Peningkatan produktivitas pangan, khususnya padi sawah, mutlak harus dicapai di Kabupaten Sukabumi. Hal ini terkait dengan semakin meningkatnya kebutuhan pangan sebagai imbas dari pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, di satu sisi ketersediaan lahan pertanian produktif semakin berkurang sebagai akibat adanya alih fungsi lahan. Untuk itulah, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K)Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan Gelar Teknologi Padi Sawah, mulai dari bulan Januari 2013 dan berakhir pada tanggal 29 Mei 2013, bertempat di Kampung Cijambu Desa Gunungjaya Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, dengan luasan 8,5 ha. Kegiatan Gelar Teknologi melibatkan 8 (delapan) perusahaan swasta/BUMN, yaitu PT. Petrokimia Gresik, PT. Petrosida Gresik, PT. Petrokimia Kayaku, PT. Tanindo Intertraco, PT. Syngenta Indonesia, CV. Saprotan Utama, PT. Benih Citra Asia, dan PD. Karya Tani. Panen Perdana Gelar Teknologi dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2013. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sukabumi, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Wakil DPRD Kabupaten Sukabumi, Asisten Sekda Bidang Ekbang Provinsi Jawa Barat, Asisten Sekda Bidang Ekbang Kabupaten Sukabumi, Kepala Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Barat, Kepala OPD lingkup pertanian, Bappeda, Ketua Komisi Penyuluhan Kabupaten Sukabumi, dan Ketua KTNA Kabupaten Sukabumi. Petani yang hadir pun cukup fantastis, berjumlah 600 orang, perwakilan dari kelompok tani di seluruh kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Hasil panen kegiatan Gelar Teknologi sangat memuaskan, rata-rata mencapai 10,3 ton/ha GKP (gabah kering panen). Apabila dikonversi ke gabah kering giling (GKG), dengan nilai konversi 8,2 (berdasarkan perhitungan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Tahun 2012 untuk daerah Jawa Barat), maka diperoleh hasil 8,446 ton/ha GKG. Sedangkan rata-rata produktivitas padi sawah di Kabupaten Sukabumi tahun 2012 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) adalah 6,1 ton/ha GKG. Dengan demikian, terjadi lonjakan hasil yang sangat signifikan, padahal tantangan dalam pembudidayaan padi sawah musim ini relatif besar, karena curah hujan yang tinggi. Hasil yang memuaskan tersebut tentunya dipengaruhi karena penggunaan teknologi padi sawah yang tepat. Teknologi yang ditampilkan adalah: varietas unggul baru Inpari 14, tanam jajar legowo 2, tanam bibit muda, tanam tiga bibit satu lubang tanam, pemupukan spesifik lokalita, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian hama penyakit terpadu. Bupati Sukabumi sangat mengapresiasi kegiatan Gelar Teknologi tersebut. Kegiatan tersebut harus dilanjutkan, tapi dengan lokasi yang berbeda agar proses diseminasi teknologi akan lebih merata, terutama di wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi.