnya. Pupuk hayati merupakan Pupuk berbasis mikroba non-patogenik yang dapat menghasilkan :a. Fitohormon (zat pemacu tumbuh tanaman)b. Penambat nitrogen c. Pelarut fosfat yang berfungsi meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah.3. Pemakaian pemupukan berimbang dengan memperhatikan kondisi lahan. Dengan lebih baiknya komdisi tanah pada perlakuan III maka pupuk anorganik yang diberikan lebih sedikit jumlahnya dari perlakuan lainnya. Karena kandungan organic tanah lebih banyak dari lahan kedua perlauan lainnya.4. Menggunakan Sistem tanam jajar legowo 2 : 1Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Yang berdasarkan pengalaman, tanaman padi yang berada di pinggir akan menghasilkan produksi padi lebih tinggi dan kualitas dari gabah yang lebih baik, ini dikarenakan tanaman padi di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Itulah sebabnya sistem jajar legowo menjadi salah satu pilihan dalam proses meningkatkan produksi gabah. Peningkatan popolasi dari tanaman padi yang ditanam, secara umum rumus peningkatan jumlah populasi tanaman padi dapat dilihat dengan rumus 100% X 1 : ( 1 + jumlah legowo), maka Jika Legowo 2:1 maka peningkatan populasinya yaitu 100% X 1 : (1 + 2) = 33,3 %Manfaat yang dirasakan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowoa. Menambahnya jumlah tanaman padib. Akan meningkatkan produksi tanaman padi secara signifikanc. Memperbaiki kualitas gabah karena akan semakin banyaknya tanaman pinggird. Dapat mengurangi serangan penyakit pada tanaman padie. Dapat mengurangi tingkat serangan hama tanaman padif. Akan mempermudah dalam perawatan tanaman padi baik dalam proses pemupukan maupun penyemprotan pestisidag. Dapat menghemat pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam baris tanaman sajaKelemahan ketika Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowoa. Akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama pada saat melakukan proses penanaman padib. Membutuhkan benih yang lebih banyak, ini dikarenakan semakin banyaknya populasi tanaman padic. Pada umumnya pada lahan yang menggunakan jajar legowo, maka akan lebih banyak ditumbuhi rumput Sumber :http://bpatp.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/teknologi-pertanian /61-berita/949-dekomposer-bahan-organik diakses tanggal 07 Oktober 2018Bahan tayang Temu Teknologi Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Dharmasraya, 18 September 2018 Atman Roja, BPTP-Balitbangtan Sumatera Barat efektifitas-pemberian-pupuk-hayati-terhadap-pertumbuhan-dan-hasil-padi-gogo-pada.pdf diakses tanggal 8 September 2018Suripin, 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta: Andihttp://www.informasipertanian.com/2013/07/tanam-padi-dengan-sistem-jajar-legowo.html diakses tanggal 26 Oktober 2018Lahan demplot petani Kelompok Tani Palakuik, Jorong Sungai Sangkir,Nagari Sungai Dareh, Kec. Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya