Inilah salah satu bukti kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam upaya menjadikan Ikan Patin sebagai komoditas unggulan di wilayah Kecamatan Cikarang Timur, dengan hadirnya Bupati Bekasi beserta rombongan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada acara Panen Raya Ikan Patin di Kelompok Tani Mekar Mukti Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur pada Hari Selasa tanggal 10 Mei 2011. Kehadiran bupati menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar dan petani ikan patin pada khususnya. Pada kesempatan tersebut ada beberapa pesan Bupati Bekasi yang disampaikan kepada petani/masyarakat Cipayung: 1.Menjadikan kelompoktani sebagai wahana belajar dan bekerjasama dalam upaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. 2.Menjadikan ikan patin sebagai komoditas pertanian yang unggul dan spesifik lokalita dan mampu menyerap tenaga kerja yang banyak sehingga dapat membantu pemerintah dalam upaya mengurangi pengangguran. 3.Menjadikan kelompoktani-kelompoktani yang ada sebagai cikal bakal Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tangguh dan mampu menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Keberhasilan kelompoktani Mekar Mukti dalam pengembangan budidaya ikan patin tidak lepas dari peran Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Cipayung (Bpk. Eman Suherman, A.Md), Koordinator Penyuluh Pertanian Kecmatan Cikarang Timur (Bpk. Dadang Abdullah, A.Md), Pemerintah Kecamatan Cikarang Timur, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan , Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Bekasi Serta Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bekasi. Namun bukan berarti keberhasilan yang dicapai Kelompok Tani Mekar Mukti tanpa kendala, masih ada ganjalan yang dialami petani yaitu pengadaan benih Ikan Patin yang selama ini masih diimpor dari luar daerah seperti Bogor, Sukabumi dan Subang. Hal ini tentu sangat merugikan petani karena harga beli benih ukuran 3 inchi Rp. 225-250 per ekor dirasa cukup memberatkan petani. Oleh karena itu, Bupati juga berpesan kepada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP), sebagai lembaga yang berwenang dalam pembinaan sumberdaya manusia pertanian agar melaksanakan pelatihan pembenihan ikan patin dan kepada Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan untuk dapat mengaktifkan kembali Balai Benih Ikan (BBI) yang berada di Desa Cipayung. Diharapkan dengan diproduksinya benih oleh kelompoktani dapat menekan biaya produksi sehingga pendapatan petani dapat meningkat. Semoga panen raya Ikan Patin ini tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi menjadi penyemangat bagi para petani dan masyarakat sekitar dalam upaya terus membudidayakan Ikan Patin sebagai komoditi keunggulan spesifik lokalita Di Desa Cipayung pada khususnya dan Kecamatan Cikarang Timur pada umumnya. (Materi ditulis oleh: Nurlita, S.Pt/THLTBPP Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi)