Kementerian Pertanian melakukan panen raya di tujuh provinsi, meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan, pada hari Senin, 29 Pebruari 2016. Direncanakan panen raya di tujuh provinsi dengan rinciannya adalah sebesar 293 hektar lahan dipanen di Jawa Tengah, 340 hektare di Jawa Timur, 494 hektare di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan 600 hektare di Sumatera Utara. Kemudian, 1.200 hektare lahan dipanen di Sumatera Selatan, 100 hektare di Kalimantan Selatan, dan 100 hektare di Sulawesi Selatan.Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membuka panen raya padi di Kecamatan Mrenek, Cilacap, Jawa Tengah didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, anggota DPR, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), dan sejumlah petani di Jawa Tengah.Panen raya serentak dibuka di areal panen 293 hektar. "Kegiatan panen raya ini sebagai gong penanda bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki masa panen. Sehingga, beberapa bulan ke depan persediaan beras nasional aman," tutur Mentan. Mentan menyatakan produksi padi awal tahun ini meningkat walau mengalami kemunduran waktu tanam akibat el nino dan lainnya. Pemerintah telah mengantisipasi musim kering berkepanjangan sejak dini. Pemerintah mengantisipasi melalui penyaluran pompa air, pembangunan rehabilitasi embung, long storage, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjamin seluruh gabah petani mampu dibeli Perum Bulog menjelang dan selama panen raya yang diperkirakan akan terjadi pada Maret 2016 ini. Memasuki masa panen raya Maret - April ini, menyebabkan pasokan beras dipasar melimpah sehingga pemerintah mengharapkan Bulog segera menyerap gabah langsung ke petani. Hal ini dilakukan guna mencegah harga gabah petani anjlok sehingga petani rugi. Pemerintah telah menetapkan harga patokan pembelian gabah kering panen (GKP) Rp. 3.700 perkilogram. (Nurlaily).