Loading...

PASCA PANEN PADI SAWAH

PASCA PANEN PADI SAWAH

PASCA PANEN PADI SAWAH

Pasca panen padi sawah adalah serangkaian kegiatan setelah memanen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah, meliputi pemanenan, perontokan, pengumpulan, pengangkutan, pengeringan, pembersihan/pengayakan, pengemasan, penyimpanan, hingga pemasaran, dengan tujuan menghasilkan beras berkualitas, tahan lama, dan mengurangi susut hasil melalui teknologi tepat guna

KRITERIA PANEN PADI SAWAH

·         0-95% GABAH PADA MALAI PADI SUDAH BERWARNA KUNING

·         135-140 HARI SETELAH TANAM

·         KADAR AIR GABAH 22-23% (MK)

·         KADAR GABAH 24-26 % (MH)

TAHAPAN PENANGANAN PASCA PANEN

Penumpukan dan Pengumpulan.

Untuk menghindari atau mengurangi terjadinya kehilangan hasil sebaiknya pada waktu penumpukan dan pengangkutan padi menggunakan alas. Penggunaan alas dan wadah pada saat penumpukan dan pengangkutan dapat menekan kehilangan hasil antara 0,94 – 2,36 %.

Perontokan.

Perontokan ini dapat dilakukan dengan perontok bermesin ataupun dengan tenaga manusia. Bila menggunakan mesin, perontokan dilakukan dengan menyentuhkan malai padi ke gerigi alat yang berputar. Sementara perontokan dengan tenaga manusia dilakukan dengan cara batang padi dipukul-pukulkan, malai padipun dapat diinjak-injak agar gabah rontok.

Pengeringan.

Agar tahan lama disimpan dan dapat digiling menjadi beras, maka gabah harus dikeringkan. Pengeringan gabah umumnya dilakukan di bawah sinar matahari. Gabah yang dikeringkan ini dihamparkan di atas lantai semen terbuka. Penggunaan lantai semen terbuka ini agar sinar matahari dapat secara penuh diterima gabah.

Penggilingan

Penggilingan dalam pasca panen padi merupakan kegiatan memisahkan beras dari kulit yang membungkusnya. Pemisahan ada 2 cara : 1) Secara tradisional menggunakan alat sederhana, yaitu lesung dan alu; 2) Pemisahan beras dari kulitnya dapat dilakukan dengan cara modern atau dengan alat penggiling yaitu Hulle.