Loading...

PANEN PERCONTOHAN JAGUNG DI BP3K KEC. PANYIPATAN - TANAH LAUT YANG DIFASILITASI OLEH BAKORLUH PROV. KAL-SEL

PANEN PERCONTOHAN JAGUNG DI BP3K KEC. PANYIPATAN - TANAH LAUT YANG DIFASILITASI OLEH BAKORLUH PROV. KAL-SEL
Bertempat di Lahan Percontohan Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan seluas 1 (satu) hektar, telah dilaksanakan Panen Jagung Hybrida Bisi 2 secara simbolis oleh Kepala BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN PERIKANAN DAN KEHUTANAN (BP4K) Kabupaten Tanah Laut Ir. Hj. Syukrainy Sjukran yang didampingi oleh H. Bachtiar, SP dari BADAN KOORDINASI PENYULUHAN (BAKORLUH) Provinsi Kalimantan Selatan serta tamu dari KOMISI PENYULUHAN KEHUTANAN PUSAT, Soetino Wibowo dan Ibu Ida dari BADAN SDM KEHUTANAN yang dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 8 Juni 2012. Dalam Laporan Kegiatan Percontohan Jagung Hybrida Bisi 2 oleh Kepala BP3K Kecamatan Panyipatan Djoko Pinoendjoel,SP kepada Kepala BP4K Kabupaten Tanah Laut dan BAKORLUH Provinsi Kalimantan Selatan, sentuhan teknologi Inovasi yang diterapkan adalah penggunaan Pupuk Organik kotoran ayam ras petelur yang menjadikan tanaman jagung menjadi Vigor, penggunaan herbisida Calaris yang mampu menekan pertumbuhan gulma dan mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah pada saat tanaman jagung berumur lima belas hari adalah saat yang tepat untuk mengendalikan gulma dan optimalisasi populasi tanaman jagung yang mencapai 66.000 tanaman per hektar, sehingga diperlukan 22 KG benih jagung setiap hektar. Sebagaimana diketahui di wilayah Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut yang merupakan sentra produksi jagung, produktivitas jagung rata-rata baru mencapai 5 (lima) ton per hektar. Maka dengan perbaikan sentuhan inovasi dan teknologi budidaya jagung dengan cara seperti tersebut di atas maka produktivitasnya akan meningkat menjadi 6 ton per hektar. Karena kenyataan di lapangan para pelaku utama agribisnis jagung belum secara pasti menggunakan pupuk organik kotoran ayam ras petelur, kemudian herbisida yang digunakan bukan herbisida Calaris dan tragisnya populasi tanaman jagung tidak mencapai 66.000 tanaman dalam satu hektar. Setelah selesai kegiatan panen jagung, acara dilanjutkan dengan arahan dari Komisi Penyuluhan Kehutanan Pusat Soetino Wibowo yang merasa sangat bangga dengan kegiatan Penyuluhan Kehutanan dan Masyarakat Sekitar Hutan dengan sadar mau melaksanakan penanaman tanaman hutan seperti Mahoni untuk melestarikan alam di Bumi Tuntung Pandang. Selain itu juga adanya kerjasama yang sinergis antara Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Kehutanan yang ditunjukkan dengan dilaksanakannya pertemuan rutin setiap hari Selasa di BP3K Kecamatan Panyipatan. Dalam kesempatan yang baik ini, Kepala BP4K Kabupaten Tanah Laut Ir. Hj. Syukrainy Sjukran dalam arahannya menjelaskan semua kegiatan Penyuluhan Kehutanan di Kabupaten Tanah Laut. Acara ditutup dengan do'a oleh Sekretaris Desa Sukaramah Sulasdi dan diakhiri dengan makan siang bersama. ( oleh : Djoko Pinoendjoel,SP - Kepala BP3K Kec. Panyipatan Kab. Tanah Laut )