PASCA PANEN JAGUNGYANG EFEKTIF DAN EFISIEN Pasca Panen jagung sering idak difahami petani. Akibatnya terjadi suatu bobot dan penurunan mutu sehingga harga jualnya rendah dan pendapatan petani menurun. Penangganan pasca panen merupakan rangkaian tindakan dari panen hingga penyimpanan. Berikut diuraikan penangganan pasca panen jagung. Panen A. Waktu PanenJagung ditanam dalam 2 tahap, penentuan waktu panen tergantung dari tujuan petani sendiri, untuk tanaman sayuran direbus, dibakar atau pipilan kering- Panen muda• Panen umur 2 – 2,5 bulan• Kelobot berwarna hijau dan segar• Biji ditusuk dengan kuku masih tembus• Batang dan daun masih hijau/ segar- Panen tuaWaktu panen yang tepat bila biji pada tingkat masak. Optimal. Di panen berkisar umur 3 – 3,5 bulan tergantung dari varietas jagung yag ditanam misalnya arjuna 92 hari, bisi 295 hari Tanda tanda jagung siap dipanen:• Kelobot kering/ menguning• Biji ditusuk dengan kuku tidak tembus/ keras• Batang dan daunnya telah keringB. Cara Panen- Panen jagung muda dengan cara memetik buah atau memotong batangnya- Jagung tua dilakukan dengan memotong batangnya satu ruas diatas buah setelah 7 – 10 hari dilapangan buah dipetik agar buah kering dan berisi Pengeringan- Sebaiknya jagung di jemur berkelobot untuk menekan bentuk retak- Petani mengeringkan jagung dengan cara di jemur sinar matahari, dalam pengeringan upayakan di jemur di atas lantai atau tikar, bila biji mudah dipipil, maka pengeringan dihentikan dan dilakukan pemipilan- Jagung yang telah dipipil di jemur kembali sampai terlihat warna putih pada bagian bijinya- Biji pada kondisi demikian kadar air biji mencapai sekitar 12 % Pemipilan pengeringan ulang dan pembersihan Cara pemiapilan antara lain :1. Dengan tangan, cara ini efektif untuk bibit, karet dihasilkan jagung pipilan yang baik. Akan tetapi cara ini memerlukan waktu yang cukup lama ( 5kg / jam/ orang)2. Dengan alat pemipil type 1, tongkol jagung yang sudah kering di dorong kedalam lobang sambil di putar putar. Kapasitas alat ini 12 – 15 kg/jam/orang.4. PenyimpananPenyimpanan jagung disimpan dalam bentuk tongkol berkelobot, tongkol Tanpa kelobot atau pipilan.1. Tongkol berklobot- Digantung di atas para para perapian dapur- Penyimpanan ini baik untuk benih2. Tongkol tanpa klobotTongkol yang sudah dikupas di simpan dalam wadah cara ini kurang praktis karena memakan tempat dan mudah diserang hama/ penyakit. C. PemipilanBiji jagung sangat peka terhadap serangan hama gudang, untuk memperkecil kerusakan dapat dilakukan cara penyimpanan sebagai berikut : 1. Jagung disimpan dalam ember plastik tertutup yang diberi garam dapur.- Letakkan bungkusan garam tegak lurus ditengah ember, garam dialasi plastik agar garam bila mencair tidak mengenai jagung- Masukkan biji jagung, lalu ember ditutup cara penyimpanan ini jagung dapat disimpan selama 6-7 bulan2. Penyimpanan dengan abu dapur- siapkan wadah plastik yang sudah bersih campurkan abu dapur dengan biji jagung dengan perbandingan 1 kg abu dapur untuk 5 kg biji jagung aduk aduk merata lalu• masukkan dalam karung plastik dan kemudian ditutup• cara penyimpanan ini. Biji jagung bisa bertahan selama 5 bulan dengan tingkat kerusakan 7 %3. penyimpanan dengan abu dapr:- siapkan wadah karung plastik yang sudah bersih- campurkan abu dapur dengan biji jagung dengan perbandingan 1 kg abu dapur untuk 5 kg biji jagung aduk aduk merata lalu masukkan dalam karung plastik dan kemudian ditutup- cara penyimpanan ini biji jabung bisa bertahan selama 5 bulan dengan tingkat kerusakan 7 %- YULIATI KURNIASARI SP THL TB-PP