Loading...

Panen Ternak Perdana Sapi Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Lampung Selatan

Panen Ternak Perdana Sapi Peranakan Ongole (PO) di Kabupaten Lampung Selatan
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Pada tanggal 28 November 2011 di gelar Panen Ternak Perdana Sapi PO di desa wawasan kecamatan tanjung sari kabupaten Lampung Selatan, yang dihadiri oleh Direktur Budidaya Ternak mewakili Menteri Pertanian, Asisten Umum dan Perlengkapan Sekretariat Provinsi Lampung, Asisten Ekobang Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Instansi terkait, para peternak serta masyarakat setempat. Kegiatan ini merupakan salah satu program dari Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan yaitu Program Aksi Unggulan Pelestarian dan Pengembangan Sapi Potong Lokal Unggul (Plasma Nutfah) Jenis Peranakan Ongole (PO) yang pusatnya berada di wilayah Kecamatan Tanjung Sari. Sapi Peranakan Ongol (PO) merupakan salah satu jenis Sapi Potong Lokal Unggul ( Plasma Nutfah ) Hasil Karya Cipta Intelektual Bangsa Indonesia sekaligus merupakan salah satu Kekayaan Sumberdaya Genetik yang harus dilestarikan dan dikembangkan sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor : 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan .Berdasarkan data sementara hasil sensus Badan Pusat Statistik bulan Juni 2011, populasi Sapi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 108.615 ekor dan sebanyak 84.398 ekor diantaranya atau 77,70% merupakan Sapi Jenis Peranakan Ongole (PO).Sapi PO sudah terbiasa dibudidayakan oleh para peternak di Lampung Selatan dan sangat cocok untuk dikembangkan sebagai usaha ekonomi produktif pedesaan atau usaha berbasis ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu sapi Peranakan Ongole (PO) ini diangkat sebagai Komoditas Unggul Lokal dan Programnya telah dicanangkan pada tanggal 25 Januari 2011 di Desa Sidomukti Kecamatan Tanjung Sari, Selanjutnya dengan Surat Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor : B/54/III.10/HK/2011 tanggal 18 Februari 2011, Kecamatan Tanjung Sari ditetapkan sebagai wilayah sumber bibit/Kawasan Pusat Pelestarian dan Pengembangan Sapi PO di Kabupaten Lampung Selatan.Program Aksi Unggulan ini diharapkan bukan saja untuk meningkatkan populasi dan mutu genetik sapi PO, tetapi juga dapat berperan penting dalam mendukung Program Nasional Swasembada Daging Sapi/Kerbau yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan para peternak. Diharapkan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan wilayah Lampung Selatan dapat mewujudkan harapannya menjadikan wilayah sumber bibit Sapi PO, dan Kecamatan Tanjung Sari berperan sebagai Pusat pertumbuhannya sekaligus sebagai Show Window dan Representasi Keberhasilan Pembangunan Peternakan Nasional. Sebagai bukti kesungguhan Pemerintah Daerah menjadikan Lampung Selatan sebagai wilayah sumber bibit Sapi PO Nasional, salah satunya adalah membentuk sekaligus membangun kelembagaan teknis Operasional Spesifik daerah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pembibitan Sapi Peranakan Ongole (PO) yang berlokasi di Desa Wawasan Kecamatan Tanjung Sari. Agar tujuan Program ini dapat terwujud, diperlukan dukungan dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak terkait, melalui partisipasi nyata dalam bentuk alokasi paket Program dan pembiayaan serta paket bantuan lainnya, melalui anggaran sektor Pemerintah APBN Kementerian Pertanian dan APBD Provinsi Lampung maupun sektor swasta dan Swadaya masyarakat. Diharapkan melalui acara ini dapat dijadikan sebagai Momentum Awal Kebangkitan Pembangunan Peternakan di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. (Ir.NOVIAR AKMAL, Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Selatan)