Loading...

Panen Semangka di Musim Kemarau Basah di Kelompok Tunas Baru Desa Sendanu Darulihsan Kecamatan Tebing Tinggi Timur

Panen Semangka di Musim Kemarau Basah di Kelompok Tunas Baru Desa Sendanu Darulihsan Kecamatan Tebing Tinggi Timur

Semangka (Citrullus lanatus) merupakan salah satu buah tropis yang digemari masyarakat karena rasanya yang manis, segar, serta kandungan air yang tinggi. Selain menyegarkan, buah semangka kaya akan vitamin A, C, B6, mineral seperti kalium dan magnesium, serta antioksidan likopen dan sitrulin yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Konsumsi semangka tidak hanya baik untuk menjaga hidrasi tubuh, namun juga mendukung kesehatan jantung, meningkatkan pencernaan, serta menjaga kesehatan mata dan kulit..

Pada musim kemarau basah, budidaya semangka membutuhkan perhatian khusus. Tingginya kelembaban dapat meningkatkan risiko serangan penyakit, sehingga petani perlu melakukan langkah antisipasi. Upaya yang dilakukan di antaranya adalah mempersiapkan lahan dengan drainase yang baik, penggunaan mulsa, memilih varietas tahan penyakit, serta rutin memantau cuaca dan kelembaban tanah agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

Salah satu petani Kelompok Tunas Baru di Desa Sendanu Darulihsan, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Bapak Amin, melaksanakan panen semangka di lahan sawah seluas 1 hektar. Dengan umur panen sekitar 60 hari, hasil panen yang diperoleh mencapai 5  ton per hektar. Varietas semangka yang dibudidayakan adalah Black Orange dan Golden.Untuk harga jual, semangka varietas Black Orange dipasarkan dengan harga Rp10.000 per kg, sedangkan varietas Golden dijual Rp12.000 per kg, dengan kisaran berat masing-masing 2 – 4 kilogram. Panen dilakukan setelah buah memenuhi kriteria, yaitu kulit buah yang bersentuhan dengan tanah berubah warna menjadi kuning, sulur di dekat tangkai buah mengering, permukaan kulit buah tampak kasar, serta suara buah terdengar berat saat diketuk.

Keberhasilan panen semangka di Kelompok Tunas Baru ini menjadi bukti bahwa dengan teknik budidaya yang tepat, petani tetap mampu menghasilkan produk hortikultura berkualitas meskipun menghadapi tantangan musim kemarau basah. Diharapkan keberhasilan ini dapat memotivasi petani lain untuk terus berinovasi dan bersemangat dalam mengelola lahan pertaniannya. (bpp-Tebing Tinggi Timur )