Demplot Bawang Merah Tuktuk Hasilkan 24,15 ton/Ha Bupati Pinrang H.Andi Aslam Patonangi, SH, M.Si di dampingi Kepala BP4K Pinrang Ir.Yohanis Sampebua, MP dan Penyuluh Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BPK) Teppo, Ir.Gimanto menghadiri panen raya Demplot bawang merah varietas Tuktuk di kelurahan Teppo kecamatan Patampanua, belum lama ini. Dalam panen perdana yang disponsori oleh produsen benih Panah Merah juga di hadiri oleh Kapolsek Patampanua, AKP.H.Muhabar, S.Ag , Camat Patampanua Drs. Andi Khaidir dan lurah Teppo, Rahmat, SP. Panen bawang merah yang dihadihadiri oleh pemasaran Panah Merah Eko Suprayogi, SP dan Ir. Wagumi, MP dicapai hasil panen 32,2 ton/ha basah atau setara 24,15 ton kering/ha. Sedangkan harga jual yang diperoleh petani sebesar Rp.23.000/kg. "Panen kali ini di lokasi kelompok tani Lurah dengan luas areal 0,30 ha dengan produksi yang memuaskan," kata Ir. Gimanto. Bupati Pinrang di sela-sela panen tersebut mengatakan petani bisa melakukan penanaman komoditi lain selain padi sepanjang menguntungkan. Oleh karena itu lahan sawah yang kesulitan air irigasi sebaiknya ditanami palawija dan sayur-sayuran seperti bawang merah. Camat Patampanua Andi Khaidir di damping lurah Teppo Rahmat. SP mengatakan daerah patampanua paling tinggi produksi tanaman horti dan sayur-sayuran di Pinrang. Karena sebagian warga sudah memanfaatkan lahan gersang di padangloang untuk disulap jadi tanaman cabe dan tomat. "Sekarang ada lagi komoditi baru bawang merah tuktuk yang mulai dicoba petani dan ternyata cocok dikembangkan di daerah ini," ungkap Andi Khaidir. Pemasaran cap Panah Merah wilayah Pinrang dan Sidrap Eko Suprayogi, SP mengatakan bawang merah varietas tuktuk memang cocok untuk daerah dataran rendah. Karena bawang tersebut yang ditanam petani adalah biji bukan siungnya.(Abdul Salam Atjo- Penyuluh Pertanian BP4K Pinrang )