Loading...

Pangan Lokal di Bumi Serumpun Sebalai

Pangan Lokal di Bumi Serumpun Sebalai
Pendahuluan Pemerintah daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus berupaya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi covid-19 ini. Kebutuhan pangan masyarakat di Bumi Serumpun Sebalai saat ini sebagian besar dipenuhi dengan mengkonsumsi beras padahal beras bukanlah satu satunya sumber karbohidrat. Sumber Karbohidrat non beras dapat diperoleh dari berbagai pangan lokal antara lain dari aneka umbi, sagu, pisang, sukun, labu kuning, sorgum dan yang lainnya. Dan untuk membangun kembali kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal Bangka Belitung adalah dengan mendorong diversifikasi pangan lokal dengan mengoptimalkan komoditas selain beras, seperti singkong, ubi jalar, jagung dan lainnya. Komoditas pangan lokal selain mengenyangkan juga memiliki kandungan gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Bahkan bisa digunakan untuk menu diet diabetes, pencegahan kanker, dan menjaga berat badan ideal. Untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal sumber karbohidarat non beras maka diperlukan upaya untuk mendukung ketersediaanya melalui pengembangan pangan lokal. Pengembangan pangan pokok lokal ini bertujuan untuk mengembangkan pangan pokok sumber karbohidrat dengan berbagai bentuk olahannya. Melalui teknologi pengolahan pangan dapat dikembangkan berbagai olahan pangan yang dapat disandingkan dengan beras sebagai menu makanan sehari-hari serta mendorong dan mengembangkan penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal. Di Provinsi Bangka Belitung pangan lokal yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dan dibuat berbagai olahan adalah ubi kayu, ubi jalar dan jagung. Ubi Kayu Ubi kayu merupakan tanaman yang masuk kedalam kelompok aneka umbi-umbian. Tanaman ubi kayu dapat tumbuh optimal pada ketinggian antara 10 - 700 meter di atas permukaan laut, ph idealnya adalah 5,8. Curah hujan yang diperlukan antara 1.500 – 2.500 mm/tahun. Kelembaban udara optimal untuk tanaman antara 60%-65%. Suhu udara minimal 10ºC. Tanaman ubi kayu dapat dipanen pada umur 8 - 10 bulan. Ubi kayu dapat di konsumsi dengan cara dikukus, direbus, digoreng atau dibakar. Selain dikonsumsi secara langsung ubi kayu juga dapat digunakan sebagai bahan baku tepung dalam pengolahan berbagai jenis panganan. Di Bangka Belitung sampai saat ini sudah ada 5 pabrik pengolahan tepung tapioka. Tanaman ubi kayu hampir seluruh bagian tanamannya dapat dimanfaatkan secara optimal termasuk biomassa dan atau limbah organik pertaniannya. Akar dimanfaatkan sebagai industri obat, daun bisa dikonsumsi langsung dengan cara direbus sebagai lalapan, batang dapat ditanam kembali untuk benih atau bisa dikeringkan sebagai bahan bakar dan biofoam. Sementara umbi ubi kayu selain dapat dikonsumsi langsung juga bisa diolah lebih lanjut menjadi aneka tepung,dan aneka penganan seperti rasi, mie dan pasta yang berbasis tepung ubi kayu. Rasi atau berasan ubi dapat diolah dengan menggunakan bahan baku tepung dan parutan ubi kayu segar. Mie dan pasta dapat diolah dari bahan baku tepung ubi kayu tanpa campuran tepung terigu sama sekali. Di Provinsi Kepulauan Bangka makanan sebagai pengganti beras yang berbahan dasar ubi kayu dikenal dengan nama beras aruk. Beras aruk merupakan makanan tradisional yang terbuat dari olahan ubi kayu. Masyarakat Bangka Belitung telah mengkonsumsi makanan ini dari masa penjajahan belanda sebagai pengganti beras yang sulit di dapat saat itu. Saat ini beras aruk mulai berkembang di Bangka Belitung sebagai panganan yang disajikan untuk menjamu tamu tamu khusus yang berkunjung atau pada acara acara tertentu. Sentra produksi beras aruk di Pulau Bangka antara lain Desa Kemuja, Desa Kota Waringin, Desa Saing, Desa Tanah Bawah di Kabupaten Bangka, Desa Tempilang di Kabupaten Bangka Barat, dan Desa Gadung di Kabupaten Bangka Selatan. Tahapan pembuatan beras aruk yaitu ubi kayu dikupas, dibersihkan kemudian direndam dalam air mengalir selama 3 x 24 jam. Setelah itu umbi ubi kayu dibuang sumbu tengah umbinya, dihancurkan dan setelah rata di peras, hasilnya ditumbuk dan diayak kasar sehingga nanti akan terbentuk butiran butiran kecil. Butiran butiran ini kemudian disangrai dan lakukan penjemuran hingga kering sempurna. Beras aruk siap untuk disajikan namun sebelumnya dimasak terlebih dahulu dengan cara di kukus. Rumah produksi pembuatan beras aruk dan tepung mocaf (Modified cassava flour) banyak dikelola oleh Kelompok Wanita Tani Bangka Belitung, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani Anugerah Bersama Desa Puding Kabupaten Bangka yang memproduksi berbagai olahan ubi kayu antara lain, beras aruk, tepung mocaf, kue kering tepung cassava, bolu tepung cassava, dan mie tepung mocaf. Ubi Jalar Tanaman ubi jalar dengan nama latin Ipomea batatas sama seperti tanaman ubi kayu yang masuk kedalam kelompok umbi-umbian. Tanaman ubi jalar produktif ditanam pada daerah tropis pada dataran rendah 100 m dpl. Ubi jalar dapat dipanen pada umur 4 - 5 bulan dengan produktivitas mencapai 160,53 kuintal/ha. Ubi jalar bisa dikonsumsi dengan cara dikukus, direbus, digoreng dan dibakar, serta digunakan sebagai bahan baku tepung dalam pembuatan kue. Kandungan gizi ubi jalar yaitu beta karoten (ubi jalar kuning) dan antosianin (ubi jalar ungu). Tanaman ubi jalar tinggi akan serat dan bermanfaat sebagai antioksidan untuk kesehatan. Bagian tanaman ubijalar yang bisa dimanfaatkan adalah daun dan umbinya. Daun bisa dimanfaatkan sebagai sayuran ataupun sebagai pakan ternak. Sedangkan umbinya selain bisa dikonsumsi langsung juga bisa diolah menjadi produk pasta dan tepung ubi jalar kuning. Pastanya bisa dibuat makaroni sedangkan tepung ubi jalar dari hasil penelitian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian dapat dibuat snack bar, bihun, aneka kue basah dan kue kering, mie dan roti. Teknologi pengolahan tepung ubi jalar yaitu umbi ubi jalar dikupas terlebih dahulu, kemudian dicuci bersih, lalu lakukan penyawutan dengan ukuran ketebalan 1 mm, setelah itu hasilnya dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering bahan digiling dan akan diperoleh tepung kasar, tepung kasar diayak dengan ukuran 80 mesh dan hasil akhir akan diperoleh tepung ubi jalar siap dijadikan sebagai olahan bahan makanan. Jagung Jagung merupakan tanaman yang masuk kedalam kelompok serealia. Tanaman jagung bisa dipanen pada umur 100 - 130 hari setelah tanam dengan produktivitas 51,78 ku/ha. Jagung dapat dikonsumsi dengan cara di kukus, direbus, digoreng, dibakar dan juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan minuman. Kandungan gizi dan manfaat jagung antara lain daya simpan lebih lama, tidak terkontaminasi aflatoksin, nilai cerna yang lebih tinggi, indeks glikemik rendah, mempunyai flavor yang tidak asam dan lebih cepat tanak. Tanaman jagung bagian yang dapat dimanfaatkan adalah buah, daun dan batang. Kulit buah atau kelobot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sumber serat dan pengemas makanan sedangkan kernel/biji jagung dapat dijadikan jagung pipilan segar, jagung pipilan kering, sebagai benih, grifts, tepung jagung, pati jagung, lembaga (minyak jagung), dan tepung tongkol. Jagung pipilan segar oleh Balai Besar Pasca Panen Pertanian dapat dibuat menjadi olahan tape jagung, sedangkan jagung pipilan kering bisa diolah menjadi popcorn, tortila jagung, marning jagung, dan emping jagung. Tepung jagung bisa dibuat olahan panganan mie jagung, roti, brownis jagung, kue kering dan dodol jagung. Sedangkan tepung tongkol sebagai bahan bioethanol dan nano hidrogel. Bagian lain tanaman jagung yang bisa dimanfaatkan adalah daun dan batang, daun dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk organik, batang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.