Bupati Rembang H Moch SaliM, Kamis 12 April 2012 melakukan panen padi perdana demplot pupuk organik Desa Jurangjero Kecamatan Sluke Kabupaten Rembang, Turut Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Rembang H. Abdul Kafidz, Kepala SKPD terkait, Penyuluh Pertanian serta Kelompok tani. Kepala BKP & P4K Kab. Rembang Ir. Wartono mengemukakan, lokasi untuk Demplot ini tesebar di 15 titik di 14 kecamatan tiap titik demplot seluas 1 Ha. Tujuan dari demplot ini yang pertama adalah untuk mengurangi pengunaan pupuk organik, dan yang kedua untuk meningkatkan produksi padi yang mendukung program Pemerintah Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Menurut ketua kelompok tani desa jurangjero penggunaan pupuk organik ini sangat berdampak pada penghematan biaya produksi, yang biasanya menggunakan pupuk anorganik (pupuk kimia) pengeluaranya bisa mencapai 4 juta per Ha setelah menggunkan pupuk organik pengeluaranya bisa mencapai 2,5 jutaper Ha. dan kalau dilihat dari hasil ubinan, hasilnya cukup membanggakan karena lahan yang hanya berjarak 300 meter dari pantai menghasilkan padi kering panen 8,4 ton per Ha pada hal sebelum menggunakan pupuk organik hasil yang didapat hanya 5 ton per Ha. Bupati Rembang dalam sambutannya mengapresiasi positif demplot ini, menekankan Rembang memang daerah kering, namun produksi padinya relatif bagus. pada tahun 2011 misalnya produksi padi 24.690,28 ton dengan ketersediaan beras 123.738,74 ton. Sementara itu kebutuhan beras hanya 94.800,704 ton, sehingga mengalami surplus beras 73.938,04 ton. Lebih lanjut Bupati mengharapkan , pada tahun 2012 rembang mampu meningkatkan produksi padi. adapun upaya yang dilakukan, antara lain pelaksanaan sekolah lapang program tanaman terpadu (SL-PTT) dan perbaikan kualitas lahan pertanian dengan pemberian pupuk organik.