Loading...

PANEN RAYA VARIETAS UNGGUL BARU (VUB) DI DESA PANGKALAN BUTON KEC. SUKADANA

PANEN RAYA VARIETAS UNGGUL BARU (VUB) DI DESA PANGKALAN BUTON KEC. SUKADANA
Panen Raya Varietas Unggul Baru (VUB) Jenis Varietas Inpari 3, Inpari 6, Cibogo dan Situ Bagendit dengan Sistem Tanaman Jajar Legowo 4 : 1 di Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara bekerjasama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalbar (BPTP) dengan Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kayong Utara. Panen Raya Varietas Unggul Baru (VUB) di Desa Pangkalan Buton Kecamatan Sukadana secara simbolis di panen oleh Bupati Kayong Utara berserta Stake Holder yang ada di Kayong Utara, tampak yang hadir yaitu Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Hutbun, Kepala Distanak, Camat Sukadana dan Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan. Sedangkan dari Provinsi Kalimantan Barat yang hadir yaitu Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan dan Kepala BPTP Kalbar. Setelah dilaksanakan Panen Raya maka dilangsungkan sambutan dari Kepala Banketpanluh Kalbar Ir. Moch Budi Setiawan,MM, "Kita perlu meningkatkan peroduksi Padi dengan cara Intensifikasi maupun Diversifikasi, Pola konsumsi yang seimbang, Program penurunan konsumsi pangan dan peningkatan makan syuran dan buah-buahan dengan tujuan untuk mengimbangi konsumsi pangan yang tinggi serta Pengembangan kawasan rumah pangan lestari dengan pemanfaatan lahan pekarangan". Sedangkan dari BPTP Kalbar yang langsung di sampaikan oleh Bapak Djayanto, dalam kata sambuatanya beliau menjelaskan secara teknis tentang jenis varietas yang ditanam, manfaat pola tanam sistem logowo, "dengan sistem tanam jajar logowo jumlah anakan lebih banyak, di panen lebih cepat, resisten terhadap beberapa jenis hama dan penyakit dan tumbuh dengan baik pada lahan yang tidak banyak air atau curah hujan yang sedikit". Bupati Kayong Utara, dalam sambuatanya beliau menyampaikan pandangan kepada petani tentang bagaimana petani bisa meningkatkan hasil pertanian dengan pemanfaatan lahan yang kecil dan revitalisasi di bidang pertanian, "Petani perlu meningkatkan produksi hasil pertaniannya, hanya karena lahan yang sempit tidak bisa meningkatkan produksi, tetapi yang paling penting bagaimana mengoptimalkan lahan yang sempit itu untuk meningkatkan produksi, kalau bisa panen 3 kali atau minimal 2 kali setahun." Pembangunan di KKU kiat pesat, Bupati Hildi Hamid merasa khawatir terjadinya alih pungsi lahan pertanian menjadi areal perumahan atau tempat usaha lain, hal itu dapat menyebabkan berkurangnya areal pertanian, sehingga menyebabkan penurunan jumlah produksi padi. "Perlahan tapi pasti bangunan-bangunan seperti rumah Walet dan Ruko mulai tumbuh di areal persawahan, kalau dibiarkan bisa-bisa lahan pertanian habis,"tegasnya.(Faisal BP-KP KKU).