Loading...

Panjatkan Doa Bersama Awal Tanam Padi Desa Bukit Batu

Panjatkan Doa Bersama Awal Tanam Padi Desa Bukit Batu
Dalam rangka memulai masa tanam padi tahun 2024, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berkat Sri Bakti melakukan doa bersama semai padi. Pemanjatan doa dilangsungkan Tanggal 10 Mei 2024, bertempat di Saung Tani Desa Bukit Batu. Penyuluh Pertanian Lapangan, Andy Simarmata, SP bertanggung jawab membina petani di Desa Bukit Batu. Area tersebut berada di wilayah kerja UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu. Dihadiri Plh. Kepala UPT BPP, Maryanto, A.Md, Ketua Gapoktan dari Desa Bukit Batu, Pak Rozali dan Penyuluh Pertanian dari Desa tetangga. Hadir pula Ketua-Ketua dan Pengurus kelompok tani dari Desa Bukit Batu dan sekitarnya. Doa selamat dipimpin oleh tokoh agama dan adat setempat, dilanjutkan pengarahan dari penyuluh Andy Simarmata, SP. Saat pengarahan dari Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Bukit Batu tersebut, dijelaskan bahwa tantangan budidaya padi Tahun 2024 adalah Mekanisasi pertanian yang belum mengalami modernisasi. Beberapa Alat msein pertanian (Alsintan) sudah ketinggalan zaman, sebaiknya dilakukan pembaharuan. Perubahan menuju Alsintan yang lebih modern dan canggih telah diinisiasi penyuluh, dengan mendampingi permohonan bantuan pompa mesin dan handtraktor roda empat. Kendala lain adanya aliran air asin dari laut yang masuk ke lahan pertanian. Masalah tersebut telah diupayakan agar bisa teratasi dengan mengajukan pembangunan tanggul dan parit sejajar garis pantai Desa Bukit Batu. Upaya penyuluh dan petani sejak 3 Tahun yang lalu terebut telah mendapat keberhasilan. Pemetaan serta survei pembangunan telah dilakukan oleh kontraktor yang dibawa oleh Dinas terkait di Provinsi Riau. Harapannya pembangunan tersebut terealisasi tahun 2024, agar penanaman padi tidak lagi terkendala intrusi air laut. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan PPL agar anggota kelompok tani menjaga kualitas benih dengan cara menggunakan varietas padi unggul bersertifikat. Melakukan pemupukan berimbang dengan implementasi 3 T yaitu tepat cara, tepat dosis dan tepat waktu pemupukan. Serta menjalankan mekanisasi pertanian melalui penggunaan mesin pertanian mulai dari pengolahan tanah sampai panen. “Kami harapkan seluruh anggota kelompok tani untuk menanam padi serentak guna mencegah serangan hama. Gunakan mesin pertanian kita, berusaha secara berkelompok jangan sendiri-sendiri. Melalui doa dan kerjasama yang baik, diharapkan hasil panen tahun 2024 bisa mencapai indikator keberhasilan yang sudah kita canangkan.” Pungkasnya.